Pelaku Tega Jual Istri Untuk Prostitusi, Puaskan 2 Pelanggan Sekaligus

Senin, 24 Juni 2019 20:45 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Pelaku Tega Jual Istri Untuk Prostitusi, Puaskan 2 Pelanggan Sekaligus
Ilustrasi Prostitusi © Shutterstock.com


Kapanlagi Plus - FS (25) dibekuk jajaran Polres Malang setelah diduga menjual istri sahnya untuk kegiatan prostitusi. Pria asal Lamongan itu ditangkap setelah menjual NV (27) untuk sebuah layanan seksual dengan dua pria sekaligus.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, FS diamankan bersama NV, korban yang juga istri pelaku. Keduanya diamankan dalam sebuah transaksi di hotel di kawasan Singosari, Kabupaten Malang.

"Ini yang kita tangkap suaminya, FS. Dia bersama istri sahnya, mencari pelanggan. Keduanya menyediakan layanan seksual mencari pelanggan dan mengutip bayaran," kata Ujung dalam preskon di Mapolres Malang di Kepanjen, Senin (24/6).

 

 

1. Kesepakatan dengan Pelanggan

FS yang tercatat sebagai warga Desa Sumberejo, Kota Lamongan membawa NV ke hotel tersebut. Pelaku sudah janjian terlebih dahulu dengan seorang pelanggan untuk kemudian bertemu sesuai kesepakatan.

"Jadi bukan hanya berdua tetapi menurut pengakuan, mereka ini akan threesome dengan pelanggan," kata Yade.

Pelanggan yang menentukan lokasi dan keduanya datang ke hotel. Pelaku datang bersama NV pada 19 Juni untuk sebuah transaksi hubungan badan.

"Mereka janjian di hotel, pelanggan menentukan hotelnya. Mereka yang datang datang sendiri ke hotel," ungkapnya.

2. Kasus Unik

Yade menyebut, kasus tersebut terbilang unik di mana seorang suami menjual istrinya sendiri. Kasus tersebut sebagai fenomena sosial yang perlu mendapat sorotan bersama untuk mendapatkan penyelesaian dari semua kalangan.

"Tadinya kita berpikiran bahwa yang bersangkutan bukan suami istri sah, tetapi benar, ternyata pasangan suami istri sah," tegasnya.

Tersangka dijerat dengan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) karena dianggap menyediakan layanan seksual baik langsung atau tidak langsung. Pelaku diancam hukuman 3 sampai 15 tahun penjara.

"Termasuk kita jerat dengan Undang-Undang Pornografi, ancaman hukumannya 6 bulan sampai 6 tahun penjara," paparnya.

(kpl/dar/gen)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI