Nyamar Jadi Pria Demi Nonton Bola, Suporter Wanita Kena Razia

Agista Rully | Kamis, 20 April 2017 10:18
Nyamar Jadi Pria Demi Nonton Bola, Suporter Wanita Kena Razia
twitter.com/toohasie

Kapanlagi.com - Bagi sebagian orang, mendukung tim kesayangan dalam sebuah pertandingan sepak bola merupakan suatu keharusan. Rasanya tak lengkap bila menyebut diri sebagai suporter tapi belum pernah sekalipun mendukung kesebelasan favorit di lapangan hijau. Oleh sebab itu, beberapa suporter memilih untuk mengambil risiko dan kesempatan apapun demi mendukung tim tercinta.

Bahkan 8 orang suporter wanita Iran ini rela melanggar peraturan dan kena razia waktu mendukung kesebelasan favorit mereka berlaga di Azadi Stadium, Teheran. 8 wanita ini diketahui ditangkap oleh pihak berwajib setelah ketahuan bahwa penyamaran mereka sebagai pria gagal.

Salah seorang wanita yang menyamar jadi pria demi menonton pertandingan kesebelasan favorit  twitter.com/toohashieSalah seorang wanita yang menyamar jadi pria demi menonton pertandingan kesebelasan favorit twitter.com/toohashie

Di negara-negara Islam, peraturan mengenai tindak tanduk para wanita memang cukup ketat. Di Iran sendiri, para wanita dilarang menghadiri pertandingan bola yang berlangsung di stadion. Hal ini disebabkan agar sang wanita tidak berbaur dengan para laki-laki. Pemerintah Iran menganggap bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kejadian yang tak diinginkan.

Meski demikian 8 orang wanita pendukung Esteghlal FC dan Persepolis FC ini tetap datang ke stadion dan menyamar jadi pria. Namun kedelapan wanita tersebut saat ini harus menghadapi konsekuensi hukum.

Para wanita ini dikenai hukuman karena melanggar hukum dengan berpakaian sebagai pria  twitter.com/toohashiePara wanita ini dikenai hukuman karena melanggar hukum dengan berpakaian sebagai pria twitter.com/toohashie

Menurut Alireza Adeli, kepala sekuriti Teheran, kejadian ini tak terjadi sekali ini saja melainkan berkali-kali. "Larangan tersebut bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat para wanita itu sendiri. Karena atmosfer, keramaian, dan suasana stadion tidak pas bagi para wanita. Itu untuk keamanan mereka," ujarnya dikutip dari DailyMail.

"Para wanita bisa menonton pertandingan lewat televisi saja, toh juga tetap disiarkan bukan jadi masih bisa nonton." lanjut Alireza. Well, andai petugas keamanan tersebut tahu bahwa mendukung langsung dan hanya menjadi suporter elektronik itu tingkat kepuasannya berbeda ya KLovers?

(kpl/agt)




Kinoy galau gaes... - KapanLagi #LUPAINMANTAN

LATEST UPDATE




REKOMENDASI