Sempat Menghebohkan, Polisi Akhirnya Tangkap Pelaku Penyekapan Remaja di Malang

Kamis, 16 Juni 2022 17:18 Penulis: Dian Eka Ryanti
Sempat Menghebohkan, Polisi Akhirnya Tangkap Pelaku Penyekapan Remaja di Malang
Credit Foto: Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori


Kapanlagi Plus - Kasus kriminal kembali terjadi. Kali ini YD (49), pria di Kabupaten Malang ditangkap petugas kepolisian atas dugaan penyekapan seorang remaja. Pria asal Banyuwangi itu saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polresta Malang.

"Kami telah mengamankan pelaku seroang laki-laki berumur 49 tahun yang menyekap seorang remaja perempuan berumur 19 tahun," terang AKP Lukman Hadi, Kapolsek Sumberpucung, Polres Malang, Rabu (15/6).

1. Polres Mendatangi TKP

Polsek Sumberpucung Polres Malang mendatangi TKP dan memeriksa korban dan saksi, sebelum kemudian mengamankan diduga pelaku. Selain itu juga diamankan barang bukti berupa sepeda motor,, 3 tali berbahan karet, lakban cokelat. Barang tersebut diduga digunakan pelaku menyekap korban.

"Saat ini pelaku sudah kami amankan, dan akan ditindaklanjuti," tegas AKP Donny Kristian Baralangi, Kasat Reskrim Polres Malang.

2. Wanita Mengaku Disikap

Sebelumnya, seseorang wanita mengaku disekap dalam lemari dengan tangan dan kaki terikat di sebuah rumah kontrakan. Korban berhasil meloloskan diri dan menceritakan kepada saksi, sebelum melaporkan ke polisi.

Peristiwa penyekapan terjadi Kamis (9/6) pukul 09.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Untung Suropati, Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

3. Awalnya Diajak Ambil Ijazah

Korban IR (19) mengaku diajak mengambil ijazah milik korban di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Sumberpucung. Namun pelaku mengajak ke rumah kontrakannya dengan alasan mengambil laptop dan sepeda motor.

Korban mengalami penyekapan dengan kaki dan tangan diikat serta mulut dilakban. Korban berhasil keluar dari rumah yang terkunci melalui pintu belakang. Selanjutnya korban mengadukan kepada salah seorang saksi untuk kemudian dilaporkan ke polisi.

Pelaku disangkakan Pasal 289 dan pasal 333 KUHP tentang kekerasan atau ancaman kekerasan melakukan atau membiarkan dilalukan perbuatan cabul, serta dengan sengaja perampasan kemerdekaan. Pelaku diancam hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun.

(kpl/dar/dyn)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI