Ujian Nasional 2020 Resmi Dihapus Gara-Gara Wabah Corona, Bakal Diganti dengan Ujian Online?

Selasa, 24 Maret 2020 10:40 Penulis: Tyssa Madelina
Ujian Nasional 2020 Resmi Dihapus Gara-Gara Wabah Corona, Bakal Diganti dengan Ujian Online?
Ujian Nasional 2020 resmi dihapus ©2017 Merdeka.com/darmadi sasongko


Kapanlagi Plus - Gara-gara virus Corona (Covid-19) yang masih merajalela di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Komisi X DPR RI sepakat untuk menghapus Ujian Nasional 2020. Tentu saja hal itu dilakukan agar para siswa terlindungi dari wabah.

Penghapusan UN sendiri berlaku untuk semua siswa, baik itu tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di seluruh Indonesia. Mengingat penyebaran Covid-19 yang kian masif sementara UN sendiri harus dilaksanakan pada 30 Maret mendatang maka Kemendikbud dan Komisi X DPR mengambil langkah tegas.

"Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan," ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dalam keterangannya sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

1. Pengganti Ujian Nasional

Untuk pengganti ujian nasional sendiri, Huda masih mengkaji beberapa opsi salah satunya dengan ujian online (daring). Namun opsi tersebut hanya berlaku apabila pihak sekolah mampu.

"Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah," katanya.

2. Opsi Lainnya

Akan tetapi, jika misalnya pihak sekolah tidak mampu melaksanakan ujian online maka Kemendikbud menyediakan opsi yang lain. Yakni dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah.

"Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapot dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor," pungkasnya.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI