Naksir Cowok Asing, Cewek 18 Tahun Minta Bantuan Pengguna Twitter

Naksir Cowok Asing, Cewek 18 Tahun Minta Bantuan Pengguna Twitter © Koreaboo

Kapanlagi.com - Bertemu dengan jodoh dalam pesawat mungkin hanya terjadi di film. Seperti kisah Ale dan Anya dalam film CRITICAL ELEVEN. Secara matematis, hal tersebut mungkin saja terjadi. Karena seorang jenius matematika Peter Backus memprediksikan seseorang bisa bertemu jodoh dalam perjalanan setidaknya 1:285.000.

Namun seorang gadis berusia 18 tahun percaya bahwa dirinya adalah satu dari 285 ribu orang yang beruntung bertemu jodoh di perjalanan udara. Gadis bernama Joceline ini jadi viral karena meminta tolong pengguna twitter untuk mempertemukannya dengan sosok pujaan hati.

Joceline, gadis berusia 18 tahun yang mencari sosok gebetan melalui bantuan para pengguna twitter © Koreaboo

"Pada musim panas tahun 2013, aku berada di bandara San Fransisco bersama keluargaku untuk berwisata ke China. Di antrian ada seorang cowok yang ganteng banget dan kebetulan kami mengenakan jaket yang sama," tulis gadis berambut panjang tersebut.

"Dia juga pergi bersama keluarganya, ternyata kami satu pesawat! Tapi kami terpisah saat keluargaku transit di Guangzhou. Setelah berlibur satu bulan di China, saat kembali ke San Fransisco ternyata aku dan dia satu pesawat lagi!" 

Joceline bertemu dengan pujaan hati saat berlibur ke China pada tahun 2013 lalu, keduanya dua kali naik pesawat dan mengenakan jaket yang sama © Koreaboo

"Aku merasa heran bagaimana dia dan keluarganya bisa satu pesawat dengan keluarga kami di waktu yang bersamaan dua kali? Karena itu sekarang aku ingin mencarinya karena sudah 4 tahun berlalu. Maka dari itu bantulah aku dengan meretweet twit ini untuk menemukannya," jelas Joceline.

Masih belum jelas apakah cowok idaman Joceline ini berhasil ditemukan melalui usahanya meminta bantuan warga Twitter. Tapi cara cewek ini bisa dicontoh kalau kamu ingin mencari jodoh ya?

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kor/agt)

Rekomendasi
Trending