Kondisi Cacat, Seorang Pria Ethiopia Semangat Jadi Wirausaha
© VOA
Kapanlagi.com - Menurut data Global Multidimentional Poverty Index (MPI) yang diterbitkan oleh Universitas Oxford tahun 2014 silam, Ethiopia menduduki peringkat dua seabgai negara termiskin di dunia. Posisi pertama negara termiskin dipegang oleh Nigeria yang juga terletak di Benua Afrika. Penelitian ini dilakukan terhadap 108 negara berkembang di seluruh dunia yang mengalami kemiskinan.
Meski menjadi negara Afrika yang merdeka tertua dan memiliki budaya serta sejarah yang kaya, pendapatan per kapita warga Ethiopia dalam satu tahun hanyalah Rp 3,4 juta saja. Jumlah ini cukup jauh bila dibandingkan dengan Indonesia, pendapatan per kapita Indonesia saat ini mencapai Rp 47 juta berdasarkan data bank dunia.

Rupanya menjadi negara dengan angka kemiskinan tinggi tak membuat warga Ethiopia menerima nasib begitu saja. Seorang pemuda berusia 23 tahun bahkan masih semangat berjuang meski kondisi tubuhnya tak sempurna. Pemuda ini bernama Hailish Gebrselassie.
Advertisement
Nama pemuda yang menjadi pemilik bengkel las ini memang mirip dengan seorang atlet marathon Ethiopia, Haile Gebrselassie, namun kondisi fisik keduanya sungguh berbeda. Haile memiliki kaki dan tangan yang tumbuh sempurna, sementara Hailish hanya memiliki tangan yang pendek akibat kegagalan perkembangan bagian tubuh sejak lahir.

Bisa dibilang Hailish adalah pemuda tuna daksa dan hasta. Uniknya dalam kondisi tak sempurna tersebut Hailish malah menjadi seorang wirausaha dengan membuka bengkel las. Disabilitas fisik yang dialaminya tidak menghalangi untuk menjadi produktif. Bahkan Hailish masih tetap dapat menggunakan tangannya yang tak tumbuh sempurna layaknya tangan orang normal kebanyakan.
Di usia 23 tahun dan bengkel las yang dimilikinya, Hailish telah mempekerjakan 3 orang. Hailish bahkan dapat memodifikasi kendaraan yang dipakainya sehari-hari sama bagusnya dengan hasil modifikasi pegawai bengkel profesional. Inspiratif banget bukan kemampuan serta kemauan Hailish untuk tetap berkarya dalam kondisi fisik yang terbatas. Kalau Hailish saja pantang menyerah, kita tak boleh pantang menyerah juga dong KLovers!
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(voa/agt)
Advertisement
