Ungkap Kondisi Psikis Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang, Polisi Lakukan Tes Kejiwaan

Kamis, 16 Mei 2019 00:11 Penulis: Kistin Septiyani
Ungkap Kondisi Psikis Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang, Polisi Lakukan Tes Kejiwaan
©Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Sugeng (49) pelaku mutilasi mayat yang ditemukan di Pasar Besar Lantai II Kota Malang akan menjalani tes kejiwaan. Kondisi psikisnya akan diketahui setelah mendapatkan hasil dari pemeriksaan psikiater.

"Ini nantinya kami mengundang psikiater atau dokter untuk memeriksa pelaku," tegas AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, Rabu (15/5) malam.

Sugeng (49) yang diketahui sebagai warga Jodipan Kota Malang diduga sebagai pelaku mutilasi. Namun pengakuan pelaku masih banyak kejanggalan termasuk motif tindakannya.

Pelaku mengaku memutilasi karena permintaan korbannya ketika masih hidup. Pelaku sendiri belum lama mengenal korban yang saat itu sakit dan kemudian meninggal dunia.

"Kemungkinan (memutilasi) dari pelaku sendiri, ada bisikan-bisikan," kata Asfuri.

1. Tulisan Tangan Pelaku

Sugeng sendiri ditangkap karena tulisan di telapak kaki korban yang mencantumkan namanya. Tulisan itu sejenis tatto dibuat dengan menggunakan soder sol sepatu yang ditebali dengan bulpoint.

"Tattoo itu dilakukan setelah korban meninggal, menggunakan alat yang seperti utuk sol sepatu. Kemudian dikasih tinta bulpoint, itu pesan dari korna menurut korban," jelasnya.

Sementara terkait tulisan yang banyak ditemukan di lokasi kejadian ternyata juga banyak didapatkan di sebuah rumah kontrakan pelaku. Tulisan itu serupa yakni dengan susunan kalimat yang sulit dipahami.

"Hasil penyelidikan personel di lapangan, berdasarkan tulisan di TKP, kemudian dicari di daerah Jodipan, ditemukan tulisan yang sama di rumah warga. Rumah warga tersebut pernah ditempati pelaku untuk kos, tulisannya hampir sama," jelasnya.

2. ?Data Korban

Tim Inafis juga telah meminta autopsi mayat korban dan labfor untuk mengungkap kasus tersebut. Setelah diperoleh hasil akan banyak diperoleh titik terang, termasuk data korban yang hingga saat ini belum banyak diketahui.

"Kami menunggu hasil autopsi, hasil lapfor, kemudian kemudian pemeriksaan psikiater terkait pelaku," jelasnya.

Sementara polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui motif tindakannya. Diharapkan tidak lama lagi kasus tersebut akan terungkap secara tuntas.

"Apa yang kami dapatkan masih kita dalami terus terkait keterangan pelaku ini," katanya.

(kpl/dar/TIN)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI