Selfie Bareng Kemenpora, Eko Yuli Lebih Semangat Berlatih
© merdeka
Kapanlagi.com - Atlet angkat besi Eko Yuli mengaku kehadiran Menpora menjadi energi sendiri dalam berlatih. Ia mengucapkan terima kasih kepada Menpora karena di sela kesibukannya beliau dapat hadir.
"Kami para atlet dapat langsung menyampaikan hal-hal yang kami perlukan, jika bisa sebulan sekali mengunjungi, tentu kami sangat senang dan bangga," ujar Eko Yuli.
Meski peluang emas untuk Indonesia besar, Eko mengaku tetap rendah hati tanpa mengurangi semangat dalam berlatih. Menurutnya, masih ada beberapa bulan ke depan untuk tes even, sehingga TC kali ini dalam rangka memperbaiki angkatan terbaik, setelah itu menentukan target.
Advertisement
"Doakan semoga tidak ada cedera, secara pribadi setiap atlet pasti menginginkan emas, tetapi proses masih berjalan, nanti pada saatnya Tim Manajer dan Pelatih akan menentukan target, prinsip persembahkan yang terbaik untuk Indonesia tercinta," tutup Eko.
Sekjen PABBSI Kuntadi Djajalana mengatakan meski saat ini belum secara resmi mematok target, mengingat kekuatan angkat besi itu di Asia. Jadi menurutnya, jika mampu juara di Asia dapat dikatakan juara dunia.
"Peluang emas di Asian Games, tanpa mengesampingkan kekuatan lain selain Cina dan Kazakhstan yang absen karena doping, kita optimis medali emas," katanya.
Setelah meninjau pelatnas basket 3x3, Menpora melanjutkan peninjauannya dengan mendatangi cabor Angkat Besi di Mako lanmar, Jalan Kwini II/6, Jakarta Pusat. Menpora mengaku menaruh harapan besar pada atlet-atlet angkat besi. Karena sudah terbukti dalam setiap even internasional yang diikuti tidak pernah lepas dari medali.
"Saya sekarang khusus ditugasi oleh Pak Presiden dan Pak Wapres untuk urusan atlet dan prestasi, maka saya akan sesering mungkin hadir menemani para atlet dalam berlatih mempersiapkan diri menghadapi even besar nanti, saatnya kita semua memberikan dukungan," tambah Menpora.
Menpora juga menginginkan bahwa semua atlet dapat dikenal masyarakat sebagai pahlawan. karena semua atlet adalah pahlawan olahraga yang patut dicontoh seluruh anak muda bangsa.
"Segala hal telah dikorbankan, tenaga, waktu, keluarga, demi merah putih dan kejayaan bangsa. Foto-foto atlet harus terpajang dan terpampang di mana-mana, kita semua harus menghargai," tegas Menpora.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kln/tmi)
Advertisement
