Menengok Persiapan Timnas e-Sports AOV di Asian Games 2018

Senin, 27 Agustus 2018 16:41 Penulis: Dwi Ariyani
Menengok Persiapan Timnas e-Sports AOV di Asian Games 2018
© Garena AOV

Kapanlagi Plus - Asian Games 2018 yang dilangsungkan di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Palembang, akan mencetak sejarah. Untuk pertama kali, pesta olahraga terakbar di Asia tersebut bakal dihiasi dengan kehadiran cabang baru, yakni Electronic Sports (e-Sports). Meskipun bertajuk ekshibisi, tapi jelas negara-negara yang terjun dalam cabang ini, termasuk Indonesia, akan menurunkan tim terbaik guna menghadirkan kebanggaan bagi bangsa di akhir kompetisi. Bagaimana tidak, medali yang diperebutkan merupakan medali pertama dalam cabang e-Sports selama sejarah Asian Games!

Tentu saja e-Sports ini memiliki perbedaan yang amat kentara dengan cabang-cabang lain yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Bukan sekadar kualitas fisik yang prima, tapi lebih dari itu diperlukan juga keterampilan, strategi cemerlang, kecepatan, dan koordinasi antar anggota tim supaya dapat menghadirkan kemenangan. Dari enam nomor e-Sports yang dipertandingkan, perhatian banyak tertuju pada Arena of Valor (AOV) berkat populernya permainan ini di kalangan gamers tanah air.

© Garena AOV© Garena AOV



Bukan hanya menyandang status sebagai salah satu Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) terbaik, AOV pun tercatat memiliki jumlah users yang ‘menggila' di seluruh dunia pada tiap bulannya. Memantau minat yang begitu menakjubkan, tak mengherankan apabila medali emas AOV di Asian Games 2018 akan diperebutkan oleh delapan tim dari delapan negara di seluruh penjuru Asia.

Melihat bejibunnya gamers berbakat di tanah air, tentu saja Indonesia menjadi salah satu negara yang bakal turut memperebutkan medali emas dari nomor AOV cabang e-Sports di Asian Games 2018. BritAma Arena, Kelapa Gading, Jakarta dipilih pihak Asian Electronic Sports Federation (AESF) sebagai venue penyelenggaraan cabang olahraga elektronik. Pertandingan perdananya sendiri akan digelar pada 26 Agustus 2018.

© Garena AOV© Garena AOV

Beberapa waktu lalu AESF telah mengumumkan bracket untuk cabang e-Sports AOV Asian Games 2018. Indonesia sendiri dijadwalkan melakoni pertandingan perdana pada tanggal 26 Agustus 2018 pukul 10.00 melawan musuh yang cukup berat, yakni China Taipei. Sebagai informasi, lawan pertama Timnas AOV Indonesia itu sebelumnya telah sering bertengger sebagai kandidat juara di pelbagai kejuaraan internasional. Lantas bagaimana persiapan Timnas Indonesia?

Menyiapkan Pemain Terbaik lewat Tiga Babak Kualifikasi

© Garena AOV© Garena AOV

Untuk mewakili Indonesia di kejuaraan e-Sports level Asia, tentunya diperlukan pemilihan skuat yang tak sembarangan. Kedalamannya harus tetap terjaga dengan peran seimbang di masing-masing posisi. Nah, buat menemukan sosok-sosok terbaik, diperlukan proses yang cukup panjang.

Dibantu Garena Indonesia, pemilihan timnas AOV dilakukan dalam tiga babak, yaitu Bracket Qualifier, Group Stage Round Robin, dan Challengers Voting. Proses kualifikasinya sendiri digelar dari tanggal 24 – 26 Mei 2018 dan diikuti oleh deretan tim AOV bergengsi dari seluruh Indonesia guna memperebutkan total lima kursi.

© Garena AOV© Garena AOV

Tentu saja masing-masing individu berusaha mempersembahkan performa terbaik di babak Group Stage Round Robin. Kemudian nama-nama terpilih diharuskan untuk memenangkan hati para penonton di tahap Challengers Voting. Setelah melalui tahap yang cukup sengit, akhirnya dipilihlah lima pemain inti timnas AOV Indonesia dan satu pemain cadangan untuk berlaga di Asian Games 2018 cabang e-Sports. Di antaranya yaitu, Glen “Kurus” Richard, Farhan “Hanss” Akbari, Hartawan “Yay WyvorZ” Muliadi, Ilham “Susugajah”, Muhammad “Ahmad”, dengan satu pemain cadangan bernama Franky”Easy” Ansen.

Persiapan Fisik Para Pemain

© Garena AOV© Garena AOV

Agar kemenangan dapat diraih, tentu saja aspek yang perlu dipersiapkan bukan hanya berkutat soal mental dan psikis saja. Dilihat dari dua faktor tersebut, tentu saja nama-nama terpilih di atas sudah amat teruji mengingat mereka bisa dibilang all-star-nya AOV di Indonesia. Namun, yang perlu dipersiapkan sebenarnya ada persiapan fisik dari para pemain.

