Peringatan Stephen Hawking Pada Dunia Mengenai Kecerdasan Buatan

Rabu, 14 Maret 2018 12:55 Penulis: Guntur Merdekawan
Peringatan Stephen Hawking Pada Dunia Mengenai Kecerdasan Buatan
Stephen Hawking / Credit: AFP

Kapanlagi Plus - Hari ini, Rabu (14/3), dunia berduka. Ahli fisika dan kosmologi asal Inggris, Stephen Hawking meninggal di usia 76 tahun. Penemu teori 'Lubang Hitam' itu diberitakan meninggal di kediamannya di Cambridge. Seperti diketahui, ketika usianya baru 21 tahun, Stephen divonis menderita penyakit neuron motorik. Kala itu hidupnya diprediksi cuma bisa bertahan selama 2 tahun.

Beberapa tahun lalu, Stephen sempat memberikan 'warning' pada dunia mengenai Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan seiring berkembangnya teknologi di dunia saat ini. Kala itu, Stephen bicara pada Web Summit di Lisbon.

Menurut Hawking, kecerdasan buatan punya potensi untuk jadi sebuah ancaman bagi manusia. Kecerdasan buatan bisa jadi hal yang sangat baik atau sangat buruk bagi manusia. Dan hingga saat ini, kita masih belum bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Rest in Peace Stephen! / Credit: AFPRest in Peace Stephen! / Credit: AFP



"Kita belum bisa tahu apakah AI bisa membantu kita, atau hal itu malah akan mengabaikan kita, atau bahkan menghancurkan kita. AI bisa jadi penemuan terburuk dalam sejarah zaman kita yang membawa bahaya besar seperti dijadikan senjata-senjata kuat atau cara baru untuk menindas orang lain," ujar Hawking, seperti dilansir dari situs Nt News.

Intelligence buatan memang sejauh ini juga menunjukkan kegunaannya untuk manusia, seperti mengurangi angka kemiskinan, penyakit, dan memperbaiki lingkungan alam. Namun tetap saja, ada kemungkinan-kemungkinan buruk lain yang masih jadi misteri bagi kita semua.

"AI bisa menciptakan kehendaknya sendiri, sebuah kehendak yang bisa bertentangan dengan keinginan kita. Kesimpulannya, AI yang sangat kuat bisa jadi sangat baik atau buruk untuk umat manusia," sambungnya.

Hawking tak lupa memberikan sebuah pesan pada para ilmuwan dan juga pemerintah di seluruh dunia. Isinya adalah untuk fokus memaksimalkan keuntungan-keuntungan AI untuk publik daripada meningkatkan kecerdasannya.

"Kita harus menerapkan manajemen yang efektif di seluruh area perkembangannya. Kita berada di ambang dunia yang baru, sebuah tempat yang bisa jadi exciting atau berbahaya. Dan kita adalah pelopornya," pungkas Hawking.

(ntn/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI