Memahami Arti Lillah Sebagai Keikhlasan dalam Hati dan Perbuatan Manusia

Sabtu, 22 Januari 2022 09:55
Memahami Arti Lillah Sebagai Keikhlasan dalam Hati dan Perbuatan Manusia
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Istilah "lillah" bukan sesuatu yang asing bagi umat Muslim. Bahkan, kata ini sudah diserap dalam bahasa Indonesia. Lalu, apa sih arti lillah sebenarnya?

Arti lillah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia demi (karena, untuk) Allah. Intinya, makna dari istilah ini adalah sebuah keikhlasan yang ada dalam hati dan perbuatan manusia.

Sebagai umat muslim, tentu kalian perlu mempelajari hal ini secara mendalam. Tak hanya berhenti pada arti lillah, tapi juga pada cara meraih dan tanda-tanda keikhlasan yang ada pada diri manusia, seperti yang ada dalam informasi berikut ini.

 

1. Arti Lillah

Arti lillah adalah "demi atau karena Allah SWT". Istilah ini menjadi salah satu kosakata Arab yang populer di Indonesia. Umat Muslim kerap mengucapkan istilah ini dalam berbagai kesempatan.

Asal dari lafal lillah adalah kata Allah yang terdiri dari alif, lam, lam, dan ha. Nah, saat huruf alif dihilangkan maka lafal Allah akan menjadi kata lillah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini diserap menjadi 'lillahi". Artinya di dalam KBBI pun sama, yakni demi (karena, untuk) Allah. Dilihat dari pengertian tersebut, mungkin kalian sudah mengira bahwa maknanya berkaitan dengan keikhlasan.

Manusia memang sudah seharusnya memiliki rasa ikhlas dalam melakukan berbagai hal hanya karena Allah SWT. Makna istilah ini memang sekaligus merujuk pada tingkat keikhlasan seseorang dalam berbuat.

 

2. Cara Meraih Keikhlasan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa arti lillah erat kaitannya dengan rasa ikhlas. Oleh karena itu, sebagai umat muslim tentu kalian harus peduli dengan cara-cara meraih keikhlasan dalam keseharian. Berikut ini terdapat informasi mengenai hal tersebut yang perlu kalian ketahui.

- Banyak Berdoa

Berdoa kepada Allah SWT adalah salah satu cara menolong seorang hamba untuk ikhlas. Doa tersebut bisa kalian pelajari dari doa yang sering Nabi Muhammad SAW panjatkan berikut ini:

"Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku pun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad).

Selain itu, melansir informasi dari laman muslim.or.id, Umar bin Khattab pun memiliki doa yang sering dipanjatkan, seperti berikut ini:

"Ya Allah, jadikanlah seluruh amalanku amal yang saleh, jadikanlah seluruh amalanku hanya karena ikhlas mengharap wajahmu, dan jangan jadikan sedikitpun dari amalanku tersebut karena orang lain."

- Sembunyikan Amal

Menyembunyikan amal kebaikan bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong hati seseorang merasakan keikhlasan. Kalian bisa menyembunyikan amal baik yang disyariatkan, seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan lain sebagainya. Menyembunyikan amal tersebut berarti mendorong diri untuk melakukan kebaikan hanya karena Allah SWT.

Selanjutnya, kalian bisa menyimak sabda Rasulullah SAW dalam hadis mengenai tujuh golongan yang akan dinaungi Allah berikut ini,

"Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya senantiasa terikat dengan mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, namun ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya tersebut hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sendiri hingga meneteslah air matanya." (HR Bukhari Muslim).

- Tak Perlu Berbangga Diri

Terlalu berbangga diri pada amal yang dilakukan bisa menyeret seorang hamba pada perbuatan ujub (berbangga diri) yang kemudian bisa merusak keikhlasan di dalam hatinya. Oleh karena itu, manusia perlu menghindari rasa berbangga diri.

Pasalnya, semakin bangga seseorang semakin besar kemungkinan rusaknya rasa ikhlas dalam amal tersebut.

 

3. Tanda-Tanda Keikhlasan

Tak hanya memahami arti lillah atau ikhlas, tapi kalian juga perlu mengetahui tanda-tanda keikhlasan pada diri manusia. Mempelajari pengetahuan semacam ini dapat mendorong kesadaran kalian untuk senantiasa ingat pada perbuatan yang dianjurkan.

- Kesamaan Lahir dan Batin

Kesamaan lahir dan batin seseorang dalam melakukan suatu amalan merupakan tanda keikhlasan seseorang. Secara lahir maupun batin, ia secara sadar menjalankan suatu kebaikan karena Allah SWT.

Pada sebuah hadis, Umar bin Khattab menerangkan bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung kepada niat. Dan setiap perkara itu tergantung apa yang diniatkannya. Siapa yang berhijrah dengan niat ingin dunia, maka ia akan mendapatkannya. Dan siapa yang behijrah karena Allah maka dia akan mendapatkannya." (HR. Bukhari)

- Melakukan Kebaikan Tanpa Ingin Dilihat

Seseorang yang ikhlas hatinya tak ingin amalnya diketahui kecuali oleh Allah SWT. Dengan begitu, ia tak akan mengharapkan sanjungan atau pujian yang mengakibatkan lunturnya keikhlasan.

- Tidak Riya

Manusia yang ikhlas hatinya tidak akan mencari perhatian selain kepada Allah SWT. Orang yang riya atau yang beramal karena dorongan nafsu akan terjerumus pada golongan beriman lisan, tapi munafik amal.

KLovers, itulah penjelasan mengenai arti lillah atau ikhlas yang sudah seharusnya ada dalam hati setiap manusia.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI