Remaja Asal Malang Tewas Saat Jumping dengan Sepeda Motor di Lautan Pasir Bromo

Sabtu, 12 November 2022 13:42
Remaja Asal Malang Tewas Saat Jumping dengan Sepeda Motor di Lautan Pasir Bromo
Credit:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Remaja asal Malang tewas kecelakaan saat jumping bersama sepeda motornya di Lautan Pasir Gunung Bromo. Korban atas nama Ghulam Ahmad Syahrul (18) meninggal dunia akibat luka serius di kepala.

Berdasarkan video yang beredar, korban berkendara tanpa helm meluncur bersama temannya yang juga menggunakan sepeda motor. Namun korban menerjang gundukan tanah hingga membuatnya jatuh terbalik bersama sepeda motornya.

 

1. Korban Jatuh dan Nyawa Tak Tertolong

Korban terjatuh bersama sepeda motornya hingga menyebabkan luka serius di bagian kepala. Korban sempat mendapatkan pemeriksaan dari Puskesmas Sukapura, Probolinggo, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meningal dunia.

Sarif Hidayat, Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengungkapkan, kecelakaan tersebut terjadi Senin, 7 November. Lokasi kejadian berada di Lautan Pasir Bromo Gunung Batok, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Info dari rekan-relam di lapangan demikian (terjadi kecelakaan). Kami menyesalkan kejadian tersebut dan ikut berduka," tegas Sarif Hidayat saat dihubungi Selasa (8/11).

 

2. Kepala Korban Terbentur Batu

Korban diduga tidak menguasai kemudi kendaraan saat berada di wilayah berpasir hingga kehilangan kendali. Saat terjatuh diperkirakan kepala korban terbentur batu.

Syarif juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati di lokasi kawasan TNBTS. Karena memang sebagian lokasinya ekstrim berpasir maupun tebing dengan kemiringannya.

 

3. Pengunjung Diharap Waspada

Sikap kehati-hatian dan waspada tersebut diharapkan dapat mengurangi hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan.

"Wisata TNBTS termasuk wisata khusus karena selain eksotika, kondisi relatif ekstrim. Oleh karena itu pengunjung diharapkan selalu waspada, hati-hati dan dalam kondisi fisik prima. Tertib dan safety procedure dalam berkendara sekaligus memahami dan menguasai medan yang ada juga menjadi penting," urainya.

 

 

(kpl/DAR/dyn)



MORE STORIES




REKOMENDASI