Musica Automata, Ketika Robot Memainkan Musik Lewat Komputer Dengan Indah
Musica Automata
Kapanlagi.com - Revolusi industri tampaknya tak hanya mempengaruhi proses produksi, seperti tekstil misalnya, yang dari menggunakan tangan manusia menjadi menggunakan mesin atau robot. Revolusi yang sama pun bisa terjadi pada dunia musik. Alunan musik yang indah dari tangan manusia kini bisa digantikan oleh robot.
Leonardo Barbadaro, produser musik yang tinggal di Florence, Italia memperkenalkan Musica Automata sebagai bukti revolusi musik telah terjadi. Musica Autoata adalah gabungan dari sembilan belas robot yang dikontrol oleh komputer. Robot-robot itu memainkan instrumen akustik yang menerima sinyal digital MIDI. Isinya info akurat tentang permainan musik mereka.
Musica Automata menawarkan pengalaman multi indrawi di mana penikmat bisa mendengar sekaligus melihat darimana music tersebut berasal. Kamu bisa melihat robotnya beraksi dan mengamati bahwa gerakan presisinya dalam menghasilkan bunyi-bunyian.
"Penampilan robot musik ini, karena sangat presisi, bahkan bisa melewati kemampuan musisi manusia. Oleh karenanya, penampilan mereka menawarkan pengalaman yang benar-benar baru," jelas Leonardo.

Terlepas dari penginstrumenan ini, faktanya musiklah yang memegang peranan penting, bukan sebaliknya. Meski diolah oleh robot dan komputer, musik yang dihasilkan seakan memiliki emosi. Tidak terbatasi oleh fakta bahwa robot buatan yang memainkannya. Meski tidak dimainkan oleh manusia yang punya rasa, musik ini pun lahir dari sosok manusia yang memrogramnya.
Salah satu instrumen yang kerap menggunakan program ini adalah piano. Tanpa perlu menyentuh tutsnya, pianisnya dapat memulai mekanisme tekan tuts yang kompleks. Artinya sebuah ide musikal yang lahir dan diterjemahkan menjadi bahasa MIDI lalu dieksekusi oleh robot tanpa mengurangi nilai artistiknya.
Leonardo, yang tenar dengan nama panggung as Koolmorf Widesen telah bekerja sama dengan Logos Foundation of Ghent, Flanders, Belgia untuk proyek ini. Logos Foundation tak lain adalah organisasi non-profit yang mendedikasikan diri dalam mempromoskan produksi musik, konser, pertunjukan seni, serta proyek riset atau kegiatan lain seputar musik kontemporer.
"Aku sungguh senang bertemu dengan Godfried-Willem Raes, orang yang memulai dan merancang ini semua. Dengan kerjasama apik dengan Logos Foundation, akhirnya tercipta orkestra robot terbesar di dunia," ujar Leonardp.
Orkestra tersebut terdiri dari lima puluh robot musisi di antara, perkusi, organis, instrumen tiup dan gesek bersama dengan instrumen non tradisional lainnya. Lenoardo dan seluruh anggota Logos Foundation adalah para pakar di bidangnya.
Advertisement
Sebuah proyek yang dinamai Kickstarter telah diluncurkan untuk mendukung Musica Automata. Penggemar dan penonton dapat menikmati serta memberi donasi untuk Leonardo. Sehingga musisi satu ini dapat mencipta dan juga merekam lebih banyak lagi musik-musik indah. Mau tahu lebih lanjut? Baca selengkapnya di sini.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/dka)
Advertisement