Tulis Esai Menyentuh, Gadis Ini Diterima di 8 Universitas Terbaik
© twitter.com/Cassandra_Hsiao
Kapanlagi.com - Diterima di perguruan tinggi kenamaan merupakan prestasi tersendiri, salah satunya saja sudah cukup membahagiakan apalagi bila diterima di 8 perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat? Rasanya bangganya pasti tak bisa digambarkan dengan kata-kata, seperti kisah seorang gadis Malaysia ini.
Cassandra Hsiao adalah seorang pelajar kelahiran Malaysia yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Gadis yang memiliki passion di dunia jurnalis ini memiliki kisah inspiratif karena telah diterima di 8 kampus Ivy League atau kampus terbaik Amerika Serikat yakni Columbia University, Harvard University, John Hopkins, Princeton, Yale, Berkeley, Stanford, dan lain sebagainya.

Padahal gadis yang sudah bertemu dengan Chris Evans, Sebastian Stan, dan Auli'i Carvalho hanya mengirimkan sebuah esai ke sejumlah kampus ternama tersebut. Namun mungkin kamu sendiri juga akan merasa takjub setelah membaca esai gadis yang berdarah campuran Taiwan dan Malaysia ini.
Advertisement
"Di rumah kami, Bahasa Inggris bukanlah bahasa Inggris. Snake seringkali disebut sebagai snack, bahasa Inggris tidak mudah diucapkan oleh kami. Aku sempat diolok-olok karena salah mengucapkan cash dengan cast," tulisnya.
"Ibuku yang asli Malaysia senantiasa membacakanku cerita dalam bahasa Inggris yang dirinya sendiri tak begitu memahami. Ibuku juga mengalami kesulitan pelafalan yang sama, beliau bahkan pernah dimarahi oleh gurunya karena karangan dalam bahasa Inggrisnya salah semua hingga dirinya menangis di depan kelas."

"Ibuku memintaku untuk mengajarinya bahasa Inggris dengan baik dan benar meski diriku juga sedang belajar. Hal ini tak pernah mudah. Ketika kosakata bahasa Inggris Ibuku mulai meningkat, aku juga mengalami perkembangan dalam bahasa Inggrisku. Aku sempat membaca puisi bahasa Inggris di depan 3000 orang. Aku belajar dari kehidupan Ibuku bahwa ada orang-orang yang ingin belajar namun diabaikan."
"Untuk itu aku ingin membela kaum yang tak memiliki kesempatan tersebut. Sebab di negaraku ada keindahan di setiap cara kami berbicara, itulah rumah kami." Karena esainya yang cukup panjang, mengalir, dan mengharukan ini Cassandra mencuri perhatian 8 kampus ternama Amerika Serikat. Wah, semangat Cassandra untuk meraih pendidikan memang patut diacungi jempol ya? Yuk, kita tiru gaya bertutur gadis yang juga bekerja jadi jurnalis part-time ini.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/agt)
Advertisement
