Serba Sembunyi-Sembunyi, Begini Cara Arab Saudi Rayakan Valentine
© Wall Street Journal
Kapanlagi.com - Perayaan hari Valentine memang sebetulnya berasal dari paham pagan yang berkembang di daerah Eropa. Namun pada abad ke-18 Valentine barulah resmi dirayakan sebagai hari kasih sayang. Hingga saat ini perayaan Valentine senantiasa menjadi perdebatan, bahkan di beberapa negara perayaan hari Valentine masih dilarang.
Salah satunya adalah Arab Saudi, negeri yang sangat kental dengan ajaran Islam ini melarang segala bentuk perayaan hari kasih sayang. Hal ini dilakukan karena pemerintah Arab Saudi menganggap bahwa perayaan hari Valentine tidak sesuai dengan kaidah yang mereka anut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Meski dibatasi secara ketat, masih terdapat rakyat Arab Saudi yang merayakan hari kasih sayang ini secara sembunyi-sembunyi. Dengan cara ini, masyarakat Arab Saudi masih dapat merasakan euforia di hari yang identik dengan warna pink ini.
Advertisement

Beberapa penjaja barang-barang Valentine menjual barang dagangan mereka beberapa hari sebelum Valentine tiba. Para pedagang ini tidak memajang item berwarna merah tepat di hari Valentine jika tak ingin ditindak oleh polisi keagamaan Saudi. "Kami menghormati peraturan di sini. Pada tanggal 14 Februari barang-barang berwarna merah seharusnya tidak dipajang." ujar seorang pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan Valentine secara sembunyi-sembunyi dikutip dari Wall Street Journal.
Sementara itu, hari Valentine menjadi ladang keuntungan bagi para penjual bunga meski mereka juga mempraktikkan berdagang secara sembunyi-sembunyi. Satu tangkai mawar saja dihargai Rp 52.000 pada hari Valentine. Para pedagang bunga menerima pembelian secara delivery order agar lebih aman.

"Di Arab Saudi, mengucapkan 'Hari Valentine' adalah hal yang ilegal. Tapi setiap orang ingin merayakan hari ini." ujar salah seorang warga Arab Saudi yang berhasil diwawancarai oleh Wall Street Journal. Aturan keagamaan yang menjadi dasar bernegara Arab Saudi memang cukup ketat. Arab Saudi melarang segala bentuk percintaan sebelum pernikahan. Oleh sebab itu, masyarakat Arab Saudi lebih memilih untuk berpacaran secara online. Unik bukan?
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(wsj/agt)
Advertisement
