Sebelum Terjebak Influencer Abal-Abal, Pahami Dulu Istilah Dunia Endorse Ini!

Jum'at, 19 Juli 2019 22:41 Penulis: Rezka Aulia
Sebelum Terjebak Influencer Abal-Abal, Pahami Dulu Istilah Dunia Endorse Ini!
Pahami dulu apa itu influencer, endorse dkk! © Shutterstock


Kapanlagi Plus - Berapa banyak keputusan KLovers dalam membeli sesuatu dipengaruhi oleh 'racun' dari selebgram di instagram? Beragam ulasan yang dibagikan para selebgram ini memang efektif dalam mempengaruhi followers mereka. Influencer alias selebgram alias key opinion leader memang memegang perna penting dalam pemasaran di era digital ini.

Banyak istilah dalam dunia pemasaran digital yang harus kita ketahui agar tak terjebak 'racun' yang salah. Pasalnya belum lama ini viral kisah mengenai para influencer abal-abal yang bikin banyak orang mengelus dada. Yuk pelajari istilah-istilah ini agar lebih bijak dan tak terjebak ulasan bodong!

 

1. Influencer

Influencer adalah sebutan untuk orang atau akun media sosial yang memiliki banyak followers. Banyaknya audiens yang dimiliki ini menjadi target review barang atau jasa.

Influencer berbeda dengan artis atau selebritis, mereka tak harus ada di ibukota atau memiliki debut tertentu. Mereka bisa jadi siapa saja, mulai siswa sekolah hingga fotografer professional. Sesuai julukannya, influencer bisa memberi pengaruh dan dampak tertentu terhadap followers mereka. Apa yang mereka bagikan kepada followers membawa pengaruh yang cukup kuat pada audiensnya.

Istilah lain untuk influencer bisa juga disebut Key Opinion Leader alias KOL. Lewat jasa para KOL ini para brand, seller atau pemilik online-shop bisa memasarkan barang dan jasa mereka.

2. Endorser

Selanjutnya para influncer alias KOL yang bekerja sama dengan brand sebagai klien disebut sebagai endorser. Tugas mereka melakukan endorse atas barang dan jasa yang disediakan oleh klien yang telah memakai jasa mereka. Imbalan yang diterima KOL beragam sesuai kesepakatan yang dibuat dengan klien. Bisa berupa barang yang dikirim klien pada KOL, fee berupa uang, atau bisa jdi keduanya.

Tarif endorse tiap KOL tentu saja berbeda satu sama lain. Tak ada rumus pasti dalam penentuan fee seorang KOL. Namun besaran jumlah fee bisa diperkirakan dari jumlah followers, popularitas dan engagement sang KOL itu sendiri. Seorang KOL biasanya hanya melakukan endorse untuk produk yang sesuai dengan image dan target marketnya. Seorang beauty influencer tentu hanya meng-endorse kosmetik, bukan oli mobil kan?

3. Selebgram

Istilah selebgram alias selebriti-instagram tentu tak asing untuk KLovers semua. Akun berfollowers puluhan atau ratusan ribu ini biasanya sudah bisa dikatagorikan sebagai selebgram. Tak jarang para selebgram ini membuka kesempatan endorse produk.

Contoh selebgram yang cerdik membaca peluang adalah Awkarin. Wanita satu ini berhasil mengubah sorotan publik menjadi pundi-pundi rupiah. Bahkan Awkarin telah membuat management selebgramnya sendiri. Kepopuleran Awkarin juga tak sebatas di dunia maya, ia sempat merilis single dan kini memiliki beberapa lini bisnis.

4. Selebtwit

Kategori selebriti dunia maya selanjutnya datang dari sosial media Twitter. Selebtwit alias Selebritis-Twitter juga punya pesona tak kalah menawan. Bila selebgram mengandalkan visual yang kece untuk memikat followers, hal berbeda terjadi di dunia twitter.

Selebtwit tak mengandalkan visual namun kisah menarik yang mereka tuturkan. Informasi, joke bahkan cerita yang mereka bagikan menjadi pesona mereka. Status 'seleb' di twitter tentu saja juga masih dipengaruhi dari jumlah followers serta tingkat engagement tiap cuitan.

Contoh selebtwit yang cukup sukses adalah Arief Muhammad yang awalnya dikenal sebagai admin @poconggg. Akun anonim yang dikembangkan Arief Muhammad ini sering membagikan twit lucu kadang juga inspirasional. Kini Arief tak hanya sebatas selebtwit, ia juga mengembangkan beberapa bisnis dan merambah platform youtube.

5. Engagement Rate

Kata 'engagement' telah berulang kali disebut dalam artikel ini. Namun tentunya engagement di sini bukan berarti pertunangan ya, KLovers. ;)

Dalam dunia per-endorse-an, engagement diartikan seberapa banyak orang yang berinteraksi dengan unggahan kita dibanding jumlah total followers. Setiap foto atau video yang diunggah tentu akan dilihat, dikomentari, disukai, disimpan atau bahkan dibagikan. Misalkan sebuah akun dengan 1,000 followers mendapat 100 likes dalam satu postnya, berarti akun ini memiliki engagement rate 10%.

Semakin besar likes, comment dan interaksi yang didapat sebuah post akan menaikkan engagement rate mereka. Besaran prosentase inilah salah satu penentu jumlah fee influncer alias KOL.

6. Paid Promote

Berbeda dari endorse, paid promote merupakan jenis promosi melalui instagram yang foto dan caption telah disediakan klien. Influencer tinggal copy paste dan posting saja. Jenis promosi ini berbeda dengan endorse karena influencer tidak benar-benar mencoba produk yang ditawarkan. Mereka hanya menyampaikan pesan klien pada audiensnya.

 

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia



MORE STORIES




REKOMENDASI