Tragedi Itaewon Telan 156 Korban Jiwa, 6 Teori dan Spekulasi Penyebab Terjadinya Insiden Menurut Saksi Mata

Selasa, 01 November 2022 15:31
Tragedi Itaewon Telan 156 Korban Jiwa, 6 Teori dan Spekulasi Penyebab Terjadinya Insiden Menurut Saksi Mata
Teori penyebab terjadinya tragedi Itaewon (credit: TPG Images)


Kapanlagi Plus - Tragedi yang terjadi di Itaewon saat malam perayaan Halloween pada Sabtu (29/10) lalu merenggut nyawa banyak orang. Dari kabar terbaru, korban tewas yang tercatat karena kejadian nahas tersebut bertambah ke angka 156 orang.

Kemungkinan jumlah korban bisa bertambah karena masih ada sekitar 30 korban lainnya yang dalam kondisi kritis. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lantaran belum bisa menentukan apa sebenarnya penyebab tragedi mematikan tersebut.

Di saat yang sama, berbagai dugaan dan rumor banyak bermunculan di kalangan publik terkait penyebab tragedi di Itaewon. Melansir dari CNN Indonesia, ada beberapa spekulasi warga setempat soal awal mula dari kejadian yang merenggut nyawa banyak orang tersebut. Intip selengkapnya berikut ini.

1. Ada Pengguna Narkoba yang Berkelahi

Salah satu saksi mata bernama Park Jung Hoon mengatakan bahwa ada pengguna narkoba yang sempat berkelahi di Itaewon. Menurut penuturannya, pengguna narkoba tersebut berkelahi dengan beberapa orang.

Situasi pun semakin kacau karena adanya kecelakaan lain, di mana salah satunya adalah sepatu hak tinggi yang mengenai paha seseorang. "Pertama-tama, ada orang yang menggunakan narkoba, dan mereka bentrok dengan orang lain yang menyebabkan cedera," kata Park Jung Hoon seperti dikutip Reuters.

2. Keracunan Permen Misterius

Masih seputar narkoba, ada juga netizen Korea Selatan yang berspekulasi bahwa puluhan korban yang pingsan dan terkapar di Itaewon disebabkan oleh permen misterius yang dibagikan di kawasan tersebut. Dikatakan bahwa permen yang dibagikan oleh orang tak dikenal berkostum Santa Claus tersebut mengandung racun atau berisi narkoba.

"Tak lama setelah itu, banyak orang terlihat muntah-muntah dan pingsan, menyebabkan orang-orang ketakutan dan panik kabur di tengah kerumunan," ungkap salah satu saksi mata.

Spekulasi ini tampaknya bukan tanpa alasan. Pasalnya, pihak berwenang bahkan media di Korea Selatan sempat mewanti-wanti masyarakat soal penggunaan narkoba, khususnya selama perayaan Halloween. Media juga sempat mengimbau masyarakat agar berhati-hati tentang permen misterius yang dibagikan di tengah kerumunan. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan ini.

3. Pemilik Toko Usir Pengunjung

Di tengah berjubelnya pengunjung, saksi mata mengatakan bahwa ada sejumlah pemilik toko yang mengusir orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan. Saksi yang juga menjadi korban tragedi tersebut menyalahkan pemilik toko (bar dan kelab) yang dianggap menghalangi upaya penyelamatan diri tersebut.

"Sepertinya korban lebih parah karena orang-orang berusaha melarikan diri ke toko-toko terdekat tetapi diusir kembali ke jalan karena jam kerja sudah berakhir," ujar saksi seperti dikutip Yonhap News.

4. Kedatangan Vlogger Terkenal

Spekulasi selanjutnya datang dari saksi mata yang mengklaim ada seorang vlogger terkenal yang mendadak datang ke Itaewon. Kedatangan artis tak teridentifikasi tersebut disebut memicu kehebohan para pengunjung.

Alhasil, Itaewon yang sudah ramai pun langsung penuh sesak. Apalagi mengingat kawasan ini terdiri dari gang-gang kecil dengan lebar sekitar 3,2 meter saja.

5. Terjadi Kebocoran Gas

Ada pula kabar yang beredar bahwa sempat terjadi kebocoran tabung gas milik restoran yang ada di sekitar gang Itaewon. Hal ini disebut membuat kerumunan orang di Itaewon keracunan lantaran kadar oksigen yang minim.

Namun, pihak berwenang tidak menemukan adanya kebocoran gas atau kebakaran saat tiba di tempat kejadian setelah mereka menerima panggilan darurat.

6. Minimnya Pengamanan Polisi

Di sisi lain, sebagian besar publik meyakini bahwa tragedi Itaewon terjadi murni karena kelalaian dari pihak berwenang dalam pengamanan yang seharusnya bisa dicegah. Pada Sabtu malam, pengawasan dari pihak berwenang disebut terlalu minim padahal tiket hotel dan acara pesta di kawasan Itaewon diketahui terjual habis.

Seharusnya ledakan pengunjung di Itaewon sudah bisa diprediksi dan keramaian bisa dikendalikan. Namun sayangnya, saat ini pemerintah Korea Selatan tidak memiliki manual khusus untuk mengatasi kerumunan massa yang terjadi spontan.

(kpl/rsp)



MORE STORIES




REKOMENDASI