Jatuh dari Lift, Evakuasi Pria Obesitas di Malang Habiskan Waktu Hingga 3 Jam Lebih

Selasa, 10 Mei 2022 11:41
Jatuh dari Lift, Evakuasi Pria Obesitas di Malang Habiskan Waktu Hingga 3 Jam Lebih
Dwi Ariesta Wardana dilarikan ke ruangan ICU RSSA Malang / Credit Foto: KapanLagi.com - Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Seorang pria obesitas bernama Dwi Ariesta Wardana (38) di Kota Malang terjatuh bersama lift yang ditumpangi di rumahnya. Pria berbobot 275 Kg itu diceritakan jatuh saat hendak turun dari lantai 2 rumahnya.

Lift mengalami patah string hingga terjatuh di lantai dasar. Akibat kejadian tersebut, korban yang mengalami patah di kedua kakinya kesulitan dalam proses evakuasi.

"Orang kampung berusaha mengeluarkan dari lift, sekitar 3 jam tidak bisa keluar. Soalnya ngepres dengan badannya Mas Aries ini," ungkap Ninik Endah Widayani, ibu dari Dwi Ariesta Wardana di rumahnya Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (9/5) malam.

1. Dapat Pertolongan dari Warga

Kata Ninik, warga sekitar rumahnya berusaha memberikan pertolongan dengan berbagai upaya. Korban pun akhirnya berhasil dikeluarkan dari lift oleh warga sekitar. Karena tubuhnya yang besar dan berat, korban ditidurkan di depan lift sambil menunggu datangnya pertolongan. Saat itu, warga berkoordinasi dengan PMI dan Damkar (PMK).

"Saya tidak tahu bagaimana akhirnya bisa keluar, ditidurkan di depan lift situ, sampai menunggu PMI dan Damkar. Ibu nggak bisa apa-apa," ungkapnya sambil menitikkan air mata.

2. Kronologi Kejadian

Ninik yang juga mengalami persoalan berat badan berlebih menceritakan, awalnya kakinya yang baru saja mengalami infeksi tidak-tiba pecah dan mengeluarkan darah. Ceceran darah yang cukup banyak tersebut membuatnya panik dan memanggil-manggil Aries yang berada di lantai 2.

"Itu darahnya banyak banget. Ibu panik, teriak meminta tolong ke Aries. Kenapa ini nak, sementara tisu sudah habis," katanya.

Saat itu korban sudah memberi respon jawaban, tetapi beberapa saat kemudian terdengar suara benturan keras. Ternyata suara itu bersumber dari lift yang biasa digunakan di rumah tiga lantai itu terjatuh.

Ninik dengan kaki yang berdarah-darah berusaha mendekati korban yang masih berada di dalam lift. Tetapi dengan kondisi saat itu tidak dapat berbuat apapun.

"Ya Allah, terus mama berbuat apa? Saya telepon adik, ternyata di luar sudah banyak orang yang mengira gas meleduk," ungkapnya.

Saat itu, beruntung tangan korban dalam posisi masih memegang remote pagar depan. Sehingga para tetangga bisa masuk dan memberikan pertolongan.

Namun karena tubuh korban yang cukup berat warga mengalami kesulitan evakuasi. Warga hanya dapat mengeluarkan dari lift, sebelum kemudian petugas PMI berkoordinasi dengan Damkar.

3. Tak Bisa Masuk ke Dalam Mobil Ambulance

Sementara itu, Noufal Zhorifah selaku petugas PMI Kota Malang menceritakan, evakuasi mengalami kesulitan karena akses yang sangat terbatas. Berat tubuh korban membutuhkan lokasi luas untuk bisa mengangkat dengan lebih banyak personel.

"Karena korban ini memiliki berat badan yang lebih, membutuhkan akses lebih luas. Korban tidak bisa kita angkat seperti korban biasanya, butuh teknik dan tenaga ekstra. Apalagi korban mengalami cidera," ungkapnya.

Korban dengan ukuran tubuhnya juga tidak bisa dimasukkan ke dalam ambulance saat dibawa ke rumah sakit. Tetapi tetap menuntut kehati-hatian agar tidak memperparah lukanya.

Saat ini korban telah mendapatkan perawatan di RSSA Malang. Korban telah meninggalkan ruangan ICU, dan telah menyelesaikan perawatan lukanya.

(kpl/dar/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI