Mengenal Primbon Petani untuk Menghitung Waktu Menanam dan Jenis Tanaman yang Ditanam

Diterbitkan:

Mengenal Primbon Petani untuk Menghitung Waktu Menanam dan Jenis Tanaman yang Ditanam
Ilustrasi (credit: unsplash)

Kapanlagi.com - Petani jadi salah satu profesi yang cukup banyak digeluti di Indonesia. Umumnya, kegiatan bertani dilakukan menanam tanaman bahan pangan di sawah atau ladang. Namun tak sekadar bercocok tanam, petani Jawa tradisional juga menggunakan hitungan Primbon alam praktik bertani. Biasanya, primbon petani digunakan untuk menentukan masa tanam.

Ya, sejak dulu hingga sekarang Primbon memang masih jadi pegangan bagi sebagian masyarakat Jawa tradisional. Untuk masyarakat Jawa yang bekerja sebagai petani, Primbon dipakai untuk berbagai hal seperti mengecek masa tanam dan menentukan jenis tanaman. Selain itu, Primbon Jawa juga mengungkap bahwa ada weton-weton tertentu yang cocok jadi petani.

Jadi penasaran kan seperti apa isi penjelasan Primbon petani? Untuk mengetahuinya, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Weton yang Cocok Jadi Petani

Secara umum, Primbon Jawa dikenal luas sebagai sebuah ramalan. Nah dalam praktiknya, weton jadi hal yang sangat dibutuhkan bisa untuk melihat isi ramalan Primbon. Weton merupakan gabungan antara hari lahir (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu) dan Pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Dalam Primbon petani, diyakini ada beberapa weton yang paling cocok untuk menggarap sawah atau ladang. Berikut beberapa weton yang cocok jadi petani menurut Primbon Jawa.

1. Senin Wage

Pertama, Senin Wage. Weton Senin Wage mempunyai neptu 8. Menurut Primbon Jawa, orang yang lahir Senin Wage mempunyai hitungan sikil, sehingga cocok menjalani usaha pertanian dan peternakan. Secara karakter, mereka dikenal sebagai sosok yang baik dan berani ambil risiko, tidak bisa bekerja di bawah perintah dan aturan.

2. Kamis Pon

Weton kedua yang cocok jadi petani menurut Primbon Jawa adalah Kamis Pon. Weton ini mempunyai neptu berjumlah 15. Neptu tersebut jika dikurangi 8 maka hasilnya adalah 7, yang juga berarti hitungan sikil. Sehingga, sangat cocok untuk jadi petani atau peternak.

Secara umum, weton ini dinilai punya kecerdasan yang kurang jika dibanding weton lain. Selain itu, mereka juga tidak cocok bekerja di bawah perintah. Namun di lain sisi, mereka sangat cekatan, disiplin, dan dermawan. Sifat-sifat inilah yang membuatnya cocok untuk jadi petani.

3. Jumat Pahing

Selanjutnya, ada Jumat Pahing yang menurut Primbon juga cocok jadi petani. Weton ini punya neptu 15, yang jika dikurangi 8 maka hasilnya adalah 7 yang berarti hitungan sikil. Menurut Primbon Jawa, mereka punya watak seperti lakuning srengenge atau matahari. Artinya, mereka memiliki sifat pemberontak atau tidak cocok bekerja di bawah perintah.

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Cara Menghitung Masa Tanam

Seperti yang telah disebutkan di awal, salah satu kegunaan Primbon petani adalah untuk menghitung waktu tanam yang tepat. Caranya terbilang rumit, tapi tetap bisa dipelajari karena berkaitan dengan nilai atau neptu masing-masing hari. Untuk lebih jelasnya, simak langkah-langkah berikut.

Nilai hari lahir:

- Minggu: 5

- Senin: 4

- Selasa: 3

- Rabu: 7

- Kamis: 8

- Jum'at: 6

- Sabtu: 9

Nilai pasaran adalah sebagai berikut:

- Pon: 7

- Wage: 4

- Kliwon: 8

- Legi: 5

- Pahing: 9

Setelah memahami nilai hari dan pasaran, tentukan satu hari yang dipilih untuk bercocok tanam. Misalnya, hari Minggu Kliwon. Kemudian, jumlahkan nilai hari lahir dan pasarannya untuk mendapatkan neptu Minggu Kliwon(5 + 8 = 13).

Jika sudah, ulang kata-kata berikut "Oyot-Uwit-Godong-Uwoh" sebanyak 13 kali (sesuai dengan hasil neptu hari yang dipilih). Contoh hitungannya bisa kalian lihat di bawah ini:

Oyot - Uwit - Godong - Uwoh - Oyot - Uwit - Godong - Uwoh - Oyot - Uwit - Godong - Uwoh - Oyot.

Berdasarkan hitungan di atas, kalian bisa mengetahui jika hari yang memiliki neptu 13 jatuh pada "Oyot". Artinya, kalian perlu memilih tanaman yang jenis hasil panennya berupa bagian oyot atau akar. Untuk hari yang lain, caranya tetap sama. Kalian bisa menggunakan rumus dan cara di atas.

Agar lebih mudah dan jelas, berikut penjelasan lebih rinci dari keterangan hasil "Oyot", "Uwit", "Godong", dan "Uwoh".

1. OYOT = Akar. Artinya, kalian perlu menanam jenis panen berupa akar. Misalnya, Ubi kayu, Ubi Jalar, Jahe, Kunyit, Kencur, dan lain sebagainya.

2. UWIT = Pohon/Batang. Artinya, kalian bisa memilih jenis tanaman yang penghasil kayu. Misalnya,Jati, Akasia, Sengon, Bambu, dan lain sebagainya.

3. GODONG = Daun. Artinya, kalian perlu memilih tanaman yang hasil panennya berupa daun. Sayuran adalah jenis yang tepat. Misalnya, Kemangi, Sawi, Bayam, Tembakau, dan lain sebagainya.

4. UWOH = Buah. Contoh tanaman yang bisa kalian pilih antara lain, Terong, Tomat, Cabe, Mangga, Alpukat dan lain sebagainya. Menanam buah bagus jika hari yang dipilih wetonnya jatuh di hitungan ini.

 

3. Jenis Tanaman Berdasarkan Hari Lahir dan Pasaran

Selain melalui hitungan di atas, Primbon petani juga memuat saran berisi jenis tanaman berdasarkan hari lahir dan pasaran. Dipercaya, menanam jenis tanaman yang sesuai dengan hari lahir dan pasaran tersebut bakal membawa panen yang melimpah. Berikut penjelasan jenis tanaman berdasarkan hari lahir dan pasaran.

1. Berdasarkan Hari Lahir

Berikut penjelasan jenis tanaman berdasarkan hari lahir.

- Minggu

Menurut primbon Jawa hari Minggu cocok untuk menanam tanaman yang bisa dimanfaatkan batangnya. Misalnya, tanaman tebu, bambu, tanaman pohon kayu, dan sebagainya.

- Senin

Kemudian berdasarkan Primbon petani, Senin cocok untuk menanam jenis tanaman yang hasil panennya berupa daun. Misalnya, tembakau, sirih, dan lain sebagainya.

- Selasa

Kemudian hari Selasa bisa dipilih sebagai hari yang cocok untuk menanam tanaman jenis bunga atau tanaman hias.

- Rabu

Hari Rabu menurut Primbon Jawa lebih cocok untuk menanam jenis tanaman yang bisa dipanen saat masih muda alias belum matang. Contohnya buah mangga, jambu, durian, apel, duku, rambutan, dan kelengkeng.

- Kamis

Berikutnya adalah hari Kamis cocok untuk menanam buah yang dipanen dalam keadaan matang. Sebagai contohnya pepaya, durian, labu, semangka, dan lain sebagainya.

- Jumat

Lalu hari Jumat menjadi hari yang cocok bagi kalian yang ingin menanam dengan hasil panen berupa akar. Misalnya, ubi, singkong, dan kentang.

2. Berdasarkan Pasaran

Sementara itu, jenis tanaman yang cocok ditanam berdasarkan pasaran adalah sebagai berikut.

- Legi

Pasaran Legi menurut Primbon petani akan cocok untuk menanam tanaman yang berpelepah seperti jagung, kelapa, padi, gandung, dan tebu.

- Pahing

Pasaran Pahing lebih cocok untuk menanam jenis perdu,misalkan saja tomat, terong, hingga cabai.

3. Pon

Kemudian, Pon cocok untuk menanam tanaman yang berbuah seperti mangga, durian, dan nangka.

4. Wage

Sedangkan pasaran wage baik untuk menanam tanaman yang hasilnya dari akar atau di bawah tanah, seperti ubi jalar, ketela, kentang, dan lobak.

5. Kliwon

Pasaran kliwon cocok untuk menanam tanaman merambat seperti sirih, melon, semangka, sirih, timun, dan pare.

Itulah di antaranya penjelasan tentang Primbon petani. Semoga bermanfaat dan bisa menjawab rasa penasaran kalian selama ini!

 

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)