Liburan Tanpa Sembelit Ala Travel Blogger

Sabtu, 28 September 2019 00:01 Penulis: Wuri Anggarini
Liburan Tanpa Sembelit Ala Travel Blogger
©KapanLagi/TP Stella Maris

Kapanlagi Plus - Liburan menjadi salah satu cara untuk mengapresiasi diri. Ya, setumpuk pekerjaan atau aktivitas yang menyita pikiran, patut dirayakan dengan relaksasi.

Persiapan menyambut liburan, pasti sudah KLovers lakukan kan? Nah bicara tentang persiapan liburan, travel blogger Awan Yulianto berbagi pengalamannya nih KLovers.

Oh ya, di dunia traveling nama Awan sudah tak asing lagi. Dia bukan hanya seorang blogger, tapi juga travel writer yang sempat merilis buku travelingnya, salah satunya Shortrip Bangkok-Pattaya.

Dalam acara Talk Show bersama Dulcolax dengan tema Go With Your GUT, di Jakarta, Sabtu (21/9), Awan menjelaskan kalau menikmati momen liburan tak sepenuhnya butuh budget yang berlebihan.

Jika pergi jarak jauh, pastikan KLovers memilih transportasi (pesawat atau kereta api) dengan memesan tiket dari jauh-jauh hari, seperti tiga bulan sebelumnya. KLovers juga disarankan berlibur bersama teman, agar bisa lebih hemat dalam hal penginapan atau makanan supaya bisa saling icip. 

©KapanLagi/TP Stella Maris©KapanLagi/TP Stella Maris

Selain budget, Awan juga menegaskan agar KLovers harus menjaga tubuh agar tetap sehat, agar momen liburan selalu menyenangkan. Tapi karena faktor perjalanan jarak jauh, sering kali yang dirasakan adalah jet lag. Duh, jet lag yang terjadi karena penyebab perubahan zona waktu memang cukup mengganggu kesehatan, KLovers.

Salah satu gejala yang dirasakan akibat jet lag bukan hanya gangguan tidur, rasa lelah saja, tapi juga mengganggu pencernaan. "Maka dari itu bagi saya, menjaga kesehatan pencernaan selalu menjadi prioritas, supaya agenda kegiatan berjalan lancar."

Masalah pencernaan, diakui Awan berkaitan dengan pengalamannya susah buang air besar (BAB) atau sembelit. "Biasanya susah BAB atau sembelit dipicu perubahan pola makan, stress, dan kurang olahraga ketika traveling. Saya bahkan pernah mengalami susah BAB atau sembelit karena tidak nyaman dengan kondisi toilet di tempat wisata sehingga saya kerap menunda BAB."

Solusi Sembelit Saat Traveling

Berkaca dari pengalaman Awan sebagai traveler, pastinya KLovers juga enggak mau kan momen liburanmu berantakan karena sembelit? Head of Marketing Consumer Healthcare Sanofi Indonesia, Adisti Nirmala menjelaskan susah BAB atau sembelit terjadi ketika saluran pencernaan tidak dapat berfungsi dengan normal.

Jika dibiarkan dan tidak diobati, sembelit dapat mengakibatkan pendarahan pada anus bahkan bisa menyebabkan luka pada anus dan sumbatan usus. Maka dari itu, Adisti menyarankan untuk mengonsumsi Dulcolax ketika frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Yosephine Carolline selaku Category Manager Consumer Healthcare Sanofi Indonesia menambahkan, Dulcolax hadir sebagai solusi yang dapat diandalkan untuk mengatasi masalah sembelit. Untuk memenuhi kebutuhkan konsumen, Dulcolax hadir dalam berbagai varian produk baik berupa tablet, sirup maupun supositoria.

Nah sebagai solusi praktis bagi kamu yang sering traveling, Dulcolax Tablet hadir dalam kemasan yang berisi empat tablet (4s) yang mudah dibawa kemanapun untuk keperluan traveling. Selain itu, Dulcolactol (varian sirup dari Dulcolax), juga cocok digunakan mulai dari anak-anak hingga lansia.

©KapanLagi/TP Stella Maris©KapanLagi/TP Stella Maris

"Rangkaian produk Dulcolax memiliki waktu kerja yang terprediksi, cepat atasi sembelit, dan memberikan rasa nyaman, sehingga setiap orang dapat kembali melakukan aktivitasnya, terutama pada saat melakukan traveling jarak jauh sekalipun," jelas Yosephine.

Cara minumnya sesuai aturan pakai, yaitu 1-2 tablet sehari diminum sebelum tidur. Itu karena butuh waktu sekitar 6-12 jam setelah dikonsumsi, untuk muncul rasa ingin BAB.

"Bagi para traveler, kami menawarkan Dulcolax tablet 4s yang praktis dibawa dan memiliki waktu kerja obat yang terprediksi sehingga tidak mengganggu aktivitas traveling," tambah Yosephine.

©KapanLagi/TP Stella Maris©KapanLagi/TP Stella Maris

Untuk diketahui, sebelum talk show dimulai, Dulcolax menampilkan flashmob yang berhasil menarik perhatian para pengunjung Kompas Travel Fair (KTF) di Jakarta Convention Center (JCC). Dari flashmob itu, tak sedikit pengunjung yang kian penasaran dengan acara sharing pengalaman travel blogger, Awan Yuliawan.

Dengan adanya acara talk show ini, diharapkan masyarakat dapat lebih teredukasi lagi mengenai sembelit terutama saat perjalanan jarak jauh. Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi booth Dulcolax yang menghadirkan permainan seru dan tempat foto Instagramable.

©KapanLagi/TP Stella Maris©KapanLagi/TP Stella Maris

Reporter: TP Stella Maris

 

 

(kpl/stl)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI