Penyebab Hamil Anggur, Faktor Risiko dan Gejalanya, Perlu Deteksi Sedini Mungkin

Rabu, 13 Januari 2021 10:55 Penulis: Nurul Wahida
Penyebab Hamil Anggur, Faktor Risiko dan Gejalanya, Perlu Deteksi Sedini Mungkin
Penyebab hamil anggur (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Hamil anggur adalah kelainan kehamilan ditandai dengan pertumbuhan abnormal trofoblas yang seharusnya berkembang menjadi plasenta. Penyebab hamil anggur dapat terjadi karena beragam faktor pemicu salah satunya berkaitan dengan pembuahan antara sel telur dan sperma yang tidak sempurna.

Hamil anggur terdengar cukup familiar yang juga dikenal dengan istilah mola hidatidosa. Ini terjadi karena pertumbuhan abnormal sel-sel hingga membentuk seperti kista berisi cairan. Kista berisi cairan tersebut terlihat seperti sekumpulan anggur.

Sebelum terdeteksi mengalami hamil anggur, pada mulanya gejala hampir serupa dengan kehamilan normal. Hal ini terjadi karena awal hamil anggur biasanya sulit untuk terdeteksi apabila tidak dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan.

Apabila dokter mendapati kelainan pada kehamilan melalui USG dan pemeriksaan darah diantaranya seperti tidak terdapat janin dalam rahim, plasenta terbentuk abnormal menyerupai sekumpulan anggur, pertumbuhan janin terhambat, ataupun cairan ketuban yang sedikit dapat menjadi ciri awal dari hamil anggur. Sejumlah penyebab hamil anggur dapat terjadi dengan faktor risiko tertentu yang perlu diketahui sedini mungkin.

Lalu apa saja penyebab hamil anggur?

Adapun penyebab hamil anggur terdapat pada ulasan di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya berikut penyebab hamil anggur beserta faktor risiko dan gejalanya telah dilansir kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

1. Penyebab Hamil Anggur

Seperti ulasan sebelumnya bahwa hamil anggur adalah kelainan kehamilan yang terjadi pada masa awal pembuahan. Sebab pada pembuahan normal umumnya sel telur yang sudah dibuahi akan berkembang hingga membentuk embrio. Embrio tersebut nantinya akan terus membelah diri hingga berada pada rahim. Namun lain halnya pada hamil anggur, sebab kondisi ini terjadi karena pertumbuhan sel telur yang dibuahi tidak normal atau abnormal.

Melansir dari mayoclinic.org, penyebab hamil anggur dapat terjadi karena ketidakseimbangan materi genetik atau kromosom pada saat kehamilan. Hamil anggur dibagi menjadi dua jenis yakni hamil anggur lengkap ataupun hamil anggur parsial (tidak lengkap). Keduanya sama-sama mengalami kelainan kehamilan pada proses pembuahan.

 

2. Penyebab Hamil Anggur Lengkap

Penyebab hamil anggur lengkap atau kehamilan mola lengkap terjadi karena sel telur yang kosong dibuahi oleh satu atau dua sperma. Ini menyebabkan semua materi genetik berasal dari ayah. Kondisi tersebut menyebabkan kromosom dari sel telur ibu hilang atau bahkan tidak aktif dan kromosom ayah terduplikasi.

Hal inilah yang menyebabkan hamil anggur terjadi karena kelainan kehamilan pada proses pembuahan. Akibatnya sel telur yang dibuahi tidak dapat berkembang menjadi janin seperti pada kehamilan normal. Namun tetap tumbuh membentuk seperti kista yang berisi cairan.

 

3. Penyebab Hamil Anggur Parsial

Sama halnya dengan hamil anggur lengkap, kejadian hamil anggur parsial juga disebabkan oleh kelainan pada proses pembuahan. Hanya saja hamil anggur parsial terjadi saat dua sperma membuahi sel telur hingga menghasilkan salinan tambahan materi genetik ayah. Dalam artian kromosom ibu tetap ada namun kromosom ayah memiliki dua set kromosom. Akibatnya yang seharusnya memiliki 46 kromosom menjadi 69 kromosom, seperti melansir dari mayoclinic.org.

 

4. Faktor Usia

Setelah memahami penyebab hamil anggur berdasarkan jenisnya, faktor risiko penyebab hamil anggur juga penting untuk diketahui. Salah satunya dapat disebabkan oleh faktor usia. Faktor usia cukup terkait dengan kejadian hamil anggur terutama pada perempuan yang berisiko mengalami kehamilan anggur di usia lebih tua atau lebih dari 35 tahun. Begitu pula pada usia remaja muda yakni berkisar lebih muda di bawah 17 tahun. Di usia tersebut seringkali lebih berisiko mengalami hamil anggur.

 

5. Pernah Mengalami Hamil Anggur

Selain faktor usia, tingkat risiko hamil anggur cenderung lebih berisiko dialami oleh perempuan yang pernah memiliki riwayat hamil anggur. Melansir dari mayoclinic.org, apabila perempuan pernah mengalami satu kali hamil anggur, kemungkinan besar akan memiliki kejadian serupa di kemudian hari dengan tingkat kemungkinan rata-rata sekitar 1 dari 100 pada setiap perempuan.

Sedangkan melansir dari cancerresearchuk.org, apabila seorang wanita mengalami hamil anggur sebanyak dua kali maka tingkat risiko semakin besar. Mereka lebih berisiko mengalami hamil anggur lagi dengan tingkat sekitar 15 hingga 20 dari 100 atau 15 persen hingga 20 persen.

 

6. Pernah Keguguran

Faktor risiko penyebab hamil anggur lebih berisiko terhadap perempuan yang pernah mengalami keguguran. Seperti diketahui bahwa keguguran dapat terjadi karena beberapa faktor pemicu dari kondisi medis hingga masalah tertentu. Terkait dengan hamil anggur, kondisi ini seringkali menyebabkan kehamilan berjalan tidak normal. Sedangkan perempuan yang pernah keguguran sebelumnya dapat berisiko mengalami hamil anggur dibandingkan yang tidak.

 

7. Gejala Hamil Anggur

Adapun beberapa gejala hamil anggur perlu dikenali sedini mungkin untuk mendeteksi kelainan selama kehamilan. Awalnya gejala hamil normal tersebut hampir mirip dengan kehamilan normal. Namun keduanya memiliki perbedaan yang perlu diketahui oleh ibu hamil. Berikut ini gejala hamil anggur yang penting dipahami dilansir dari mayoclinic.org:

- Mengalami pendarahan berwarna coklat tua hingga merah cerah selama trimester pertama.

- Mual dan muntah yang parah.

- Mengalami nyeri panggul.

- Terdapat kista mirip anggur yang keluar melalui vagina.

- Perut yang cepat membesar tidak normal di usia kehamilan.

- Mengalami anemia.

- Tekanan darah tinggi.

- Tiroid yang terlalu aktif.

- Terdapat kista ovarium setelah dilakukan pemeriksaan.

Nah itulah penyebab hamil anggur, faktor risiko dan gejalanya, perlu deteksi sedini mungkin. Konsultasi dan pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan perlu dilakukan apabila mengalami gejala yang mirip dengan hamil anggur. Sebab biasanya dokter akan mengetahui terjadi kelainan pada kehamilan melalui USG dan pemeriksaan darah. Sehingga deteksi dini dapat dilakukan untuk mencegah tingkat risiko lainnya.

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI