Salah Satu Prefektur Tokyo Ingin Kecerdasan Buatan Jalankan Politik!

Jum'at, 13 April 2018 10:18 Penulis: Natanael Sepaya
Salah Satu Prefektur Tokyo Ingin Kecerdasan Buatan Jalankan Politik!
Artificial Intelligence to Manage Politics © twitter.com/mayunojinrouaka

Kapanlagi Plus - Ketika Pemilihan Walikota dimulai, kita pasti sering melihat berbagai gimmick maupun atribut unik. Tentu saja hal tersebut dilakukan demi menarik simpati dan mencuri hati masyarakat untuk memberikan dukungan suara mereka pada masing-masing calon.

Tapi seperti dilansir dari Soranews24, masyarakat menemukan pemandangan yang aneh di kota Tama yang berada di daerah Tokyo barat. Yap, sebabnya mereka melihat salah satu kandidat Walikota mendesak orang-orang sepakat agar kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) menggantikan posisi manusia di koridor politik.

Kampanyenya seperti ini nih, eh tapi nggak canggih-canggih juga sih © twitter.com/koheimaniaxKampanyenya seperti ini nih, eh tapi nggak canggih-canggih juga sih © twitter.com/koheimaniax

Michihito Matsuda (44), adalah orang di balik kampanye yang terbilang baru dan cukup aneh itu. Sebuah pernyataan tegas di era modern ini pun muncul, di mana manusia selalu gagal dalam memenuhi janji kampanye setelah terpilih. Karena itu, AI dianggap bisa melakukan sesuatu yang positif untuk kota.

Hanya saja ini bukan pertama kali untuk Michihito Matsuda berburu kursi Walikota kota Tama. Pada empat tahun lalu, ia juga sudah berupaya keras untuk bisa memenangkan hati masyarakat agar berbalik mendukungnya sebagai Walikota terpilih.

Kalau politik dipimpin robot dengan kecerdasan buatan, kira-kira kalian siap nggak tuh? © twitter.com/mayunojinrouakaKalau politik dipimpin robot dengan kecerdasan buatan, kira-kira kalian siap nggak tuh? © twitter.com/mayunojinrouaka

Pertanyaannya adalah, apa orang-orang sudah siap untuk menyerahkan alih kekuasaan pada sebuah kecerdasan buatan? Tidak juga. Namun tidak bisa dipungkiri kalau kecerdasan buatan dan kecanggihan teknologi yang ada sudah cukup untuk membuat kagum banyak orang.

Sekali lagi Michihito berusaha untuk meyakinkan sekitar 3,500 orang lebih di kota Tama untuk mendukung sisi idealisnya seperti 3 tahun lalu. Well, mari kita lihat saja, apakah Tama akan jadi kota pertama yang dipimpin oleh sebuah produk dari kecanggihan teknologi?

(sor/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI