Solidaritas Untuk Keselamatan, Jurnalis di Malang Lakukan Aksi Tutup Mulut

Sabtu, 28 September 2019 13:01 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Solidaritas Untuk Keselamatan, Jurnalis di Malang Lakukan Aksi Tutup Mulut
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Jurnalis di Malang juga menggelar gerakan Solidaritas untuk Keselamatan Jurnalis. Puluhan massa dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan aksi tutup mulut.

Peserta aksi mendesak dilakukan pengusutan atas aksi kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh aparat keamanat. Aparat tidak hanya menghalang-halangi kerja jurnalistik, tetapi juga merampas dengan tindak kekerasan. Sehingga sejumlah jurnalis di berbagai daerah dilaporkan terluka.

"Kekerasan menimpa jurnalis di antaranya, di Jakarta, Makassar dan Jayapura. Korban tercatat 10 orang dari 10 media berbeda," kata Mohammad Zainuddin, Koordinator Aksi.

Bentuk kekerasan yang diterima berupa diintimidasi, dirampas alat kerjanya, hingga mendapat kekerasan fisik, terhasuk yang dialami jurnalis pendiri Watchdog, Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu. Sehingga pemerintah terkesan antikritik dan menggunakan alat negara untuk membungkam warganya.

 

1. Desak Polisi

Massa juga mendesak kepolisian menghentikan segala bentuk represi yang mengancam kerja jurnalis, serta mendukung kebebasan berpendapat dan berkespresi. Selain itu menuntut kepolisian menghukum anggotanya yang terlibat kekerasan kepada jurnalis dengan penanganan yang terbuka.

Massa juga menuntut kepolisian melucuti senjata para anggotanya yang bertugas menghalau massa serta menghentikan sweeping kepada peserta aksi maupun jurnalis yang sedang bertugas.

2. Tuntut Kepolisian

Massa juga menuntut kepolisian membebaskan Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu dari sangkaan pasal karet UU ITE. Serta menuntut kepolisian menghentikan penangkapan-penangkapan aktivis yang melakukan kritik dan menyuarakan kepentingan publik.

Massa juga meminta perusahaan media untuk memberikan alat pelindung diri kepada jurnalisnya yang meliput aksi massa dan kejadian yang berpotensi terjadi kericuhan. Serta mendesak Dewan Pers membentuk Satgas Anti Kekerasan guna menuntaskan kasus kekerasan yang terjadi sepanjang aksi penolakan RKUHP dan Revisi UU KPK di berbagai daerah.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI