Potret Vicky, Korban Tragedi Kanjuruhan Pakai Kruk Nekad Cari Keadilan ke Jakarta

Selasa, 22 November 2022 21:25
Potret Vicky, Korban Tragedi Kanjuruhan Pakai Kruk Nekad Cari Keadilan ke Jakarta
Credit:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Kaki Vicky Eka Saputra masih belum sembuh setelah menjalani serangkaian operasi akibat Tragedi Kanjuruhan Malang. Langkah jalannya masih kesulitan dan harus disangga dua kruk.

Kedua kaki Vicky belum dapat ditekuk secara sempurna. Ia tampak kesulitan saat mau berdiri dari tempat duduknya, begitupun sebaliknya.

1. Ingin Sampaikan Pesan

Tapi Vicky tetap nekad bergabung bersama para korban dan keluarga Tragedi Kanjuruhan ke Jakarta. 50 Orang perwakilan keluarga korban meninggal dunia dan para korban luka-luka mencari keadilan atas tragedi yang menelan 135 korban jiwa serta 700 lebih korban luka-luka itu.

"Saya ingin menyampaikan pesan agar pengusutan kasus ini dapat berjalan seadil-adilnya," tegas Vicky Eka Saputra saat ditemui jelang keberangkatan di Sekretariat Tim Gabungan Aremania (TGA) Gedung KNPI Jalan Kawi Kota Malang.

"Supaya masalahnya cepat selesai, biar kelar. Soalnya dua teman saya sudah menjadi korban meninggal dunia, pulang ke rahmatullah," ucapnya sambil menunduk, seolah mengenang almarhum sang sahabat.

2. Diperiksa Jadi Saksi

Vicky mengaku sehat dan yakin dapat bergabung bersama teman-teman seperjuangannya. Orang-orang di sekitar, diyakini akan membantunya untuk sekadar memapah kala berdiri. Apalagi dirinya juga didampingi oleh keluarga almarhum sahabatnya (almarhum) Reyvano Dwi Afriansyah yang turut dalam rombongan. 

Vicky juga mengaku kalau sebelumnya baru saja menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Jatim. Remaja asal Kebonsari, Ngebruk, Sumber Pucung, Kabupaten Malang menjalani pemeriksaan di Polres Malang.

"Kemarin juga dimintai keterangan di Polres. Jadi kemarin saat mau tidur, didatangi dua orang tamu yang memberikan surat panggilan ke Polres Malang," katanya.

3. Sempat Bingung dan Takut

Kata Vicky, awalnya pemeriksaan akan dilakukan di Surabaya, tetapi karena tidak bisa kemudian dilakukan di Polres Malang. Ia sempat bingung dan takut, tetapi kemudian dapat pendampingan dari Tim Advokasi Aremania.

"Kemarin yang ditanya lebih dominan soal pintu keluar masuk di Tribun," tegasnya.

4. Kaki Tersangkut Pagar

Saat Tragedi Kanjuruhan, Vicky menonton bersama teman-temannya di Tribun 12. Saat tembakan gas air mata, Ia berusaha keluar dengan berdesak-desakkan.

"Saat pagar roboh, sepatu saya nyangkut di pagar. Saya bisa lepas setelah sepatu terlepas (dari pagar) baru saya bisa lepas. Tapi tahu-tahu kaki sudah patah," kisahnya.

5. Kondisi Vicky

Kondisinya saat itu sadar dan merasakan sakit luar biasa. Ia meminta tolong orang di sekitarnya untuk diangkat minggir, karena saat itu masih banyak penonton yang berjatuhan dan menimpa orang di bawahnya.

"Saya terus dipinggirkan, kemudian dibawa ke musholla. Setelah diam di situ lama-lama teman-teman mencari saya mengetahui (keberadaan) saya," katanya.

6. 1 Bulan Lebih Tak Sekolah

Saat itu beberapa teman berkumpul tetapi belum bisa membawanya keluar Stadion. Karena teman-temannya masih sesak nafas karena gas air mata. Karena sakit kakinya itu, Vicky mengaku sudah 1 bulan lebih 10 hari tidak masuk sekolah. Baru sekitar seminggu, dirinya sudah mulai masuk sekolah.

"Terus ada satu teman yang masih kuat, dia minta tolong ke TNI dan ditolongin," katanya.

 

(kpl/dar/dyn)



MORE STORIES




REKOMENDASI