Kecelakaan Lift di RS Unisma Tewaskan 4 Orang, Diduga Akibat Kelalaian Kerja

Minggu, 13 September 2020 14:08
Kecelakaan Lift di RS Unisma Tewaskan 4 Orang, Diduga Akibat Kelalaian Kerja
Credit: KapanLagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Sebuah kejadian yang cukup mengerikan baru saja terjadi di Rumah Sakit Universitas Islam Malang (UNISMA), di mana sebuah lift jatuh dan memakan korban jiwa. Total 4 orang pekerja meninggal dunia dan 6 orang lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat kelalaian kerja. Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengungkapkan sejumlah pihak telah dimintai keterangan guna menyelidiki insiden ini. Tim Labfor Polda Jatim diterjunkan guna identifikasi alat bukti di lokasi kejadian.

"Kalau lihat keterangan saksi di TKP, ini lalai dari pekerjaan. Karena lift yang dibuat peruntukannya untuk barang, bukan untuk dinaiki orang yang muatannya banyak. Sehingga talinya nggak kuat menahan beban yang dinaiki pekerja 11 orang, melebihi muatan sehingga talinya putus," kata AKP Azi Pratas Guspitu di Mapolresta Malang Kota, Rabu (9/9).

1. Tersangka Belum Ditetapkan

Penyidik telah meminta keterangan  5 orang saksi dari keluarga korban serta 4 pekerja bangunan yang selamat. Pemeriksaan terus berkembang dengan memanggil saksi lain yang dibutuhkan dalam penyelidikan tersebut.

"Nanti kita lihat hasil pemeriksaan selanjutnya seperti apa, akan kami panggil. Belum ada penetapan tersangka, sekarang kami masih periksa saksi-saksi. Hasil dari pemeriksaan dari penyidik seperti apa kalau ada tersangka ya nanti kami tetapkan tersangka dengan mekanisma dan prosedur yang kami jalani" tegasnya.

2. Kronologi Kejadian

Kronologinya, para pekerja tersebut hendak kembali bekerja setelah jam istirahat menuju lantai 9. Sebanyak 11 orang menggunakan lift barang, sebelum kemudian string putus dan terjatuh bersama penumpangnya.

"Mungkin lebih cepat untuk menghemat waktu maka lewat lift itu, yang biasa dipakai sehari-hari barang. Walaupun ada orangnya tapi nggak sebanyak itu, maksimal 5," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut 10 orang menjadi korban dengan 4 di antaranya meninggal dunia dan 6 luka berat. Korban luka berat masih menjalani perawatan di RS Unisma dan lainnya dirujuk ke RS Batu dan RSSA.

"Mereka patah tulang bagian kaki dan tangan," tegasnya.

(kpl/dar/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI