Muncul Tren Terbaru Eraser Challenge, Ketahui Dulu Bahayanya!

Muncul Tren Terbaru Eraser Challenge, Ketahui Dulu Bahayanya! © WTNH.com

Kapanlagi.com - Baru-baru ini terdapat tantangan yang jadi viral di kalangan remaja yakni Skip Challenge. Dalam tantangan tersebut, seseorang harus menahan napas sembari dadanya ditekan untuk mendapatkan efek pingsan. Tapi tampaknya tren yang terbukti berbahaya ini sudah tak terlihat lagi di sosial media.

Meski demikian selalu ada tren baru yang muncul di kalangan remaja dan anak sekolah. Usai skip challenge, tantangan selanjutnya adalah eraser challenge yang kini sedang digandrungi oleh remaja dan anak sekolah di Amerika Serikat. Tantangan ini mengharuskan pelakunya menghapus coretan di tangan dengan penghapus sekuat-kuatnya. Hasilnya, timbul luka bakar di tangan pelaku.

Tren ini menjadi viral dan dikhawatirkan setelah East Iredell Middle School di North Carolina, Amerika Serikat mengunggah beberapa foto tangan siswa mereka yang terbakar setelah melakukan eraser challenge.

Salah satu bekas luka yang disebabkan oleh eraser challenge © instagram.com/alexisjones63

Menurut Dr. Joelle Simpson, dokter trauma dan pengobatan darurat Children's National Health System, eraser challenge dapat meningkatkan risiko infeksi bagi pelaku. "Kulit merupakan organ tubuh terbesar bagi manusia dan komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh. Bila dilukai maka penghalang kuman dari luar akan hilang. Hal ini dapat menyebabkan infeksi." jelas dr. Simpson dikutip dari Time.

Selain itu pada tahun 2015 sempat dilaporkan bahwa seorang siswa SMA di California menderita keracunan setelah melakukan tren yang kembali muncul tahun ini. Munculnya challenge yang cenderung membahayakan seperti skip challenge atau eraser challenge dianggap dr. Simpson sebagai kombinasi dari eksistensi dan tekanan lingkungan.

"Tekanan lingkungan tak hanya terjadi di halaman sekolah saja namun kini merambah ke dunia virtual. Anak-anak akan selalu berusaha untuk menjaga eksitensi diri dengan melakukan tantangan demikian. Jadi, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi." jelas dr. Simpson. Maraknya tantangan berbahaya yang viral di sosial media membuat orang tua harus lebih memantau apa yang diakses oleh buah hati.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/agt)

Rekomendasi
Trending