Jadi Korban Gempa-Tsunami Palu, Menpora Siap Penuhi Hak Atlet Paralayang

© Merdeka

Kapanlagi.com - Seperti yang ramai diberitakan di media massa, Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah merupakan dua daerah yang mengalami kerusakan paling parah saat bencana gempa dan tsunami terjadi (28/9). Salah satu yang paling tragis adalah runtuhnya Hotel Roa Roa di Palu, yang ternyata juga merenggut nyawa beberapa atlet paralayang terbaik Indonesia.

Kabar duka ini langsung direspon Kemenpora. Lewat Menpora Imam Nahrawi, pemerintah menyampaikan duka cita bagi atlet-atlet yang saat itu belum ditemukan.

"Keluarga besar Kemenpora dan Paralayang Indonesia berduka cita karena ada beberapa atlet paralayang yang belum ditemukan," jelas Menpora kepada awak media di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Dalam keterangannya, Menpora menjelaskan bahwa kejuaraan yang sedang berlangsung di Palu tersebut diikuti oleh 32 atlet. Tiga di antaranya adalah peserta luar negeri, yaitu Lee Dong Jin (Korea Selatan), Kok Cong (Singapura), serta Najois (Belgia). Sementara wakil Indonesia, dua di antaranya adalah atlet pelatnas paralayang yang sempat turun di Asian Games 2018 lalu.

Gara-gara gempa dan tsunami, kejuaraan paralayang di Palu pun terpaksa dihentikan. Bahkan situasi makin rumit ketika diketahui bahwa ada banyak peserta yang hilang kontak dengan panitia.

"Kejuaraan dimulai Kamis (27/9) hingga (30/9), namun pada Jumat terjadi gempa dan tsunami sehingga kejuaraan itu terpaksa dihentikan. Sejak Jumat panitia lomba kehilangan kontak dengan tujuh peserta yang masih terjebak di Hotel Roa-Roa tempat para atlet menginap. Mereka adalah Petra Mandagi, Ardi Kurniawan, Glen Mononutu, Reza Kambey, Lee Dong Jin, Fahmi, Franky Koas," ujar Imam Nahrawi.

Pada akhirnya, Indonesia harus mengakui kesedihanya. Empat atlet terbaik mereka ditemukan di antara reruntuhan Hotel Roa Roa. Mereka adalah Petra Mandagi, Glen Mononutu, Franky Koas, serta Ardi Kurniawan. Selain itu dikabarkan juga bahwa jenazah atlet Korea Selatan, Lee Dong Jin, juga ditemukan dan dikremasi, sebelum abunya dipulangkan ke tanah kelahirannya.

Sementara itu ada satu korban yang selamat meski sempat terjebak reruntuhan selama enam jam. Dia adalah Viki Mahardika, atlet paralayang asal Batu, Jawa Timur. Ditemukan dengan keadaan luka-luka, usai menjalani perawatan Viki kemudian dipulangkan ke kota asalnya. Sementara untuk pencarian korban lainnya, Kemenpora berkoordinasi dengan Gendon, yang merupakan kepala pelatih timnas paralayang.

Di kesempatan yang sama, Menpora Imam Nahrawi mengungkapkan janjinya bahwa pemerintah pasti bakal memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk para korban yang mengalami musibah.

"Pemerintah bersama pengurus paralayang akan berusaha memenuhi hak-hak para atlet khususnya atlet pelatnas ini karena mereka masih dalam tanggungan negara. Kita akan memberikan hak-haknya sekaligus memberikan santunan kepada keluarga nanti. Semoga arwah mereka pahlawan olahraga diterima Allah SWT dan amal-ibadahnya diterima Allah SWT," tutupnya.

Ketua Paralayang Indonesia, Wahyudi, berduka bagi para pahlawan paralayang yang menjadi korban gempa Palu. Ia menyebutkan bahwa Ardi Kurniawan sempat menduduki peringkat pertama dalam keiuaraan paralayang nomor lintas alam. Selain itu Wahyudi mengenang Reza Kambey, atlet yang juga berasal dari Kota Malang dan ikut tertimbun reruntuhan Hotel Roa Roa.

"Sisanya seperti Petra, Glen, Franky merupakan atlet pionir paralayang Sulawesi Utara, selama ini Sulut dikenal dengan kegiatan terjun payung tetapi dengan adanya mereka kegiatan paralayang Sulut menjadi berkembang. Satu lagi ada Fahmi, beliau memang dari TNI AU yang aktif ikut paralayang," pungkas Wahyudi.

(kly/tmi)

Rekomendasi

Trending