Bertanding AOV juga diperlukan kondisi fisik yang prima karena seorang player diharuskan berjam-jam menatap layar smartphone dengan posisi yang sama. Selain itu, mereka pun diharuskan melakukan koordinasi dengan anggota tim lain supaya kesolidan tim tetap terjaga dan agar kemenangan dapat diraih.

Mengenai persiapan fisik tersebut, Putri selaku juru bicara timnas AOV Indonesia memberikan sedikit keterangan. Menurutnya sekarang ini kondisi fisik para pemain cukup sehat. Apalagi, tim Garena AOV Indonesia juga selalu memberikan supply makanan bergizi dan juga susu yang akan semakin support kondisi fisik. Secara mental dan psikis, para pemain dilatih untuk dapat mengendalikan emosi saat bermain agar tidak stres dan hilang fokus.

© Garena AOV© Garena AOV

Sebagai informasi, karena telah ditasbihkan sebagai sebuah cabang olahraga, di gelaran Asian Games 2018 atlet e-Sports pun diharuskan untuk menjalani tes fisik. Maka dari itu, para punggawa mesti berhati-hati dengan asupan harian supaya lolos tes medis. Ada deretan obat-obatan yang dilarang di perhelatan Asian Games 2018, seperti Methyltestosterone, Ethylestrenol, dan Quinbolone.

Lantas bagaimana langkah Timnas AOV dalam mempersiapkan diri? Guna mengantisipasi hal tersebut, para punggawa tidak diperbolehkan mengonsumsi daging sapi atau domba. Selain itu, pemilihan konsumsi obat-obatannya pun juga diperhatikan, bahkan untuk obat pilek sekalipun. Yang tak kalah vital adalah urusan minuman. Mereka benar-benar tak diperbolehkan mengonsumsi kopi, energy drink, dan apapun yang memiliki kandungan alkohol.

© Garena AOV© Garena AOV

Dengan pemeriksaan medis yang ketat seperti ini, diharapkan ke depannya e-Sports dapat menjelma jadi cabang olahraga yang benar-benar kompetitif. Hal ini amat penting mengingat e-Sports pun ternyata telah mencuri perhatian komite Olimpiade dunia. Bukan tak mungkin dengan penanganan profesional, e-Sports pun akan diperhitungkan sebagai cabang yang dipertandingkan di Summer Olympics 2020 di Tokyo Jepang.

Latihan dengan Tim Expert dari Luar Negeri

© Garena AOV© Garena AOV

Persiapan yang dilakukan timnas AOV untuk Asian Games 2018 tak hanya dengan memaksimalkan faktor internal saja. Guna meningkatkan kualitas untuk menyambut pertandingan perdana tanggal 26 Agustus 2018 nanti, jajaran manajemen pun menambah porsi latihan bersama tim expert dari luar negeri.

Putri mengaku jika sesi latihan dengan tim expert luar negeri memang terasa lebih berat bagi pemain. Namun, bisa memberikan pengalaman yang lebih baik. Meskipun dalam beberapa permainan mereka kalah, namun kekalahan tersebut membuat para pemain belajar lebih intensif. Dibantu dengan pelatih timnas China - Taipei, para pemain bisa menemukan cara untuk memperbaiki kesalahan yang mereka buat.

Menyatukan Komunikasi Antar Pemain

© Garena AOV© Garena AOV

Kelima anggota timnas berasal dari lima tim yang berbeda. Sudah tentu, untuk menghasilkan sebuah chemistry permainan diperlukan latihan rutin dan intensif dengan tujuan menyatukan komunikasi antar pemain. Hal ini menjadi begitu vital mengingat tim yang akan dihadapi di pertandingan pertama nanti memiliki pengalaman lebih ketimbang timnas Indonesia, mengingat AOV muncul terlebih dahulu di China dan Taiwan.

Putri menambahkan jika untuk membangun chemistry antar pemain, mereka tidak hanya menghabiskan waktu saat sesi latihan saja. Namun, para pemain juga menghabiskan waktu bersama saat day off seperti jalan-jalan bersama untuk membangun chemistry yang lebih baik.

Pemantapan koordinasi antar pemain telah dilakukan sejak kelima anggota tim inti terpilih. Setiap hari, mereka menggelar latihan intensif dari pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB di kantor Garena Indonesia. Selain itu di tengah-tengah agenda yang padat, tak lupa pula diselipkan agenda menyenangkan lain yang tak kalah penting dan entertaining, seperti mengunjungi venue pertandingan, wawancara, makan bareng, dan sesi foto bersama.

© Garena AOV© Garena AOV

Para atlet sedang berlatih maksimal nih, yuk dukung terus timnas AOV Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2018!

 

 

(kpl/zak)



MORE STORIES




REKOMENDASI