Niat Puasa Ramadan 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan

Niat Puasa Ramadan 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan
Niat Puasa Ramadan 2026/image by Gemini AI

Kapanlagi.com - Niat puasa ramadan menjadi fondasi utama sebelum umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, karena setiap amal ibadah sangat bergantung pada niat yang tertanam di dalam hati. Puasa Ramadan sendiri merupakan perintah wajib bagi seluruh umat Islam di dunia sebagai bentuk ketaatan sekaligus sarana membersihkan jiwa dan memperkuat keimanan.

Kewajiban puasa Ramadan telah ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa puasa Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan kewajiban yang memiliki tujuan spiritual mendalam bagi setiap Muslim.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya niat dalam setiap ibadah melalui hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” Oleh karena itu, memahami niat puasa Ramadan dengan benar menjadi bekal utama agar ibadah yang dijalankan sepanjang bulan suci memperoleh pahala dan keberkahan maksimal.

Kamu juga bisa cek informasi terbaru seputar doa-doa Ramadan di Liputan6.com.

1. Pengertian Puasa Ramadan

Puasa Ramadan merupakan ibadah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kajian fiqih di NU Online. Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan umat Islam menahan emosi, menjaga lisan, serta memperbaiki perilaku sehari-hari.

Ibadah ini menjadi sarana latihan spiritual sekaligus sosial karena umat Muslim diajak merasakan penderitaan kaum kurang mampu dan meningkatkan empati kepada sesama. Karena itu, puasa Ramadan tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga membentuk karakter disiplin, sabar, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Bacaan Niat Puasa Ramadan

Bacaan niat puasa Ramadan yang lazim digunakan di Indonesia merujuk pada kitab-kitab fiqih yang juga dikutip dalam berbagai kajian keislaman resmi, yaitu sebagai berikut:

Bacaan Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā.”

Terjemahan: “Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala.”

Para ulama menjelaskan bahwa niat utama berada di dalam hati, sedangkan pelafalan niat membantu memperkuat kesadaran sebelum berpuasa. Selama seseorang telah berniat menjalankan puasa sebelum terbit fajar, puasanya tetap sah meskipun tidak melafalkan niat secara lisan.

3. Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Mazhab Maliki

Bagi KLovers yang khawatir lupa berniat setiap malam, mazhab Maliki memperbolehkan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadan. Niat ini berfungsi sebagai antisipasi, meski rutin berniat setiap malam tetap disarankan.

Niat ini dibaca pada malam pertama Ramadan dan berfungsi sebagai antisipasi jika suatu hari lupa berniat. Berikut adalah lafal niat puasa sebulan penuh:

Bacaan Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Bacaan Latin: "Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala."

Terjemahan: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah."

4. Rukun Puasa Ramadan

Dalam menjalankan ibadah puasa, ada dua rukun utama yang menjadi pilar penopang sahnya puasa kita. Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, maka puasa kita tidak akan dianggap sah.

Menurut mazhab Syafi'i, yang banyak dianut di Indonesia, rukun puasa ada dua poin utama yang saling berkaitan:

Niat: Niat adalah rukun pertama dan terpenting, harus dilakukan pada malam hari untuk puasa wajib.

Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa: Rukun kedua adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

5. Syarat Wajib Puasa Ramadan

Puasa Ramadan adalah ibadah wajib, namun tidak berlaku untuk semua orang, ada syarat yang harus dipenuhi. Memahami syarat-syarat ini penting agar kita tahu siapa saja yang diwajibkan berpuasa.

Berikut adalah syarat wajib puasa Ramadan yang perlu KLovers ketahui:

Beragama Islam: Puasa hanya diwajibkan bagi mereka yang beragama Islam.

Baligh: Seseorang harus sudah mencapai usia baligh (dewasa) untuk diwajibkan berpuasa.

Berakal Sehat: Orang yang berakal sehat diwajibkan berpuasa, bukan orang yang tidak berakal (gila).

Mampu dan Kuat: Seseorang harus mampu secara fisik dan mental untuk menjalankan puasa.

Mengetahui Wajibnya Puasa: Orang yang baru masuk Islam diwajibkan setelah ia mengetahui kewajiban puasa.

