Putuskan Kebijakan PPKM Mikro daripada Lockdown, Presiden Jokowi: Esensinya Sama

Kamis, 01 Juli 2021 08:00 Penulis: Iwan Tantomi
Putuskan Kebijakan PPKM Mikro daripada Lockdown, Presiden Jokowi: Esensinya Sama
credit via shutterstock

Kapanlagi Plus - Tingginya kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia yang kembali terjadi belakangan ini, cukup meresahkan beragam pihak, termasuk masyarakat. Sempat beredar spekulasi akan adanya lockdown, tetapi keputusan tersebut akhirnya tak jadi diambil.

Sebaliknya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro sebagai solusi untuk mengatasi kondisi pandemi saat ini. Menurutnya, PPKM berskala Mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama. Keduanya membatasi kegiatan masyarakat karenanya tidak perlu dipertentangkan.

"Pemerintah telah memutuskan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19 hingga tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas," ujar Presiden Jokowi saat konferensi pers terkait Penanganan Covid-19 Terkini yang disiarkan langsung dari Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/6).

PPKM Mikro Masih Menjadi Kebijakan yang Paling Tepat

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah melihat PPKM Mikro masih menjadi kebijakan paling tepat dalam konteks saat ini untuk mengendalikan Covid-19, karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat.

Dia yakin jika PPKM Mikro terimplementasi dengan baik dan tindakan di lapangan terus diperkuat, laju kasus bisa terkendali. Persoalannya, lanjut Presiden Jokowi, PPKM Mikro saat ini belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat.

Itulah kenapa, Kepala Negara meminta Gubernur, Bupati, walikota untuk meneguhkan komitmennya, mempertajam PPKM mikro, optimalkan posko Covid-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah desa dan kelurahan.

Fungsi Utama Posko Covid-19

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Presiden Jokowi menekankan, fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat, agar disiplin 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Kedisiplinan 3M menjadi kunci dan menguatkan pelaksanaan 3T, testing, tracing, dan treatment hingga ke tingkat desa," ujar Presiden.

Presiden juga mengajak semua pihak menguatkan disiplin dalam menghadapi wabah ini.

"Wabah ini masalah yang nyata. Tidak mengenal ras, atau diskriminasi setiap orang, tidak peduli asal usulnya, status ekonominya, agama, maupun suku bangsa. Semuanya dapat terkena. Ini penyakit yang tidak melihat siapa kita. Jika kita tak berhati-hati dan disiplin menjaga diri kita bisa kena," pungkas Presiden.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI