Kesaksian Penggali Makam Sutopo Humas BNPB, Tanahnya Beda dari Makam Lainnya

Senin, 08 Juli 2019 13:20 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Kesaksian Penggali Makam Sutopo Humas BNPB, Tanahnya Beda dari Makam Lainnya
© Liputan 6


Kapanlagi Plus - Indonesia kembali berduka. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana bapak Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada hari Minggu (7/7).

Beliau tutup usia di Guangzhou, Tiongkok pada pukul 02.20 waktu setempat. Sutopo meninggal dunia setelah melawan penyakitnya, yaitu kanker paru-paru.

Sutopo sendiri dimakamkan di TPU Sasonolayu, Boyolali pada Senin (8/7/2019). Dilansir Grid, penggali makam Sutopo memberikan kesaksian tentang makam yang digalinya tersebut.

 

1. Digali Dengan Cepat

Adalah Suwarto, pria berusia 56 tahun ini yang menggali makam untuk jenazah Sutopo. Dirinya mengatakan jika penggalian makam Sutopo sangatlah singkat, yaitu hanya 2 jam saja.

Padahal dirinya menyebutkan jika penggalian makam dengan waktu normal biasanya sampai 4 jam. Hal ini dikarenakan tanah di makam tersebut yang padas dan terdapat banyak batu besar.

2. Penggalian Lebih Mudah

Namun ketika giliran menggali makam Sutopo, tak ada batuan besar di dalamnya. Makamnya terdiri dari kerikil kecil yang membuat proses penggalian terasa lebih mudah.

"Biasanya 4 jam lebih, bahkan ada yang seharian. Bentuknya padas, banyak batu besar saat menggali, tapi makam Pak Sutopo hanya kerikil kecil. Alhamdulillah cepat," ucapnya.

3. Tanah Gembur

Penggali kubur lainnya bernama Suparno menyebutkan jika tanah yang diperuntukkan bagi makam Sutopo sangat gembur. Itulah yang membuat tanah tersebut juga cukup mudah digali.

"Tanahnya itu gembur (tidak keras), jadinya menggalinya mudah banget. Ya mungkin karena kebaikan Pak Sutopo semasa hidup, bermanfaat untuk banyak orang di Indonesia," tuturnya.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI