Sempat Jadi Polemik, Kampanye CELUP Kini Tutup Akun?

Kamis, 28 Desember 2017 13:20 Penulis: Tyssa Madelina
Sempat Jadi Polemik, Kampanye CELUP Kini Tutup Akun?
Salah satu isi brosur dari Kampanye CELUP. © Instagram/cekrek.lapor.upload

Kapanlagi Plus - Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan keberadaan kampanye anti susila yang menamai komunitasnya dengan istilah "CELUP". CELUP sendiri merupakan akronim dari "Cekrek, Lapor, Upload". Kampanye ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera pelaku tindak susila di ruang publik dengan mengambil foto mereka secara diam-diam dan mengunggahnya di media sosial.

Kampanye tersebut memiliki akun Instagram resmi (@cekrek.lapor.upload) yang kerap mengunggah postingan berisi penjelasan tetntang mengapa gerakan tersebut harus diikuti. Para penggagas akun Instagram tersebut mengungkapkan keresahannya atas fasilitas ruang publik yang kerap disalahgunakan untuk pacaran berlebihan. CELUP mengajak netizen untuk mengikuti kampanye dengan mengusung motto dan tanda pagar. "Selamatkan ruang publik kita, pergoki mereka! Laporkan kepada kami #terciduk #antiasusila," begitu bunyi keterangan bio dalam akun resmi CELUP.

Akun Instagram resmi dari Kampanye CELUP.  © Instagram/cekrek.lapor.uploadAkun Instagram resmi dari Kampanye CELUP. © Instagram/cekrek.lapor.upload

Namun bukannya mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat, kampanye tersebut justru menimbulkan pro dan kontra karena dianggap mengganggu ranah privasi seseorang. Terlebih, CELUP juga mencatut berbagai pihak yang mendukung kampanye tersebut. Di antaranya adalah Pemerintah Kota Surabaya, TV9, Radiogasm Surabaya, C2O Library & Collabtive, Aiola Eatery, Jawa Pos, dan Detik Com.

Tak lama setelah viral, Jawa Pos dan Detik Com mengklarifikasi hal tersebut melalui akun Twitter resmi mereka. Kedua media tersebut menjelaskani bahwa mereka tidak pernah terlibat apa pun dalam kampanye yang mengajak orang untuk memotret, melaporkan dan mengunggah kegiatan asusila yang ditemukan masyarakat. Hal tersebut disusul dengan akun Instagram CELUP yang turut mengklarifikasi hal tersebut.

Pencatutan beberapa logo perusahaan (foto kiri) dan pernyataan dari Detik Com (kanan).  © Instagram/cekrek.lapor.uploadPencatutan beberapa logo perusahaan (foto kiri) dan pernyataan dari Detik Com (kanan). © Instagram/cekrek.lapor.upload

"Selamat sore, kami CELUP hari ini mengkonfirmasi bahwa kami tidak ada keterkaitan dengan media Jawa Pos, Detik.com, TV 9, C2O, Aiola Eatory dan Pemerintah Kota Surabaya. Logo tersebut dicantumkan karena salah paham hanya untuk izin penempelan poster dan peliputan media. Selebihnya tidak ada dukungan apapun."

Kini, akun Instagram yang sempat menimbulkan polemik tersebut telah ditutup. Dilansir dari berita yang ditulis Jawa Pos, rupanya kampanye CELUP dipelopori oleh mahasiswa semester 5 dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya (biasa disingkat dengan UPN Veteran Jatim atau UPNVJT) dengan koordinator kampanye yang bernama FZ. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FZ terkait polemik dan pencatutan beberapa nama perusahaan terkait dalam kampanye yang digagasnya tersebut.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI