Penuh Pengalaman hingga Darah Muda, Ini 10 Kapten Timnas Tertua dan Termuda di Festival Bola Dunia 2026
Achraf Hakimi. (Instagram.com/achrafhakimi)
Kapanlagi.com - Ada satu sosok yang selalu menjadi pusat perhatian sebelum peluit pertama dibunyikan. Bukan selalu pencetak gol terbanyak, bukan pula pemain dengan selebrasi paling heboh. Sosok itu adalah kapten tim nasional, pemain yang berjalan paling depan saat memasuki lapangan, memimpin rekan-rekannya, sekaligus memikul harapan jutaan pendukung.
Menariknya, Festival Bola Dunia 2026 menghadirkan kontras yang begitu indah. Di satu sisi, masih ada legenda hidup seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang belum berhenti menuliskan kisahnya. Di sisi lain, muncul para pemimpin muda yang mulai dipercaya membawa negaranya memasuki era baru.
Usia mereka boleh berbeda jauh, tetapi tanggung jawab yang dipikul sama besarnya. Siapa saja kapten tim nasional tertua dan termuda yang menghiasi turnamen sepak bola paling bergengsi tahun ini? Yuk, simak kisah mereka, KLovers!
Advertisement
Para Kapten Senior
1. Cristiano Ronaldo (Portugal) – 41 Tahun

Di usia ketika sebagian besar pesepak bola sudah lama menikmati masa pensiun, Cristiano Ronaldo justru masih berdiri paling depan memimpin Portugal.
Penyerang Al Nassr itu telah mengenakan ban kapten sejak 2008. Selama hampir dua dekade, Ronaldo tak hanya menjadi mesin gol, tetapi juga wajah sepak bola Portugal. Ia mengantar negaranya menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League, sekaligus memecahkan berbagai rekor internasional.
Yang membuat banyak orang kagum bukan hanya prestasinya, melainkan disiplin yang nyaris tanpa cela. Latihan keras, pola hidup sehat, hingga mental kompetitif membuat CR7 tetap mampu bersaing dengan pemain yang usianya belasan tahun lebih muda. Tak heran jika lebih dari 670 juta orang mengikuti kesehariannya di Instagram.
2. Lionel Messi (Argentina) – 39 Tahun

Kalau Ronaldo memimpin lewat energi yang membara, Lionel Messi menunjukkan bahwa ketenangan juga bisa melahirkan kepemimpinan luar biasa.
Sejak dipercaya menjadi kapten Argentina pada 2011, perjalanan Messi tidak selalu mulus. Ia pernah berkali-kali gagal di partai final sebelum akhirnya membawa Albiceleste menjuarai Copa America, Finalissima, hingga mengangkat trofi paling bergengsi Piala Dunia.
Kini, setiap langkah Messi terasa semakin berharga. Para penggemar sadar bahwa mereka sedang menikmati babak akhir perjalanan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
3. Tim Ream (Amerika Serikat) – 38 Tahun

Nama Tim Ream mungkin tak sepopuler kapten-kapten lain. Namun, bagi Amerika Serikat, bek tengah Charlotte FC ini adalah sosok yang bisa diandalkan dan menghadirkan rasa tenang.
Berbekal pengalaman panjang di Liga Inggris, Ream menjadi mentor bagi banyak pemain muda. Saat negaranya menjadi salah satu tuan rumah Festival Bola Dunia 2026, kehadirannya memberikan keseimbangan sekaligus rasa percaya diri di ruang ganti.
4. Ehsan Hajsafi (Iran) – 36 Tahun

Kesetiaan dan jiwa kepemimpinan menjadi alasan utama mengapa Ehsan Hajsafi begitu dihormati.
Pemain AEK Athens itu sudah mencatat lebih dari 150 penampilan bersama Iran. Bisa bermain sebagai bek kiri maupun gelandang, Hajsafi selalu hadir ketika negaranya membutuhkan pengalaman dan ketenangan di lapangan.
Tak banyak sorotan yang mengarah kepadanya, tetapi pengaruhnya terasa begitu besar bagi rekan-rekan setim.
5. Virgil van Dijk (Belanda) – 35 Tahun

Bagi Belanda, Virgil van Dijk adalah tembok terakhir sekaligus pemimpin pertama. Bek Liverpool itu dikenal memiliki kharisma alami. Jarang terlihat panik, selalu tenang membaca permainan, dan mampu membuat lini belakang tampil lebih percaya diri.
Kepemimpinannya lahir bukan dari banyak kata-kata, melainkan dari contoh nyata di atas lapangan. Sayangnya, selama berseragam Belanda, van Dijk hanya tampil di dua ajang Piala Dunia.
Generasi Baru yang Siap Mengambil Estafet
1. Alphonso Davies (Kanada) – 25 Tahun

Di balik senyum lebar Alphonso Davies, tersimpan kisah yang menginspirasi jutaan orang. Ia lahir di kamp pengungsian di Ghana dari orang tua asal Liberia sebelum akhirnya tumbuh besar di Kanada.
Kini, bek kiri Bayern Munchen itu justru dipercaya menjadi kapten tim nasional pada usia 25 tahun. Perjalanannya menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang paling sederhana.
2. Kylian Mbappé (Prancis) – 27 Tahun

Tak banyak pemain yang sudah menjadi ikon negaranya sebelum genap berusia 30 tahun. Mbappé adalah salah satunya. Penyerang Real Madrid ini dipercaya mengenakan ban kapten Prancis sejak 2023.
Kecepatan, mental juara, dan keberaniannya mengambil tanggung jawab di laga besar membuatnya menjadi pemimpin alami generasi baru Les Bleus. Dengan nilai pasar €180 juta, Mbappé juga menjadi kapten tim nasional paling bernilai di Festival Bola Dunia 2026.
3. Federico Valverde (Uruguay) – 27 Tahun

Federico Valverde bukan tipe pemain yang gemar mencari sorotan. Namun, setiap pertandingan seolah menunjukkan alasan mengapa Uruguay mempercayainya.
Ia berlari tanpa lelah, membantu menyerang, bertahan, dan selalu menjadi orang pertama yang memberi semangat ketika tim berada dalam tekanan. Kepemimpinannya lahir dari kerja keras, bukan dari popularitas.
4. Martin Ødegaard (Norwegia) – 27 Tahun

Pernah disebut sebagai wonderkid sejak usia belasan tahun, Martin Ødegaard kini tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih matang.
Sebagai kapten Arsenal dan Norwegia, ia memimpin lewat visi bermain, kecerdasan membaca pertandingan, serta kemampuan membuat pemain lain tampil lebih baik. Kepemimpinannya terasa tenang, tetapi sangat efektif.
5. Achraf Hakimi (Maroko) – 27 Tahun

Achraf Hakimi menjadi wajah kebangkitan sepak bola Maroko di level internasional. Bek Paris Saint-Germain itu dikenal agresif saat menyerang, tetapi tetap rendah hati di luar lapangan.
Karisma, konsistensi, dan kedekatannya dengan para suporter membuat Hakimi menjadi figur yang dicintai sekaligus dihormati.
Festival Bola Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita yang menarik tentang pergantian generasi. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi membuktikan bahwa pengalaman masih menjadi senjata yang sangat berharga.
Sementara itu, Alphonso Davies, Kylian Mbappé, Federico Valverde, Martin Ødegaard, dan Achraf Hakimi menunjukkan bahwa masa depan sepak bola dunia sudah berada di tangan para pemimpin muda.
Perbedaan usia mereka memang mencapai belasan tahun. Namun, ketika ban kapten melingkar di lengan, semua membawa tanggung jawab yang sama, menjadi orang pertama yang memberi semangat ketika tim terpuruk, dan menjadi sosok terakhir yang berhenti percaya saat harapan mulai memudar.
Kalau menurut KLovers, siapa kapten tim nasional yang paling menginspirasi di ajang sepak bola terbesar di dunia tahun ini?
(Untuk pertama kalinya, Tom Holland konfirmasi pernikahannya dengan Zendaya.)
(kpl/gil)
Advertisement
