Mengintip Perjalanan Solo Batik Carnival dari Masa ke Masa

Senin, 22 Juli 2019 09:08 Penulis: Wuri Anggarini
Mengintip Perjalanan Solo Batik Carnival dari Masa ke Masa
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Banyak festival di tanah air yang sukses mencuri perhatian para wisatawan dari berbagai daerah. Saalh satunya adalah Solo Batik Carnival, event tahunan kota Solo yang menampilkan kostum unik dari tangan kreatif. Nggak hanya diminati pengunjung dari kota Solo saja, event ini bahkan berhasil mencuri perhatian milenial dari berbagai daerah.

Yuk, intip perjalanan Solo Batik Carnival dari masa ke masa!

2008

Tahun ini menjadi awal dari perjalanan panjang Solo Batik Carnival (SBC) yang diprakarsai oleh Ir. Joko Widodo dan Solo Center Point. Suguha penuh kreativitas menjadi poin utama yang ditonjolkan dalam festival ini. Saat itu, kostum yang ditampilkan menggunakan bahan dasar batik dan bahan daur ulang, seperti terpal, jarring, kertas karton, gelas plastik, hingga bulu ayam.

Kostum unik ini dipamerkan para model dadakan. Mereka menari dan bergerak atraktif, menyusuri catwalk sepanjang 4,2 km. Uniknya, catwalk di Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan utama kota Solo.

2009

SBC ke-2 kembali digelar pada 28 Juni 2009 yang mengusung tema topeng. Ada tiga jenis topeng tradisional yang disuguhkan. Diantaranya Panji sebagai lambang raja atau ratu, Kelana sebagai lambang ksatriya atau raksasa dan Gecul sebagai lambang Punakawan atau hamba sahaya. Ajang ini diikuti sekitar 300 peserta.

2010

Solo Batik Carnival ke-3 digelar 23 Juni 2010. Kali ini, Sekar Jagad menjadi tema utama yang memiliki makna kecantikan dan keindahan. Kostumnya dalam bentuk flora dan fauna. Karnaval ini diikut 360 peserta, melibatkan berbagai kelompok kesenian di Solo.

2011

Gelaran SBC yang ke-4 berlangsung pada 25 Juni 2011. Karnaval ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena diadakan pada malam hari. Event ini diikuti 325 peserta, dengan mengangkat tema Keajaiban Legenda. Karnaval ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Diantaranya Andhe-Andhe Lumut, Rara Jonggrang, Ratu Pantai selatan dan Ratu Kencana Wungu.

Selain itu, ada empat Putri Indonesia sebagai peserta khusus yang tampil dalam ajang ini. Mereka adalah, Nadine Alexandra Dewi (Puteri Indonesia), Inda Adeliani (Puteri Intelegensia), Alessandra K Usman (Puteri Pariwisata), dan Reisa Kartikasari (Puteri Lingkungan).

2012

SBC ke-5 diadakan 30 Juni 2012. Temanya Metamorfosa, dengan menekankan pada penciptaan kreasi kostum. Konsepnya daur ulang, tetapi tetap dengan pemakaian motif batik sebagai dasarnya.

2013

Solo Batik Carnival ke-6 digelar 29 Juni 2013. Temanya Earth to Earth, dengan sub tema Memayuhayuning Bawono. Diartikan kehidupannya manusia tidak terlepas dari elemen dasar, yang terdiri dari api, air, angin dan tanah. Pesertanya pun mengenakan kostum bernuansa air, api, angin dan tanah mirip dengan serial Avatar. Ajang ini diikuti 143 peserta.

2014

SBC ke-7 digelar 22 Juni 2014, dengan mengusung tema The Majestic Treasure. Harta Karun yang dimaksud adalah batik. Ajang ini diikuti 725 orang, yang terdiri dari peserta berkostum SBC, prajurit, penari, serta peserta tamu yang berasal dari Kalimantan Timur.

2015

SBC ke-8 digelar 13 Juni 2015. Ajang ini bertemakan Papat Kiblat Lima Pancer. Papat kiblat menggambarkan empat penjuru mata angin. Pada keempat arah terdapat berbagai pilihan termasuk nafsu pada diri manusia. Lima pancer merupakan pusat ke lima  yaitu diri manusia itu sendiri. Ajang ini di ikuti 600 peserta.

2016

Pada  2016 tema yang diangkat Mustika Jawa Dwipa. Ini berartikan mustika dari pulau Jawa. Seperti merepresentasikan keris, gamelan, lampu dan candi. SBC ke-7 ini digelar pada  24 Juli 2016.

2017

Pada 2017, merupakan dasawarsa atau tahun ke-10 pagelaran Solo Batik Carnival. SBC ke-10 mengangkat budaya Jawa. Mengusung tema Astamurti Kawijayan atau Kemuliaan Budaya Jawa.

Pada SBC ke-10 dimunculkan kembali tema-tema kostum pada SBC sebelumnya. Diantaranya Sekar Jagad, Ratu Pantai Selatan, Mustika Jawa Dwipa, Wayang, Topeng dan defile baru .Yaitu Jatayu yang merupakan makhluk mitologi jawa berbentuk burung. Grand Carnival diadakan pada 15 Juli 2017 dengan jumlah peserta 230.

2018

Tema pada SBC ke-11 adalah Ika Paramarta. Diambil dari bahasa Sansekerta dengan menampilkan delapan devile yang mewakili 8 provinsi di Indonesia. Diantaranya Sumatera, Kalimantan, Irian, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Jawa dan DKI Jakarta. SBC ke-11 dilaksanakan pada 14 Juli 2018.

Untuk Solo Batik Carnival ke-12 dipastikan bakal heboh, bakal meriah. SBC kali ini diikuti 11 delegasi negara Asia Tenggara. Terdiri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Brunei Darussalam.

Kemudian Laos, Vietnam, Kamboja, Timor Leste , Thailand dan Singapura. Event ini di gelar 27 Juli 2019. Jika ingin tahu lebih lengkapnya. Silakan datang ke Solo. Dijamin seru habis.

Ketua Tim CoE Pelaksana Esthy Reko Astuty mengatakan, Solo Batik Carnival adalah event tahunan yang digelar Kota Surakarta.

"Keunikan SBC hampir ada di setiap tahun.Tema-tema yang diusung harus diaplikasikan para desainer, menjadi kostum yang mewah dan menarik. Penata busana pun tidak bisa asal merangcang. Karena setiap detail ornamen masing-masing kostum memiliki filosofi tersendiri," tuturnya.

Sedangkan menurut Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizky Handayani.  SBC sebagai ajang berkumpulnya orang- orang kreatif, inovatif dan produktif.

"Acara Solo Batik Carnival melibatkan ratusan orang untuk berpartisipasi sebagai penampil. Berbagai kreasi kostum dari tangan-tangan kreatif disuguhkan menjadi hiburan yang menarik. Jumlah penontonnya saja bisa mencapai ribuan orang," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Solo Batik Carnival mampu mendongkrak pariwisata Solo. "Ajang ini mampu menggaet wisatawan lokal maupun manca negara untuk berkunjung ke Solo. Melalui ajang ini citra Solo sebagai Kota Batik dunia semakin terangkat," ucap Menpar Arief Yahya.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI