Tourism Hub Bakal Jadi Daya Tarik Wisatawan Filipina ke Batam, Kok Bisa?

Senin, 24 Juni 2019 14:14 Penulis: Wuri Anggarini
Tourism Hub Bakal Jadi Daya Tarik Wisatawan Filipina ke Batam, Kok Bisa?
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Punya potensi wisata yang luar biasa, sayang banget kalau Indonesia nggak dimaksimalkan dengan baik. Bali atau Lombok mungkin sudah jadi destinasi yang terlalu mainstream buat wisatawan asing. Sekarang pemerintah tengah gencar-gencarnya mempromosikan daerah lain yang nggak kalah punya pesona alam luar biasa, seperti Batam.

Cara mempromosikannya juga nggak kalah unik, melainkan lewat sebuah program khusus. Salah satunya adalah Tourism Hub yang sekarang lagi gencar dioptimalkan buat memikat wisatawan non Singaporean yang sudah berada di Singapura. Targetnya adalah wisatawan yang sudah atau akan berkunjung ke Singapura. Sementara itu, untuk pasar Singapura ada program lain yang bertajuk Hot Deals. 

Di 2018, paket hot deals tercatat menghasilkan wisman 688.946 orang. Angkanya hampir menembus 700 ribu orang. Dan di 2019 ini, datanya juga sangat positif. Hingga 21 Juni 2019, angkanya sudah 505.245 orang.

“Tahun ini kita lanjutkan konsep Hot Deal dengan sasaran pasar Singaporean,” ungkap dia.

Nah, untuk pasar non Singaporean yang sudah berada di Singapore, dibuatkan program khusus dengan nama Tourism Hub. Targetnya adalah wisatawan yang sudah dan akan berkunjung di Singapore. Salah satunya, Filipinos.

Peluangnya? Terbilang tinggi. Di 2018 saja, ada 18 juta wisatawan yang masuk ke Singapore.  “Itu adalah crowds wisatawan, atau pasar potensial yang sudah ngumpul. Lokasinya sangat dekat dengan Kepri,” kata Menpar Arief Yahya.

Organizing Committee Program Hot Deals Kepri Christine Besinga juga ikut mengamini. Menurutnya,  pariwisata sangat mirip dengan bisnis telekomunikasi dan transportasi. Salah satu kesamaannya adalah, sangat dipengaruhi oleh kedekatan atau proximity.

"Kedekatannya bisa jarak dan culture,," terang Christine.

Singapura bisa masuk di keduanya. Jaraknya sangat dekat dengan Batam dan Bintan. Keduanya bisa ditempuh 1-1,5 jam dari Singapura.

Total "ikan" yang bisa dijaring dari Singapura jadi banyak. Gabungan  Singaporean dan Non Singaporean bisa menghasilkan 24 juta orang. Angka tadi berpotensi sebagai pasar Pariwisata Kepri dalam setahun di Singapore.

"Karena itulah Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah Strategi Menjaring Ikan di Kolam yang sudah banyak ikannya. Konsep inilah yang didetailkan di business gathering Famtrip Filipina, di Kota Batam," timpal Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Semua serius didiskusikan. Dari mulai paket bundling, harga super murah, atraksi, amenitas dan akses, semuanya dibeberkan detail oleh Organizing Committee Program Hot Deals Kepri Christine Besinga. Setelah itu, penjelasan tadi, langsung difollow up 20 Travel Agent, 11 hotellier dan 1 lapangan golf di Batam dengan melakukan business meeting dengan 11 TA/TO Filipina.

"Paketnya menggabungkan ransportasi, akomodasi, atraksi. Di bundling jadi satu, jadi sangat murah. Silakan ke Batam. Destinasinya sangat value for money," sambung Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani yang diamini Kabid Pemasaran Area Sulawesi dan Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI