Prediksi Tinggi Badan Saat Dewasa Ternyata Bisa Dilihat dari Kebiasaan Makan Sejak Kecil!

Rabu, 21 Oktober 2020 00:01 Penulis: Wuri Anggarini
Prediksi Tinggi Badan Saat Dewasa Ternyata Bisa Dilihat dari Kebiasaan Makan Sejak Kecil!
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Katanya, punya tubuh tinggi itu dipengaruhi oleh faktor genetik. Kalau punya kedua orang tua yang badannya tinggi menjulang, bisa ditebak kalau anak-anaknya juga nggak kalah tinggi saat beranjak dewasa. Tapi, kenyataannya banyak faktor lain yang juga harus diperhatikan jika ingin anak-anak tumbuh tinggi begitu menginjak usia dewasa.

Genetik bukan satu-satunya yang mempengaruhi, karena tinggi badan ternyata juga bisa diprediksi dari kebiasaan makan sejak kecil. Eh, yang bener? Ini lho fakta tentang kebiasaan makan yang bisa mempengaruhi tinggi badan anak, yakin sudah paham semuanya?

Makan Sering Pilih-Pilih

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Berhadapan dengan anak yang picky eater pasti jadi tantangan buat orang tua mana pun. Si kecil biasanya hanya mau mengonsumsi makanan tertentu, misalnya hanya mau mengonsumsi junk food yang rasanya gurih sehingga jadi idola mereka. Sekilas mungkin tampak lebih praktis buat para orang tua karena nggak perlu memasak. Tapi, kebiasaan pilih-pilih makanan ini ternyata bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, termasuk tinggi badannya saat dewasa nanti.

Saat anak hanya mau mengonsumsi makanan tertentu, artinya asupan nutrisi yang diperlukan buat memenuhi tumbuh kembangnya jadi tidak terpenuhi. Padahal, di masa pertumbuhan ini anak-anak perlu asupan nutrisi seimbang untuk memaksimalkan pertumbuhan organ tubuh dan supaya ia bisa mencapai tinggi yang maksimal.

Makan Asal Kenyang

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Ada juga anak yang punya kebiasaan makan asal kenyang. Dia memang nggak pilih-pilih soal makanan dan cenderung mau makan apa saja. Tapi, kadang hal ini yang bikin para ibu lupa soal keseimbangan kebutuhan gizinya. Hanya karena anak lahap saat hanya makan nasi dan kecap, bukan berarti boleh dibiarkan kebiasaan makan yang seperti itu, lho.

Anak memang kenyang dan nggak rewel karena perutnya lapar. Tapi, kebiasaan makan ini juga bisa membuat mereka nggak mendapatkan asupan gizi yang diperlukan tubuh. Gimana perkembangan tinggi badannya bisa maksimal jika nutrisi yang dibutuhkan selama pertumbuhannya nggak diperoleh dengan baik? Kalau ingin anak tumbuh optimal, mulai perhatikan juga asupan nutrisi seimbangnya ya.

Terlalu Banyak Jajan Jadi Malas Makan

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Kalau ketemu jajanan manis, anak-anak memang suka lupa diri. Permen, cokelat, hingga cookie pasti akan dilahap sampai habis. Tapi, terlalu banyak jajan juga bisa bikin anak jadi nggak doyan makan, lho. Perutnya yang sudah terlanjur kenyang duluan bisa membuatnya jadi nggak berselera saat disodorkan menu makan yang sudah disiapkan. Ia pun jadi rewel saat ibu memaksanya untuk makan.

Ada baiknya segera mengubah kebiasaan ini karena bisa membuat asupan kebutuhan gizi anak jadi terhambat, yang tentunya mempengaruhi masa tumbuh kembangnya. Termasuk prediksi tinggi badan yang kemungkinan besar nggak bisa tumbuh dengan optimal.

Bukan berarti si kecil nggak boleh menyantap jajan favoritnya. Tapi, sebaiknya atur waktu pemberiannya, misalnya di sela waktu sarapan dan makan siang. Selain itu, berikan dalam porsi cukup agar ia tidak kenyang berlebihan saat waktu makan siang tiba.

Manfaat Nutrisi Seimbang, Nggak Hanya Bikin Tubuh Tinggi Aja

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Asupan nutrisi seimbang itu penting dalam masa tumbuh kembang anak. Selain bisa menunjang tubuh tinggi maksimal, WHO juga menjelaskan kesehatan dan nutrisi yang baik diperlukan untuk mencapai potensi anak yang utuh. Asupan gizi yang seimbang mempengaruhi perkembangan intelektual dan kemampuan belajar anak. Apalagi masa anak-anak adalah sebuah proses belajar yang memberikan tantangan tersendiri buat anak, sehingga kebutuhan nutrisinya harus tercukupi dengan baik.

Kebiasaan makan yang baik untuk anak bisa dilatih sejak kecil. Buat mereka yang terlalu pemilih, kamu bisa mencoba memperkenalkan makanan baru dengan cara mengolahnya ke dalam berbagai jenis masakan untuk menemukan menu apa yang sebenarnya disukai si kecil.

Selain itu, buat juga rutinitas makan yang terjadwal setiap harinya untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan teratur. Jangan lupa ciptakan menu variasi gizi seimbang yang dapat memenuhi berbagai nutrisi yang diperlukan anak di masa tumbuh kembangnya.

Kementerian Kesehatan telah membuat panduan gizi seimbang untuk mewujudkan keluarga sehat Indonesia. Ada 5 kelompok pangan yang harus ada di dalam piring dalam sajian sekali makan, mulai dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah, dan minuman. Selain itu, perbanyak mengonsumsi buah dan sayur karena menjadi sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk menyempurnakan gizi seimbang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menganjurkan konsumsi sayuran dan buah sebanyak 400gr per orang per hari, yang terdiri dari 250gr sayur dan 150gr buah.

Selanjutnya, ibu juga perlu menerapkan kebiasaan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi, bisa diperoleh dari daging, telur, olahan kedelai, dan aneka seafood.

Penting juga untuk menyeimbangkan asupan kalsium untuk anak di masa pertumbuhannya. Kemenkes menjelaskan pentingnya mencukupi kebutuhan kalsium demi mencapai kepadatan tulang yang optimal. Jika konsumsinya kurang, pembentukan tulang baru akan terhambat dan puncak kepadatan tulang juga tidak tercapai dengan sempurna. Zat ini juga yang dibutuhkan untuk memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan anak, mengoptimalkan kerja jantung, dan memegang peranan penting dalam menjalankan fungsi tubuh.

Makanya, penting banget memenuhi kebutuhan kalsium anak di masa pertumbuhannya. Awali dengan memberikan asupan makanan tinggi kalsium seperti sayuran hijau, mulai dari bayam, brokoli, bokcoy, kacang-kacangan, hingga membiasakan keluarga mengonsumsi 2 gelas susu Indomilk UHT 1L setiap harinya. Kandungan tinggi kalsiumnya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian keluarga yang lebih seimbang. Indomilk susu cair UHT 1L terbuat dari susu sapi segar sehingga memberikan rasa gurih asli susu segar. Ada 2 pilihan rasa, yaitu Full Cream dan Cokelat yang dapat memenuhi nutrisi harian keluarga.

Lewat kampanye #INDOsehatdenganMILK, Indomilk mengajak seluruh keluarga agar selalu hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian di masa pandemi seperti sekarang ini. Yuk, follow akun media sosial @indomilk untuk mendapatkan berbagai informasi penting dan menarik serta activity seru yang dijalankan Indomilk!

 

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI