Sejarah e-sports dari Zaman Purbanya Hingga Kompetisi Berhadiah Ratusan Juta

Jum'at, 22 Mei 2020 11:56 Penulis: Wuri Anggarini
Sejarah e-sports dari Zaman Purbanya Hingga Kompetisi Berhadiah Ratusan Juta
(c) Shutterstock


Kapanlagi Plus - Dulu, main game online mungkin masih dipandang sebelah mata karena dianggap nggak berguna dan ngabisin waktu aja. Sekarang, zaman berubah karena e-sports yang semakin berkembang. Kalau awalnya main game online hanya buat hiburan, sekarang bisa ikutan turnamen berhadiah ratusan juta. Nggak banyak yang tahu kalau perkembangan e-sports sendiri sudah berlangsung dalam jangka waktu lama. Yuk, simak perjalanannya!

1. Berawal dari tahun 1970an Lewat Kompetisi Video Game Spacewar dan Space Invader

Tahun 1970an bisa disebut sebagai awal lahirnya e-sports yang bersamaan dengan dimulainya industri video game. Tapi jangan membayangkan para pemain di depan laptop atau komputer dengan jaringan internet stabil. Zaman itu, komputer masih dianggap barang mewah dan hanya dimiliki perkantoran atau laboratorium belajar universitas.

Game yang dimainkan pun nggak sebanyak sekarang. Spacewar yang dibuat oleh Steve Russel dan koleganya dari Massachusetts Institute of Technology, jadi favorit para teknisi dan mahasiswa ilmu komputer. Sejarah e-sports mulai dibuat saat turnamen video game pertama di dunia bertajuk Intergalactic Spacewar Olympic digelar pada 19 Oktober 1972.

Uniknya, bukan hadiah ratusan juta yang diperebutkan, tapi sekadar paket langganan majalah Rolling Stone selama setahun. Selain Spacewar, Space Invader yang hanya dimainkan di mesin arcade pun mulai menarik minat gamer, hingga Atari menggelar kompetisi video game berskala besar pertama di dunia pada tahun 1980.

2. Kehadiran Twin Galaxies yang Bikin Budaya Gaming Makin Mainstream

Meskipun turnamen game mulai bermunculan, kebanyakan permainan bersifat single-player dan dipertandingkan dengan membandingkan skor yang didapat pemainnya. Walter Day, seorang businessman asal Amerika, melihat fenomena ini dan menggagas Twin Galaxies.

Organisasi yang mencatat rekor tertinggi yang dicetak pemain video game ini pun mempopulerkan budaya gaming di Amerika Serikat. Salah satunya, Billy Mitchel yang sukses mencatatkan rekor tertinggi pada beberapa game seperti Pac-Man, Donkey Kong, Centipede dan Burger Time. Ia bahkan berhasil mencatatkan prestasinya di Guinness World Records di tahun 1985.

3. Munculnya Kompetisi Fighting Game Terbesar yaitu Evolution Championship Series

Satu dekade berlalu, memasuki tahun 90an Capcom membuat gebrakan dengan merilis Street Fighter II: The World Warrior. Kalau awalnya kemampuan gamer hanya dinilai lewat skor, maka fighting game yang satu ini memperkenalkan laga digital satu lawan satu untuk menentukan siapa yang terbaik.

Banyaknya pemain Street Fighter II yang berkompetisi dengan panas melahirkan Evolution Championship Series. Kompetisi yang digagas Battle of the Bay di tahun 1996 ini bukan hanya menjadi tempat lahirnya pemain fighting games terbaik, tapi juga menginspirasi munculnya game-game lain seperti Doom, Quake dan Half-Life.

4. e-Sports Menjadi Fenomena Global yang berasal dari Korea Selatan

Bukan hanya Amerika Serikat, Korea Selatan pun punya peran penting dalam perkembangan e-sports. Berawal dari krisis finansial yang menimpa Asia di tahun 1997, Negara Ginseng itu fokus mengembangkan telekomunikasi dan internet yang memicu munculnya komunitas gamers.

Bukan hanya menyediakan jaringan internet, pemerintah Korsel pun mendukung munculnya industri game dengan menciptakan Korea E-sports Association di tahun 2000. Hasilnya, turnamen e-sports di negara tersebut diselenggarakan secara profesional dan diterima masyarakat awam hingga menyebar ke tingkat global.

5. Tren Baru e-sports Global: Mobile Games

Nggak hanya stuck di komputer dan arcade, e-sports terus merambah masuk ke teknologi mobile, yang diawali oleh Super Evil Megacorp dengan meluncurkan Vainglory di tahun 2014. Menjadi pionir e-sports mobile game di dunia, hanya butuh setahun bagi mereka untuk menyelenggarakan Vainglory World Invitational. Keberhasilan Vainglory ini pun disusul oleh gelaran e-sports lainnya seperti Mobile Legends di tahun 2017 dan PUBG Mobile yang kini kompetisinya semakin diminati.

Berbagai mobile game yang hadir turut membuat perkembangan e-sports jadi makin subur. Apalagi kini akses game yang sering dijadikan turnamen global juga semakin mudah, misalnya saja Mobile Legends yang bisa di-download langsung di App Store bagi pengguna Apple. Kemudahan akses ini semakin menyuburkan pertumbuhan e-sports mulai kalangan anak-anak yang sekaligus menjadi bibit atlet e-sports jika berhasil mengasah skill dengan tekun.

(c) Instagram/dana.id(c) Instagram/dana.id

Kemudahan akses ini juga didukung dengan semakin banyaknya alternatif pembayaran yang tersedia di ekosistem Apple. Salah satunya menggunakan DANA sebagai metode pembayaran untuk melakukan transaksi pembelian items di App Store, langganan iCloud Storage, atau streaming Apple TV dan Apple Music. Selain itu, ada kabar baik nih bagi pengguna Apple yang bertransaksi dengan DANA di App Store. Transaksi apapun yang kamu lakukan di App Store bisa memberikan bonus items game Mobile Legends favorit, lho.

Temukan informasi tentang aplikasi DANA selengkapnya dengan klik di sini.

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI