Dari Purbalingga, Tiga Film Karya Pelajar Bersaing di FFI

Selasa, 10 Oktober 2017 14:56 Penulis: Tyssa Madelina
Dari Purbalingga, Tiga Film Karya Pelajar Bersaing di FFI
Babaran karya SMAN 2 Purbalingga Merdeka

Kapanlagi Plus - Kabar membanggakan datang dari para sineas muda Purbalingga. Setelah sebelumnya masuk nominasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2014, tahun ini mereka kembali menorehkan prestasi serupa. Tak tanggung-tanggung, sesuai pengumuman resmi nominasi FFI 2017 pada Kamis (5/10) ada tiga film karya anak muda Purbalingga yang bersaing.

Sebelumnya, pada tahun 2014, film dokumenter PENDERES DAN PENGIDEP sempat tercatat masuk nominasi FFI. Tahun 2012 film LANGKA RECEH dan MENTARI DI SAMBIRATA meraih Special Mention di FFI. Prestasi yang sama juga didapat film PIGURA di FFI 2010.

Ketiga film karya pelajar Purbalingga yang kembali masuk ke nominasi FFI 2017 antara lain, BABARAN karya sutradara Meilani Dina Pangestika, LINTAH DARAT karya sutradara Putri Zakiyatun Ni'mah dan NYATHIL garapan sutradara Anggita Dwi Martiana. Nominasi tersebut semakin mengukuhkan prestasi yang ditoreh oleh anak-anak muda Purbalingga tersebut lantaran sebelumnya mereka juga memenangkan penghargaan Film Terbaik I Kategori Fiksi Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja 2017 dengan karya "NYATHIL".

Behind the scene pembuatan salah satu film  Braling Behind the scene pembuatan salah satu film Braling

Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga Bowo Leksono mengatakan, keberhasilan tiga film pendek yang masuk nominasi FFI 2017 merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Purbalingga. Hal ini pun menjadi bukti bahwa meskipun berasal dari desa, tapi mereka mampu menjajarkan diri dengan sineas-sineas modern di luar sana. "Hal ini sangat membanggakan," ujar Bowo seperti dilansir dari Merdeka.

Film Babaran, yang diproduksi oleh SMAN 2 Purbalingga ini berkisah mengenai seorang supir truk bernama Slamet yang dalm satu waktu mesti mengantar istrinya melahirkan sekaligus menuntaskan pekerjaannya sebagai pengantar barang. Sedangkan film Lintah Darat, produksi SMAN 1 Bukateja, mengisahkan mengenai seorang rentenut yang insyaf dari pekerjaannya. Film terakhir, karya SMK Muhammadiyah 1 dengan judul Nyathil berkisah mengenai dugaan praktik korupsi oleh kepala desa terkait program bantuan renovasi rumah warga miskin.

Pada ajang bergengsi FFI 2017 nanti, film tersebut akan diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Wah, dilihat dari sinopsis singkatnya saja, film-film karya sineas muda berbakat tersebut sarat akan nilai moral, ya. Jadi tidak sabar menontonnya, bagaimana menurutmu, KLovers?

(mdk/tmd)



MORE STORIES




REKOMENDASI