Obligasi Adalah Surat Pernyataan Utang, Ketahui Pula Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Minggu, 05 September 2021 10:22 Penulis: Anik Setiyaningrum
Obligasi Adalah Surat Pernyataan Utang, Ketahui Pula Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Membicarakan soal investasi, obligasi adalah salah satu hal yang tak boleh dilewatkan. Selain obligasi, sebenarnya masih ada produk investasi yang perlu kalian perhitungkan untuk dijadikan pilihan. Apalagi jika kalian sudah punya pekerjaan dan penghasilan tetap, merencanakan tujuan investasi jangka panjang sudah sepantasnya untuk dilakukan.

Produk investasi selain obligasi adalah reksa dana, deposito, saham, properti, dan emas. Setiap produk punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk memahaminya terlebih dahulu sebelum menjatuhkan pilihan.

Nah, obligasi adalah produk investasi yang akan diulas lebih lanjut dalam bahasan ini. Menyimak ulasan di bawah ini akan membuat kalian tahu tentang pengertian, jenis, contoh, kelebihan, serta kekurangan obligasi. Dengan begitu, kalian telah bersiap untuk menjadi seseorang yang melek investasi.

 

1. Pengertian Obligasi Adalah

Melansir informasi dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) obligasi adalah surat utang jangka panjang maupun menengah yang bisa diperjualbelikan. Isi dari obligasi adalah perjanjian dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang kepada pihak pembeli obligasi berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Secara ringkas, penerbit obligasi dapat dipahami sebagai pihak yang berutang dan pemegang obligasi merupakan pihak yang berutang. Latar belakang diterbitkannya obligasi adalah usaha penghimpunan dana dari masyarakat yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber pendanaan. Bagi pengusaha, obligasi bisa dipandang sebagai jalan untuk mendapatkan dana segar agar bisnis bisa berjalan.

Sementara itu, pemerintah memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk sebagian anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melansir informasi dari kemenkeu, Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Pemerintah menawarkan ORI dengan seri ORI019 sebagai seri ke-19 sebagai alternatif investasi. Melalui ORI019, pemerintah mengajak publik untuk terlibat dalam program pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional serta menjaga masa depan Indonesia pasca-pandemi Covid-19.

 

2. Jenis Obligasi Adalah

Jika kalian berencana melakukan investasi, alangkah lebih baik ketahui dulu jenis-jenisnya. Berdasarkan informasi dari OJK, secara umum jenis obligasi adalah obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel. Untuk menentukan jenis obligasi yang kalian pilih, simak penjelasan lebih detail berikut ini.

1. Obligasi Pemerintah

Seperti namanya, obligasi ini berbentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Obligasi yang diterbitkan pemerintah, antara lain obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR-Variable Rate), dan obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.

2. Obligasi Korporasi

Obligasi ini diterbitkan dalam bentuk surat utang oleh Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel, dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada obligasi korporasi yang telah diperingkat dan ada yang tidak diperingkat.

3. Obligasi Ritel

Obligasi ritel diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Obligasi ini terbagi dalam Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel.

 

3. Kelebihan dan Kekurangan Obligasi

Setelah mengetahui pengertian dan jenis obligasi, kalian juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan sebagai bahan pertimbangan.

Kelebihan Obligasi Adalah

1. Keuntungan bisa kalian dapat dari kupon (bunga). Kupon terdiri dari kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Namun, ada juga obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) sebagai keuntungan obligasi bergantung pada jangka waktu obligasi. Semakin lama jangka waktu, semakin besar keuntungan yang bisa didapat.

2. Pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008 sehingga investasi dalam obligasi jadi aman.

3. Kemudahan memperdagangkan obligasi di Pasar Sekunder. Selain itu, mekanismenya diatur dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.

4. Bunga deposito lebih rendah dibandingkan kupon atau bunga obligasi.

Kekurangan Obligasi Adalah

1. Ketika penerbit obligasi berisiko gagal bayar, konsekuensi yang diterima investor tak cuma tidak memperoleh untung, tapi tak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Namun, risiko ini tak berlaku bagi obligasi negara yang terlindungi undang-undang.

2. Rentan terhadap perubahan ekonomi, suku bunga, dan kondisi politik yang tidak stabil karena bisa berdampak pada pasar keuangan.

3. Obligasi yang dijual sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder memberi dampak kerugian bagi investor karena harga beli lebih tinggi dari harga jual.

Nah, itulah penjelasan mengenai obligasi yang perlu kalian ketahui sebelum memutuskan untuk investasi. Obligasi adalah salah satu pilihan yang cukup potensial maka pertimbangkanlah!

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI