Mengenal Arti Pantek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bukan Sekadar Kata Umpatan

Rabu, 13 Oktober 2021 17:22
Mengenal Arti Pantek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bukan Sekadar Kata Umpatan
Ilustrasi (credit: unsplash)


Kapanlagi Plus - Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kata pantek? Bagi sebagian orang pantek mungkin sudah jadi kata yang cukup familiar. Namun, bagi sebagian yang lain kata ini mungkin terdengar asing lantaran terbilang jarang digunakan di keseharian. Kebanyakan orang mengucapkan kata pantek dalam keadaan emosi. Sehingga, tak heran arti pantek seringkali dianggap negatif.

Ya secara umum, pantek memang sering digunakan sebagai sebuah kata umpatan. Oleh karena itu, kata ini seringkali muncul ketika seseorang sedang marah atau emosi. Namun, ternyata arti pantek tak selamanya negatif. Pasalnya, pantek ternyata termasuk kata yang tergolong homonim karena mempunyai dua makna. Maka dari itu, cukup penting untuk tahu kedua arti dari kata pantek tersebut, agar tidak salah dalam menggunakan dan mengartikan.

Lantas apa sesungguhnya arti dari kata pantek? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasannya yang telah kapanlagi.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Arti Pantek sebagai Umpatan

Sebagaimana yang disebut sebelumnya, kata pantek sering kali digunakan sebagai ungkapan kekesalan, makian, atau umpatan. Dalam hal ini, kata pantek ternyata berasal dari bahasa Minang. Di daerah asalnya tersebut, arti pantek merupakan istilah untuk menyebut kelamin perempuan. Sehingga, kata tersebut tergolong kasar dan tak pantas diucapkan di depan khalayak.

2. Arti Pantek dalam Kamus Bahasa Indonesia

Namun yang sering kali luput, bahwa pantek ternyata mempunyai arti lain dalam bahasa Indonesia. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pantek merupakan satu kata yang masuk dalam kelas kata benda (nomina). Lebih lanjut, arti pantek sendiri adalah pasak atau paku semat.

Dalam KBBI kata pantek juga mempunyai turunan kata, yaitu memantek dan terpantek. Menurut KBBI, kata memantek berarti melekatkan (kayu, bambu, dan sebagainya) dengan pantek. Sementara, terpantek berarti tertancap (tentang pisau; paku, dan sebagainya).

Sayangnya, lantaran lebih sering digunakan sebagai umpatan, maka arti pantek dalam bahasa Indonesia ini cenderung dikesampingkan. Padahal, sampai saat ini kata pantek, memantek, dan terpantek tetap bisa dipergunakan, khususnya dalam ranah pertukangan atau bangunan.

3. Contoh Kalimat dengan Kata Pantek, Terpantek, dan Memantek

Kata pantek, terpantek, dan memantek masih relevan untuk digunakan saat ini. Bukan sajaa sebagai umpatan, kata ini bisa dipakai dalam suatu kalimat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata pantek, terpantek, dan memantek dalam kalimat.

1) Contoh Kalimat dengan Kata Pantek

- Ayah membeli pentek di toko bangunan.

2) Contoh Kalimat dengan Kata Memantek

- Ayah memantek empat bilah kayu pada satu papan untuk membuatnya menjadi meja.

3) Contoh Kalimat dengan Kata Terpantek

- Paku itu terpantek tepat di tengah pohon mangga itu.

 

4. Kata-Kata dalam Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui Artinya

Mencari tahu arti patek dalam bahasa Indonesia, menjadi satu contoh mengapa penting untuk sesekali mengecek arti suatu kata yang dirasa asing dalam kamus. Sehingga arti kata yang sesungguhnya tak dilupakan begitu saja. Nah, selain pantek, masih ada berbagai kata dalam bahasa Indonesia yang jarang diketahui artinya. Kata-kata apa sajakah itu? Berikut beberapa daftarnya.

1) Berandang: Kata ini memiliki arti lumbung padi atau jura berarti tampak dengan jelas, mudah terlihat (karena tidak ada yang menutupi atau melindungi).

2) Dersik: Dersik memiliki arti desir (bunyi angin dan sebagainya).

3) Hanca: Kata hanca memiliki arti pekerjaan yang tertunda.

4) Jenggala: Kata jenggala memiliki arti hutan.

5) Kenes: Kata kenes memiliki arti lincah dan menawan hati (tentang sikap anak kecil) banyak bicara dan banyak tingkah yang menyenangkan, suka bergaya dan bertingkah laku dibuat-buat supaya menarik perhatian, genit.

6) Kulacino: bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah.

7) Lindap: redup, mendung, teduh.

8) Mangkus: Kata mangkus memiliki arti mustajab, mujarab, manjur, efektif, berhasil guna.

9) Puspas: Kata puspas memiliki arti campur aduk.

10) Risak: mengusik atau mengganggu.

11) Suryakanta: Kata suryakanta merujuk pada kaca bundar (untuk melihat suatu benda supaya kelihatan besar), kaca pembesar, lensa.

12) Sangkil: Kata sangkil memiliki arti berdaya guna, efisien.

13) Selesa: luas.

14) Tulat: Kata tulat berarti hari setelah lusa (tiga hari sesudah hari ini).

15) Teyan: Kata teyan memiliki arti donasi.

16) Tubin: Tubin memiliki arti hari setelah tulat (hari keempat sesudah hari ini).

17) Trengginas: lincah dan terampil.

18) Undagi: tenaga ahli.

19) Ugahari: sedang, pertengahan, sederhana.

20) Wanodya: gadis remaja.

Itulah di antaranya ulasan tentang arti pantek yang bukan sekadar umpatan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian!

(kpl/gen/psp)



MORE STORIES




REKOMENDASI