Tips Cerdas untuk Move On dari Mantan, Simak Tips Berharga dari Buya Yahya!

Penulis: M Rizal Ahba Ohorella

Diterbitkan:

Tips Cerdas untuk Move On dari Mantan, Simak Tips Berharga dari Buya Yahya!
Ilustrasi Do'a

Kapanlagi.com - Pacaran, sebuah fenomena yang begitu akrab di kalangan anak muda, sering kali dianggap sebagai langkah awal menuju pernikahan. Namun, dalam pandangan Islam, pacaran bukanlah jalan yang direkomendasikan.

Allah Swt. telah mengingatkan kita untuk menjauhi segala bentuk perbuatan yang mendekati zina. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman, "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk." [Q.S. Al-Isra: 32].

Meskipun demikian, pacaran tetap menjadi tren yang tak terelakkan di kalangan generasi muda. Banyak di antara mereka yang merasa bahwa menjalin hubungan ini dapat memberikan semangat dan motivasi untuk berjuang bersama.

Namun, perlu diingat, tidak semua hubungan berujung pada pernikahan. Seringkali, hubungan yang penuh cinta berakhir dengan perpisahan, dan saat itulah rasa sakit ditinggalkan muncul. Banyak yang merasa kesulitan untuk move on dari mantan, meskipun perasaan sayang masih membekas.

Dalam situasi seperti ini, ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif, atau lebih dikenal sebagai Buya Yahya, memberikan pencerahan. Beliau membagikan tips praktis untuk membantu seseorang move on setelah putus pacaran.

Nasihat berharga ini muncul ketika salah satu jemaahnya bertanya mengenai barang-barang pemberian mantan apakah sebaiknya dikembalikan atau tidak. Dengan kebijaksanaan dan pengalamannya, Buya Yahya siap membantu kita menemukan jalan untuk melanjutkan hidup setelah perpisahan.

1. Hanguskan Barang-Barang Mantan

Buya Yahya dengan tegas mengungkapkan bahwa pacaran, atau hubungan yang belum dihalalkan, adalah sebuah kehinaan yang sebaiknya ditinggalkan. Bagi mereka yang ingin bertobat dari masa lalu yang kelam, penyesalan harus hadir dengan tulus.

Namun, bagaimana cara menghapus bayang-bayang mantan? Buya Yahya menyarankan untuk membakar semua barang yang pernah diberikan oleh mantan, agar kenangan yang menjerumuskan tidak lagi menghantui.

"Nostalgia itu tajam, bisa membawa kita kembali ke jalan kehinaan," katanya.

Jika masih menyimpan barang atau nomor telepon mantan, itu berarti pertobatan belum sepenuhnya tulus.

"Hapus semua tanda yang mengingatkan kita pada masa lalu yang kelam, dan mulailah hidup baru.

Insya Allah, jalan menuju orang yang lebih baik akan terbuka," tutupnya dengan penuh harapan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Tobat dengan Sungguh-Sungguh

Berpindah dari kenangan mantan memang bukan hal yang mudah, namun Buya Yahya menegaskan pentingnya bagi seorang muslim untuk tegas menolak kembali ke jalan yang penuh kehinaan.

Menurutnya, tobat yang hanya disertai air mata tanpa melupakan masa lalu yang kelam akan sia-sia, karena setan akan terus menggoda untuk jatuh ke dalam kemaksiatan yang sama.

"Menghapus segala sesuatu yang membawa kita kembali ke keburukan adalah kewajiban bagi yang ingin bertobat. Tobat itu berarti penyesalan, dan penyesalan memiliki makna yang sangat dalam," ujar Buya Yahya.

Dalam nasihatnya, beliau menekankan bahwa pacaran adalah perbuatan yang tidak dianjurkan dalam Islam, dan jalan terbaik untuk menjalin hubungan adalah melalui pernikahan. Wallahu a'lam.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rao)