Suci dari Haid dan Nifas: Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa dan wajib menggantinya di hari lain.

6. Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Agar puasa KLovers tetap sah dan sempurna, penting sekali mengetahui dan menghindari hal-hal yang dapat membatalkannya. Terkadang, tanpa disadari, kita bisa melakukan sesuatu yang menggugurkan pahala puasa.

Menurut penjelasan Ibnu Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib, berikut adalah beberapa hal yang membatalkan puasa:

Masuknya Sesuatu ke Tubuh Melalui Lubang yang Terbuka: Termasuk makan dan minum secara sengaja, serta memasukkan benda ke lubang tubuh lain seperti telinga, hidung, atau dua jalan (qubul dan dubur).

Masuknya Sesuatu ke Tubuh Melalui Lubang yang Asalnya Tidak Berlubang: Contohnya adalah masuknya sesuatu ke kepala melalui luka yang sampai pada kulit atau selaput otak.

Huqnah (Memasukkan Obat ke Dalam Tubuh Melalui Anus atau Kemaluan): Tindakan ini juga membatalkan puasa.

Sengaja Muntah: Jika seseorang sengaja memuntahkan isi perutnya, puasanya batal.

Sengaja Berhubungan Badan: Melakukan hubungan intim secara sengaja di siang hari saat berpuasa akan membatalkan puasa dan mewajibkan kaffarah.

Sengaja Mengeluarkan Mani: Mengeluarkan mani secara sengaja, misalnya melalui onani, membatalkan puasa.

Haid: Wanita yang mengalami haid di siang hari puasa, meskipun sebentar, puasanya batal dan wajib mengqadha.

Nifas: Sama seperti haid, wanita yang mengalami nifas (darah setelah melahirkan) puasanya batal.

Gila: Jika seseorang menjadi gila di siang hari puasa, puasanya batal.

Murtad: Keluar dari agama Islam membatalkan semua amal ibadah, termasuk puasa.

7. Menjaga Semangat Puasa Selama Satu Bulan Penuh

Menjaga semangat puasa hingga akhir Ramadan bukan perkara mudah, terutama ketika tubuh mulai merasa lelah di pertengahan bulan. Oleh karena itu, memperbarui niat setiap malam menjadi salah satu cara menjaga motivasi beribadah.

Lingkungan juga memegang peranan penting dalam mempertahankan semangat puasa. Berkumpul dengan keluarga atau teman yang aktif beribadah membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

Mengikuti kajian Ramadan, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa membantu hati tetap fokus pada tujuan ibadah. Semakin kuat spiritualitas seseorang, semakin ringan ia menjalani puasa.

KLovers juga dapat membuat target ibadah harian agar Ramadan terasa lebih bermakna, seperti menambah sedekah atau memperbaiki kebiasaan salat tepat waktu. Dengan langkah kecil namun konsisten, Ramadan dapat menjadi titik awal perubahan hidup yang lebih baik.

8. FAQ

Apa itu Niat Puasa Ramadan 2026 dan mengapa penting? Niat Puasa Ramadan adalah kehendak hati untuk berpuasa karena Allah SWT, yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah puasa, dan harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Bagaimana bacaan Niat Puasa Ramadan harian dan sebulan penuh? Bacaan niat harian adalah "Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla", sedangkan niat sebulan penuh (menurut Mazhab Maliki) adalah "Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala".

Apa saja syarat wajib dan syarat sah dalam menjalankan Puasa Ramadan? Syarat wajib puasa meliputi beragama Islam, baligh, berakal sehat, mampu, dan suci dari haid/nifas; sementara syarat sah puasa adalah beragama Islam, mumayyiz, suci dari haid/nifas, niat, dan tidak dalam keadaan yang membatalkan puasa.

Hal-hal apa saja yang dapat membatalkan Puasa Ramadan? Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain makan/minum sengaja, memasukkan sesuatu ke lubang tubuh, huqnah, sengaja muntah, berhubungan badan, mengeluarkan mani sengaja, haid, nifas, gila, dan murtad.

Mau tahu berita terkini tentang dunia hiburan? Yuk langsung cek di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

9.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/mda)

Rekomendasi
Trending