Memahami Arti Komoditi, Jenis, dan Tipe, Ketahui Pula Sistem Perdagangannya

Jum'at, 08 Juli 2022 12:33
Memahami Arti Komoditi, Jenis, dan Tipe, Ketahui Pula Sistem Perdagangannya
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Istilah komoditi atau komoditas tentu bukan menjadi hal asing. Terutama bagi orang yang terbiasa membicarakan topik perdagangan. Namun, mungkin saja masih ada orang yang belum mengetahui arti komoditi secara mendalam.

Menurut KBBI, arti komoditi sama dengan komoditas, yaitu barang dagangan utama. Barang ini yang akan diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Komoditi tak hanya meliputi produk yang dibutuhkan sehari-hari, tapi juga hasil tambang, seperti batu bara, gas alam, logam mulia, dan lain sebagainya.

Nah, bagi kalian yang ingin tahu lebih dalam tentang arti komoditi, langsung saja simak informasi mengenai jenis, tipe, dan sistemnya berikut ini.

 

 

1. Apa Arti Komoditi?

Komoditi merupakan salah satu kosakata yang mungkin cukup sering kalian dengar, terutama saat membicarakan topik perdagangan. Namun sebenarnya, komoditi bukan kata baku dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata baku dari komoditi adalah komoditas.

Sesuai dengan pengertian KBBI, arti komoditi adalah barang dagangan utama; benda niaga. Selain itu, kata ini juga bisa dipahami sebagai bahan mentah yang dapat digolongkan menurut mutunya sesuai dengan standar perdagangan internasional, misalnya gandum, karet, kopi.

Produk atau barang yang diperdagangkan ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sebagai barang dagangan, komoditi yang bisa ditukar bisa berupa barang atau jasa dengan syarat nilainya sama.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa komoditi merupakan benda yang nyata dan mudah diperdagangkan. Benda ini harus berbentuk fisik. Komoditi mampu ditukarkan dengan barang lain dengan jenis sama, yang diperjualbelikan investor pada bursa berjangka.

 

 

2. Jenis Produk Komoditi

Tak hanya arti komoditi, untuk memahami hal ini secara menyeluruh, kalian juga perlu mengetahui jenis-jenis produk yang bisa diperdagangkan. Berikut ini terdapat penjelasan mengenai jenis komoditi yang bisa kalian pelajari.

1. Barang Logam

Jenis produk atau barang hasil pertambangan yang pertama bersifat logam. Komoditi dari jenis ini masih bisa dibedakan menjadi dua jenis lagi, yaitu logam industri dan logam berharga.

Untuk logam industri, produk yang dimaksud adalah tembaga, nikel, aluminium, magnesium, cobalt, titanium, timah, dan lain sebagainya. Biasanya, produk ini diperdagangkan menggunakan satuan berupa ons, kilogram, dan ton.

Di sisi lain, yang termasuk dalam jenis logam berharga adalah emas, perak, platinum, dan palladium. Komoditi pada umumnya dihitung dengan menggunakan satuan troy ons. Khusus produk emas, perdagangannya juga bisa dilakukan dengan menggunakan satuan kilogram.

2. Produk Energi

Produk energi juga berupa semua produk yang dihasilkan dari tambang serta eksplorasi. Namun, produknya dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan bakar.

Produk dari komoditi energi ini diperdagangkan dalam skala internasional menggunakan satuan metrik, ton, ataupun barel.

3. Produk Pertanian

Selanjutnya produk yang didapatkan dari hasil pertanian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keperluan manusia. Komoditi dari jenis pertanian juga dibedakan menjadi dua kelompok, yakni hasil perhutanan dan hasil pertanian.

Untuk hasil perhutanan adalah karet, sawit, kapas, rotan, dan lain sebagainya. Sedangkan pertanian meliputi beras, jagung, kopi, kedelai, gula, gandum, dan lain sebagainya.

 

 

3. Tipe Komoditas

Selain arti komoditi dan jenisnya, kalian juga perlu mengetahui tipe pada barang dagangan ini. Tipe atau klasifikasi komoditi dapat dilihat dari sifatnya.

Perlu kalian ketahui bahwa tipe komoditi dibagi menjadi dua tipe, yaitu komoditas keras dan komoditas lunak. Jika ingin mengetahui penjelasan lebih lanjut, silakan simak informasi berikut ini.

1. Komoditas Keras

Komoditas keras digunakan untuk menyebut berbagai produk yang berasal dari hasil alam. Hasil alam yang dimaksud adalah produk yang didapat melalui aktivitas seperti pertambangan atau ekstraksi.

Contoh produk tipe komoditas keras adalah minyak bumi, logam, dan lain sebagainya. Sebagian besar, tipe ini didominasi oleh bermacam-macam produk energi.

2. Komoditas Lunak

Jika tipe komoditas keras berasal dari tambang dan ekstraksi, tipe komoditas lunak berasal dari varian produk dari hasil perhutanan, pertanian, dan peternakan. Contoh produk komoditas lunak adalah gula, beras, garam, kedelai, karet, susu sapi, biji kopi, jagung, ikan, sawit, daging ayam, kayu jati dan lain sebagainya.

Untuk harga, produk tipe komoditas lunak memiliki pergerakan yang fluktuatif. Fluktuatif artinya memiliki harga yang bisa naik dan turun secara mendadak.

 

 

4. Sistem Perdagangan Komoditi

Agar lebih memahami arti komoditi, kalian juga perlu memahami sistem perdagangan yang ada. Berbeda dengan perdagangan pada umumnya, perdagangan komoditi memiliki sistem yang sedikit unik. Jika biasanya harga jual suatu produk ditentukan oleh penjual dan produsen, harga komoditi tergantung dari banyaknya permintaan dan penawaran di pasar. Fluktuasi harga sudah menjadi risiko yang umum dirasakan oleh pelaku perdagangan komoditas.

Naik turunnya harga bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya adalah kapasitas produksi, kondisi cuaca, musim, insentif atau larangan pemerintah, situasi politik, dan lain sebagainya. Hal inilah yang membuat perdagangan komoditas memiliki kontrak berjangka yang mana di dalamnya terdiri dari standar dasar atas jumlah serta kualitas minimum komoditi yang akan diperdagangkan.

Nah, itulah penjelasan mengenai arti komoditi yang bisa kalian pelajari.

 

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI