Mantan Napi Korupsi Idrus Marham Kini Jabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar

Mantan Napi Korupsi Idrus Marham Kini Jabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar
Idrus Marham (Credit: WIkipedia)

Kapanlagi.com - Idrus Marham, sosok politik yang berasal dari Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu tokoh sentral di Partai Golkar, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, ia diangkat sebagai Wakil Ketua Umum Fungsi Kebijakan Publik 2.

Namun, pengumuman ini tak lepas dari kontroversi, memicu beragam reaksi di masyarakat, terutama mengingat latar belakangnya yang penuh warna akibat keterlibatannya dalam skandal korupsi proyek PLTU Riau-1.

Dalam perjalanan kariernya yang gemilang, Idrus pernah mengisi berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Menteri Sosial. Namun, semua itu terbayang dengan masalah hukum yang kini menghantui namanya.

Kini, dengan penunjukan terbarunya, masyarakat kembali mempertanyakan, apakah Idrus akan mampu mengemban amanah ini dengan baik, ataukah bayang-bayang masa lalu akan terus membayangi langkahnya?

1. Kehidupan Awal dan Pendidikan Idrus Marham

Idrus Marham, yang lahir di Patampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan pada 14 Agustus 1962, menunjukkan semangat belajar yang mengesankan sejak dini.

Setelah menuntaskan pendidikan di SMA Negeri Pare-Pare, ia melanjutkan perjalanan akademiknya di Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin, Makassar, sebelum meraih gelar S-2 di IAIN Walisongo, Semarang.

Namun, kecintaannya pada ilmu pengetahuan tak pernah pudar; pada tahun 2009, ia berhasil menggenggam gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude, berkat disertasinya yang mendalam mengenai perkembangan demokrasi di tanah air.

(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)

2. Awal Karier Politik

Karier politik Idrus Marham melesat sejak ia terpilih sebagai anggota MPR RI pada Pemilu 1997, menandai awal perjalanan cemerlangnya di panggung politik nasional.

Tak puas hanya di situ, ia melanjutkan kiprah gemilangnya dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat selama tiga periode berturut-turut dari 1999 hingga 2014.

Selain itu, Idrus juga aktif berkontribusi dalam organisasi kepemudaan, menjabat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada 2002-2005 dan meraih posisi sebagai Wakil Presiden World Assembly of Youth pada 2005, menunjukkan dedikasinya yang tak terbantahkan terhadap generasi muda dan pembangunan bangsa.

3. Kiprah di Partai Golkar dan Jabatan Menteri Sosial

Idrus Marham, sosok yang tak terpisahkan dari Partai Golkar, mengawali perjalanan politiknya dengan langkah berani saat mengundurkan diri dari DPR RI pada 2011 untuk mengisi posisi Sekretaris Jenderal partai beringin tersebut.

Dengan berbagai strategi cerdas, ia berhasil mengukir pengaruh yang signifikan di dalam tubuh Golkar. Puncak kariernya tiba pada Januari 2018 ketika ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Namun, sayangnya, masa kejayaannya di kementerian harus terhenti dengan cepat akibat skandal yang menghampirinya.

4. Kasus Korupsi PLTU Riau-1

Nama Idrus Marham mencuri perhatian publik ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam skandal korupsi proyek PLTU Riau-1 pada Agustus 2018. Ia dituduh menerima suap sebesar USD 1,5 juta dari pengusaha Johannes Kotjo yang terlibat dalam proyek kontroversial tersebut.

Dalam sidang yang digelar pada tahun 2019, Idrus dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun, namun hukuman itu diperberat menjadi lima tahun saat proses banding. Meski demikian, Mahkamah Agung memberikan keringanan hukuman yang membuat perjalanan hukum Idrus semakin menarik untuk disimak.

5. Sisi Lain

Meski namanya sering terlibat dalam kontroversi, Idrus Marham tetap bersinar sebagai sosok yang mengutamakan pendidikan. Sebelum mengarungi samudera politik, ia mengabdikan diri sebagai dosen di beberapa universitas ternama, termasuk Universitas Islam Attahiriyah dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, di mana dedikasinya berbuah penghargaan sebagai Dosen Terbaik.

Dalam kehidupan pribadinya, Idrus mengikat janji suci dengan Ridho Ekasari pada tahun 2009, mantan presenter Metro TV yang terkenal melalui program-program keagamaan. Pernikahan megah mereka berlangsung di Masjid Kubah Emas, Depok, disaksikan oleh dua tokoh nasional terkemuka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menambah nuansa istimewa dalam momen bahagia tersebut.

6. Apa latar belakang pendidikan Idrus Marham?

Idrus mengukir prestasi gemilang dalam dunia akademik dengan menempuh pendidikan tinggi di IAIN Alauddin Makassar dan IAIN Walisongo. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan langkahnya hingga meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada, menunjukkan dedikasi dan komitmennya yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan.

7. Mengapa Idrus Marham terjerat kasus korupsi PLTU Riau-1?

Idrus terjerat dalam skandal korupsi yang mengguncang dunia bisnis, setelah terungkap bahwa ia diduga menerima suap mencapai USD 1,5 juta terkait proyek pembangkit listrik pada tahun 2018.

Kasus ini mengungkap sisi gelap dari praktik korupsi yang merugikan banyak pihak, dan kini namanya menjadi sorotan publik.

8. Bagaimana kiprah Idrus Marham di Partai Golkar?

Idrus, sosok yang telah lama mengukir jejaknya di Partai Golkar, bukan hanya sekadar anggota biasa.

Dengan pengalaman mumpuni sebagai Sekretaris Jenderal di masa lalu, kini ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum, menunjukkan dedikasinya yang tak tergoyahkan dalam mengawal perjalanan partai ke arah yang lebih gemilang.

9. Apa kontribusi akademis Idrus Marham?

Sebelum melangkah ke dunia politik yang gemerlap, Idrus telah mencetak prestasi gemilang di ranah akademis, di mana ia diakui sebagai Dosen Terbaik di Universitas Islam Attahiriyah.

Dedikasinya dalam mendidik dan membimbing generasi muda menunjukkan bahwa kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan tak kalah besarnya dengan semangatnya untuk berkontribusi dalam perubahan sosial.

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

(kpl/rmt)

Rekomendasi

Trending