Keterangan RSSA Malang Soal Peningkatan Pasien Covid-19

Diterbitkan:

Keterangan RSSA Malang Soal Peningkatan Pasien Covid-19
Pasien Corona. ©2021 Antara

Kapanlagi.com - Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang mengalami peningkatan. Kamar isolasi penuh dan tingkat keterisian kamar (BOR) meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Alarm, di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar Malang (RSSA) penuh pasien COVID-19. Ruang isolasi juga penuh, sementara UGD-nya stagnan," tulis Prof. Zubairi Djoerban, Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam cuitan di akun twitternya @ProfessorZubairi, Jumat (18/11).

"Dari info yang saya gali, tingkat keterisian (BOR) RSSA untuk pasien kasus COVID-19 sebesar 48%. Cukup signifikan, karena sebelumnya rata-rata BOR rumah sakit di Indonesia ada di bawah 5%," sambungnya.

1. Bisa Ditangani dengan Baik

Dony Iryan Vebry Prasetyo, Kasubbag Hukum, Humas dan Pemasaran RSSA Malang membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien. Tetapi ditegaskan bahwa para pasien bisa tertangani dengan baik.

"Semua bisa dirawat. Ada peningkatan tapi tidak sampai penuh dan stagnan," kata Dony Iryan Vebry Prasetyo dalam pesannya, Sabtu (19/11).

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Tetap Jaga Prokes

Dony mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga prokes, karena memang itu yang saat ini bisa dilakukan untuk melidungi diri, keluarga dan sekaligus membantu pemerintah. Masyarakat diharapkan tetap menjaga kewaspadaan atas kemungkinan tertular dari Covid19.

"Tetaplah menjaga prokes yang selama ini sudah kita lakukan dan menjadi kebiasaan hidup baru. Vaksin juga harus terus ditingkatkan cakupannya karena itulah ikhtiar yang bisa kita lakukan saat ini," katanya.

3. Jumlah Pasien Dinamis

Terkait data, Dony menegaskan bahwa jumlah pasien sangat dinamis antara yang datang maupun pulang dari isolasi. Tetapi dipastikan bahwa keseluruhan pasien dapat tertangani dengan baik.

"Ada peningkatan memang, seiring juga data positive Jatim, namun insyaallah bukan stagnan, kita perlu observasi dan melakukan tes swab untuk penapisan. RSSA saat ini masih dapat merawat pasien dengan indikasi Covid19 dan akan melakukan disaster plan yaitu pengerahan SDM dan ruang perawatan jika memang diperlukan, " pungkasnya.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/dar/dyn)