Kisah Haru Bocah Cilik Selamatkan Ibunya Saat Terhanyut Tsunami Palu

Sabtu, 06 Oktober 2018 15:10 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Kisah Haru Bocah Cilik Selamatkan Ibunya Saat Terhanyut Tsunami Palu
Al Zakyandra dan Bintang Mahardika (Liputan6.com/Ahmad Yusran)


Kapanlagi Plus - Sudah sepekan sudah gempa tsunami melanda Palu, Donggala dan sekitarnya. Meski begitu bencana tersebut masih menyisakan beragam kisah dari para korban. Mereka akan selalu teringat bagaimana mereka menyelamatkan diri.

Sebuah kisah haru ini datang dari seorang ibu yang selamat bersama kedua anaknya. Diketahui jika ibu ini bernama Aslina Rahmawati Azis dan kedua anaknya Al Zakyandra (5) dan Bintang Mahardika (1). Mereka adalah warga kota Palu.

Aslina pun menceritakan bagaimana ia dan kedua anaknya selamat dari terjangan tsunami saat mereka berada di Pantai Talise. Ia mengungkap dirinya sempat melihat gelombang air yang begitu tinggi.

"Sebelum gempa terjadi dan berhenti, saya pakaikan jaket si Bintang anak bungsu kami di tugu kuda yang jaraknya sangat dekat anjungan pantai Talise. Tiba-tiba semua orang berhamburan. Karena panik, dan sempat melihat ke arah pantai tiba-tiba air laut dengan gelombang tingginya datang. Saya dan kedua anak saya tarik untuk pergi menjauh dari patung tugu kuda," kata Aslina seperti yang dilansir Liputan6.com, Jumat (5/10/2018).

1. Sempat Tak Sadarkan Diri

Aslina mencoba berteriak meminta tolong sambil menarik kedua tangan anaknya. Ia pun langsung mendatangi mobil dengan pintu terbuka. Namun sayang, ia malah ditendang keluar dari mobil dan terpental ke aspal yang sudah digenangi air laut.

Aslina beserta kedua anaknya hanyut terbawa arus. Namun mereka berusaha menyelamatkan diri. Hingga akhirnya Aslina mengaku pasrah.

"Aliran air laut saat itu sangat kuat menerjang dan begitu cepat. Selain mobil yang bergerak hanyut dengan balok-balok kayu. Saya lihat anak saya terbawa air, dan pasrah sudah. Karena tangan saya terlepas dari pegangan mereka, saya pasrah sudah karena ikut juga hanyut dan minum air laut bercampur lumpur. Bahkan, tidak sadarkan diri beberapa saat," ucap Aslina.

2. Sang Anak Menarik Tangannya

Aslina juga sempat melihat puluhan orang yang juga ikutan hanyut. Sama dengannya mereka juga berteriak meminta tolong. Saat dirinya tak sadarkan diri, ia pun sudah terlepas dari kedua anaknya.

"Saya sudah pasrah dan berdoa selamatkan anak saya Tuhan.Tapi tidak tahu kenapa, saya yang seperti berada di dunia lain. Tiba-tiba terjaga dari pingsan oleh suara dan tangan Al Zakyandra yang begitu kuat menarik saya dari aliran air yang menghanyutkan kami bertiga. Ucapan Al saat itu 'Bunda..bunda bangun'," cerita Aslina sambil menangis.

Melihat kondisi air laut surut. Tiba-tiba ia melihat sebuah mobil berwarna putih menghampiri mereka bertiga. Langsung saja mereka masuk menyelamatkan diri.

"Sementara mobil yang penumpangnya tadi menendang kami ke aspal jalan itu saya lihat hanyut dihantam gelombang. Sementara mobil yang kami tumpangi, dan pengemudinya saya tidak tahu sama sekali bisa meluncur dengan selamat diantara mobil-mobil yang ada saat itu," ujarnya.

3. Rasakan Trauma

Setelah kejadian tersebut Aslina mengaku trauma, terlebih lagi pada kedua anaknya. Melihat pantai dan air laut saja, kedua anak Aslina merasa enggan. Bahkan untuk minum air putih saja mereka tidak mau.

Kedua anak Aslina tak mau minum selain susu. Hal ini terjadi karena kondisi sang anak yang masih trauma akibat meminum air laut dan lumpur.

Sementara ini ia dan anak-anaknya berada di pengungsian Kabupaten Luwuk. Di sini mereka ingin melakukan beberapa pemulihan psikologi terutama pada sang anak.

Kondisi rumah mereka pun rusak berat. "Rumah kami rusak tulang penyangganya, lantai keramik semua terangkat. Dan barang-barang semua berhamburan. Usai dari Luwuk saya beserta anak-anak akan ke Makassar ke rumah orangtua," pungkasnya.

(kpl/lip/gen)



MORE STORIES




REKOMENDASI