Mengulik Tradisi Andilan, Perayaan Lebaran Unik ala Orang Betawi

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

Mengulik Tradisi Andilan, Perayaan Lebaran Unik ala Orang Betawi
Ilustrasi potong kerbau ©2021 Merdeka.com
Kapanlagi.com -

Lebaran selalu diwarnai dengan berbagai tradisi khas yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia, tak terkecuali masyarakat Betawi yang memiliki tradisi unik bernama Andilan. Tradisi ini melibatkan gotong royong antarwarga untuk membeli kerbau secara patungan, yang kemudian disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Andilan bukan sekadar ritual pemotongan hewan, tetapi juga merupakan simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang sangat kental dalam budaya Betawi. Tradisi ini sudah ada sejak lama dan berlangsung turun-temurun, namun sayangnya semakin langka seiring dengan perkembangan zaman dan terbatasnya lahan untuk menggembala hewan.

Lalu, bagaimana sebenarnya prosesi tradisi Andilan ini dilakukan? Apa makna yang terkandung dalam tradisi tersebut, dan mengapa keberadaannya mulai jarang dijumpai? Berikut ulasannya yang dirangkum oleh Kapanlagi.com pada Senin (31/3/2025).

1. Apa Itu Tradisi Andilan?

Dilansir dari senibudayabetawi.com, Andilan merupakan tradisi gotong royong khas masyarakat Betawi yang biasanya dimulai menjelang Hari Raya Idulfitri. Secara etimologi, kata "Andil" berarti turut serta. Dalam pelaksanaannya, warga satu kampung saling patungan untuk membeli seekor kerbau yang kemudian disembelih dan dibagikan dagingnya kepada seluruh warga saat Lebaran.

Kerbau yang dibeli akan dirawat bersama selama bulan Ramadhan. Warga secara bergiliran memberikan makan dan merawat hewan tersebut. Setelah disembelih, daging kerbau akan dibagikan kepada seluruh warga yang turut serta dalam patungan, termasuk kepada fakir miskin.

Makna utama dari tradisi ini adalah mempererat hubungan antarwarga dan menjaga semangat berbagi, terutama bagi mereka yang kurang mampu agar dapat menikmati daging saat hari raya. Penyembelihan dilakukan di lapangan, dan warga berkumpul dengan penuh kegembiraan menyambut hari raya Idulfitri.

Menurut sejarawan JJ Rizal, "Nanti sebelum bulan puasa kerbau itu akan mereka pelihara, mereka gemukkan selama bulan puasa. Mereka kasih makan yang baik (sebelum disembelih)," seperti dikutip dari Merdeka.com.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Proses Andilan: Dari Pembelian hingga Pembagian Daging

Tradisi Andilan dimulai satu atau dua bulan sebelum Ramadhan. Warga di bawah satu koordinasi akan mengumpulkan dana secara kolektif untuk membeli seekor kerbau. Setiap keluarga yang ikut serta dalam patungan akan memperoleh bagian daging pada Hari Raya Idul Fitri, menjadikan momen tersebut lebih bermakna.

Proses tradisi ini terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, warga bersama-sama mengumpulkan dana untuk membeli kerbau. Biasanya, satu ekor kerbau ditanggung oleh sekitar 30 kepala keluarga, dan masing-masing keluarga akan menerima sekitar 4-5 kg daging. Setelah kerbau dibeli, hewan tersebut digembalakan di lapangan atau area terbuka yang telah disepakati. Selama bulan Ramadhan, warga bergantian merawat dan memberi makan kerbau tersebut, mencerminkan kerjasama dan tanggung jawab kolektif yang kuat.

Menjelang Lebaran, tepatnya dua hari sebelumnya, kerbau yang telah dirawat dengan baik ini akan disembelih. Dagingnya kemudian dibagikan kepada semua warga yang berpartisipasi dalam patungan, serta kepada mereka yang kurang mampu di sekitar kampung. Oleh karena itu, tradisi Andilan bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang mendalam dalam budaya Betawi. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama pada saat-saat penting seperti Hari Raya.

3. Makna dan Nilai Gotong Royong dalam Andilan

Andilan tetap menjadi tradisi yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Betawi. Lebih dari sekadar acara pemotongan hewan, Andilan menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang diwariskan turun-temurun. Setiap tahun, tradisi ini menjadi momen di mana warga kampung berkumpul untuk membeli, merawat, dan menyembelih kerbau bersama-sama.

Andilan juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi di antara warga. Menjelang Lebaran, tradisi ini menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat hubungan antarwarga. Tidak hanya mereka yang ikut serta dalam iuran, tetapi juga mereka yang kurang mampu ikut merasakan manfaat dari tradisi ini. Daging hasil Andilan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi dalam komunitas Betawi.

Sayangnya, tradisi ini semakin jarang dilaksanakan. Meskipun begitu, Andilan tetap menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Betawi.

"Andilan kan artinya ikut iuran untuk membeli kerbau, yang selanjutnya disembelih saat lebaran. Biasanya warga akan patungan secara paketan (lorisan) untuk melunasi kerbau yang dibeli sebelumnya," ungkap seorang warga Jakarta.

4. Upaya Pelestarian Tradisi Andilan di Era Modern

Meskipun semakin langka, beberapa komunitas Betawi berusaha untuk menjaga kelestarian tradisi Andilan.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan tradisi ini antara lain:

  • Mengadakan Festival Budaya
    Beberapa wilayah di Jakarta mengadakan festival atau acara budaya untuk memperkenalkan kembali tradisi Andilan kepada generasi muda.

  • Mengedukasi Masyarakat tentang Sejarah Andilan
    Melalui berbagai kegiatan kebudayaan, sejarah dan makna Andilan kembali diperkenalkan kepada masyarakat luas.

  • Mengadaptasi Tradisi dengan Konsep Modern
    Jika dahulu warga patungan untuk membeli kerbau, kini beberapa komunitas melakukan patungan untuk membeli sapi atau kambing yang lebih mudah diakses di kota.

Dengan adanya upaya ini, diharapkan tradisi Andilan tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya Betawi yang terus diwariskan ke generasi mendatang.

5. FAQ

Apa itu tradisi Andilan dalam budaya Betawi?
Tradisi Andilan adalah kegiatan patungan warga untuk membeli, memelihara, dan menyembelih kerbau menjelang Lebaran, sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.

Mengapa masyarakat Betawi melakukan tradisi Andilan?
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi, gotong royong, dan berbagi daging kepada sesama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bagaimana proses tradisi Andilan dilakukan?
Warga mengumpulkan dana bersama, membeli kerbau sebelum Ramadhan, merawatnya bersama, lalu menyembelih dan membagikan dagingnya menjelang Lebaran.

Apakah tradisi Andilan masih dilakukan sampai sekarang?
Tradisi ini semakin jarang ditemukan, tetapi masih dilestarikan oleh beberapa komunitas Betawi di Setu Babakan, Rawa Belong, dan Kampung Pulo.

Apa makna utama dari tradisi Andilan?
Tradisi ini mencerminkan gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh, serta menjadi wujud kepedulian terhadap sesama.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)