Advertorial

Penularan HIV yang Sering Beredar dalam Masyarakat, Fakta atau Hoax?

Penularan HIV yang Sering Beredar dalam Masyarakat, Fakta atau Hoax? (c) Shutterstock

Kapanlagi.com - Mendengar kata HIV rasanya seperti horror sendiri. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, tepatnya sel T yang menjadi salah satu bagian dari sel darah putih. Hal ini membuat tubuh jadi nggak bisa mengenali virus dan bakteri yang masuk, sehingga membuat sistem imun perlahan melemah.

Ciri HIV awalnya memang hanya seperti penyakit biasa yang tidak menunjukkan tanda bahaya. Dilansir dari situs alodokter, ciri HIV antara lain demam hingga menggigil, muncul ruam di kulit, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga sakit kepala.  Jika mengalami beberapa gejala tersebut, nggak ada salahnya mulai melakukan periksa HIV buat mencari tahu kondisi tubuh yang sebenarnya.

Banyaknya cerita tentang penularan HIV yang beredar dalam masyarakat jadi semakin bikin penyakit ini ditakuti. Nah, sebagai milenial, sudah seberapa banyak sih pemahaman kamu tentang penularan HIV itu sendiri? Yuk, bedain mana fakta dan mana hoax di sini!

Virus Bisa Ditularkan Lewat Alat Makan

©Shutterstock

Ada yang bilang kalau penularan HIV bisa terjadi kalau kamu menggunakan alat makan yang sama dengan mereka yang mengidap HIV. Tapi, benarkah HIV bisa menular dengan cara seperti itu? Ternyata, hal tersebut cuma hoax. Menurut keterangan dr. Adyana Esti dari Klinik Angsamerah Jakarta, penularan tersebut nggak terjadi karena virus mudah mati di udara bebas. Apalagi virus yang ada dalam air liur jumlahnya nggak cukup banyak untuk membuatnya menular pada orang lain.

HIV Ditularkan di Kolam Renang

©Shutterstock

Ada lagi nih isu tentang HIV yang bikin milenial resah, yaitu penularan yang terjadi di kolam renang. Bahkan nggak sedikit yang akhirnya merasa parno dan nggak mau berenang di kolam renang umum. Kenyataannya nggak demikian, KLovers. Berenang dengan orang yang mengidap HIV nggak akan membuat virusnya tertular padamu karena virus HIV sendiri mudah mati di udara bebas. Apalagi air kolam renang mengandung kaporit yang mempercepat matinya virus.

Berciuman dan Berpelukan Bisa Menularkan HIV

©Shutterstock

Pernah mendengar kalau HIV bisa ditularkan lewat berciuman atau berpelukan? Faktanya, berpelukan sama sekali nggak menularkan HIV. Sementara itu, ada pendapat kalau berciuman bisa menularkan HIV lewat air liur juga nggak sepenuhnya akurat.

Pasalnya, virus ini sendiri hidup di sel T yang ada di seluruh cairan tubuh manusia dalam kadar yang berbeda. Virus memang lebih banyak ditemukan dalam darah, cairan vagina, air mani, dan ASI. Keberadaannya juga ditemukan dalam air liur, air mata, dan keringat tapi jumlahnya sangat sedikit sehingga nggak berpotensi untuk menularkan pada orang lain.

Penularan Lewat Pisau Cukur yang Digunakan Bersamaan

©Shutterstock

Khawatir dengan anggapan kalau HIV bisa ditularkan lewat penggunaan pisau cukur berbarengan? Jangan gampang percaya karena pendapat tersebut ternyata hoax. Faktanya, menggunakan pisau cukur yang sama dengan pengidap HIV nggak menularkan virus. Tapi, hal ini tetap nggak disarankan demi alasan kebersihan.

Pembalut Kewanitaan Juga Bisa Menularkan Virus

©Shutterstock

Masyarakat juga sempat dibuat heboh nih dengan isu kalau penularan HIV bisa terjadi lewat pembalut yang sudah terkontaminasi. Tapi, jangan panik dulu. Soalnya virus tersebut nggak bisa menular lewat penggunaan pembalut. Virus penyebab HIV sendiri cenderung mudah mati di udara bebas.

Lalu, seperti apa sih fakta penularan HIV yang sebenarnya?

Dilansir dari situs Alodokter, virus penyebab HIV sendiri ditularkan lewat cairan tubuh, seperti darah, air mani, cairan vagina, hingga air susu dari ibu yang positif HIV. Siapa saja bisa tertular penyakit ini, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun jika sang ibu terinfeksi HIV.

Penularan HIV sendiri terjadi jika ada pertukaran cairan di dalam tubuh. Biasanya virus tersebut menular kepada orang lain lewat hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bekas, transfusi darah, hingga selama mengandung dan menyusui. Jadi, jangan mudah percaya dengan hoax yang beredar. Sebagai milenial, penting buat menggali informasi seakurat mungkin!

Hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah HIV. Tapi, langkah pencegahannya bisa dilakukan lewat kebiasaan sehari-hari. Misalnya dengan melakukan hubungan seksual yang aman dengan menghindari perilaku seksual yang berisiko, hingga menghindari penggunaan jarum bekas.

Selain itu, melakukan tes HIV sejak dini juga bukan hal yang salah kok. Hal ini penting sebagai screening awal untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh sekaligus mencegah virus berkembang semakin parah.
Periksa HIV ternyata nggak seseram yang dibayangkan kok. Apalagi seiring dengan kemajuan sains, sekarang kamu bisa melakukan tes HIV di rumah dengan praktis menggunakan ONESTEP. Apa itu?


 
Jadi, ONESTEP merupakan alat deteksi awal yang dapat melakukan tes HIV cepat. Alat ini bekerja secara kualitatif dan nggak bisa digunakan untuk membuat keputusan akhir atau menggantikan hasil laboratorium. Jadi, saat kamu sedang kepo banget dengan kondisi kesehatan atau merasa berisiko tertular HIV tapi masih ragu untuk pergi ke dokter dan cek di laboratorium, ONESTEP bisa menjadi alternatif buat periksa HIV sendiri tanpa ribet. 

Seperti apa langkah-langkah tes HIV dengan ONESTEP?

1. Buka kemasan One Step Test Device, di dalamnya kamu bakal meemukan Cassette dan Cairan Buffer.

2. Buka kemasan Alcohol Prep Pad lalu usapkan pada jari yang akan diambil sampel darahnya. Sampel darah ini bisa dilakukan pada jari apa saja, baik itu jari telunjuk/tengah/manis untuk hasil yang maksimal.

3. Buka tutup Lancet, kemudian arahkan pada jari yang sebelumnya sudah diusap Alcohol Prep Pad. Tekan lancet sampai jari mengeluarkan darah.

4. Arahkan Pipette Plastic ke bagian jari yang sudah mengeluarkan titik darah tadi, lalu sedot darah menggunakan pipette tersebut.

5. Siapkan cassette kemudian teteskan satu tetes darah di area cawan yang bertuliskan huruf S.

6. Siapkan cairan buffer, gunting ujungnya, teteskan kembali ke dalam cassette di cawan yang bertuliskan huruf S sebanyak 1 tetes.

7. Tunggu hasil dalam 10-15 menit. Tes ini menunjukkan hasil positif jika muncul 2 garis pink di area C dan T. Hal ini menandakan bahwa sampel darah kamu terdeteksi mengandung sejumlah anti-HIV. Sementara itu, hasil negatif jika timbul 1 garis pink di area C saja. Tes ini menjadi invalid jika tidak muncul garis pink atau hanya 1 garis saja di area T yang menjadi tanda kalau tes tersebut error.

Gampang banget kan melakukan periksa HIV sendiri dengan ONESTEP? Karena berfungsi sebagai deteksi dini, bukan berarti hasil tes ini adalah jawaban final, ya. Kamu tetap perlu melakukan pemeriksaan lanjutan di dokter dan laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Cari tahu tentang alat tes HIV cepat ini selengkapnya dengan klik di sini.

Yang perlu dipahami juga, vonis HIV positif bukan hukuman mati. Kamu bisa melakukan terapi antiretroviral untuk mengendalikan pertumbuhan virus di dalam tubuh sekaligus mencegah infeksi yang lebih parah. Jadi, penting banget untuk mengetahui status HIV sejak dini supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera.

Semoga kamu sehat selalu, ya!

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(adv/wri)

Rekomendasi
Trending