Unsur-Unsur Drama Intrinsik dan Ekstrinsik, Ketahui Juga Jenis-Jenisnya

Jum'at, 27 November 2020 12:22 Penulis: Puput Saputro
Unsur-Unsur Drama Intrinsik dan Ekstrinsik, Ketahui Juga Jenis-Jenisnya
Ilustrasi (credit: flickr)


Kapanlagi Plus - Menonton drama bisa jadi salah satu pilihan kegiatan hiburan. Drama sering menampilkan cerita dengan dialog yang lekat dengan situasi kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang kemudian membuat pertunjukan drama cukup populer dan punya banyak penggemar. Tapi tahukah kalian, bahwa di balik pertunjukan yang memukau, ada unsur-unsur drama yang harus terpenuhi?

Tentu ada beberapa hal yang bisa membuat suatu pertunjukan drama dikatakan baik dan memukau. Hal ini dikarenakan drama termasuk seni pertunjukan yang kompleks. Karena proses produksinya yang harus melibatkan banyak pihak, mulai dari pemain hingga pihak-pihak di balik layar.

Penting untuk mengetahui unsur-unsur drama. Sebab dengan begitu, kita akan lebih mudah menikmati dan memaknai drama yang kita tonton. Pasalnya, bukan saja menghibur drama juga sering menyiratkan pesan tertentu. Bahkan, pertunjukan drama bisa jadi media menyampaikan gagasan hingga kritik.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa unsur-unsur drama dan seluk beluknya.

 

1. Pengertian Drama

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama dimaknai sebagai cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, disusun khusus untuk pertunjukan teater. Namun ternyata, kata drama sebenarnya berasal dari bahasa Yunani 'draomai' yang berarti bertindak. Sementara dalam bahasa Belanda, drama sempat dikenal dengan istilah tonil.

Secara umum drama juga merupakan bentuk karya sastra yang ditampilkan dalam bentuk seni pertunjukan. Drama sama halnya karya sastra lain seperti puisi atau novel. Artinya, drama tidak hanya menghibur tapi juga memberikan pembelajaran nilai-nilai kehidupan.

Oleh karena itu, pertunjukan drama umumnya berisikan dialog antar tokoh disertai dengan adegan-adegan penggambaran yang sesuai dengan situasi saat cerita terjadi. Lewat adegan-adegan dan dialog-dialog itulah sering kali diselipkan pesan hingga kritik.

 

2. Unsur Intrinsik Drama

Sama seperti karya sastra lainnya, drama juga mempunyai unsur-unsur intrinsik yang membentuknya. Unsur-unsur drama inilah yang membuat suatu pertunjukan drama terlihat memukau. Berikut beberapa unsur-unsur intrinsik dalam drama.

1. Tema
Tema menjadi unsur paling penting dalam drama. Tema merupakan gagasan yang mendasari cerita dari suatu pementasan drama. Bagi penonton tema berguna untuk membantu memahami pesan dalam drama. Sementara bagi pemain, tema akan membantu mereka menentukan watak dari karakter yang dimainkan.

2. Amanat
Unsur drama berikutnya tak kalah penting dengan tema, yaitu amanat. Amanat merupakan makna atau pesan yang ingin disampaikan pada penonton. Amanat bisa disampaikan secara tersirat ataupun tersurat dalam dialog antar pemain.

3. Alur
Alur merupakan jalan cerita dari sebuah pertunjukan drama secara keseluruhan. Alur dalam drama biasanya terdiri atas perkenalan, permulaan permasalahan, konflik, klimaks, dan penyelesaian permasalahan.

4. Tokoh
Keberadaan tokoh atau karakter dalam pertunjukan drama bisa dibilang suatu kewajiban. Pasalnya, lewat tokoh inilah cerita drama disampaikan dengan dialog-dialog dan adegan-adegan. Dalam pertunjukan drama dikenal istilah tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. Pembagian tersebut sesuai dengan watak dari masing-masing peran yang dimainkan.

5. Dialog
Tak kalah dengan tokoh, dialog juga jadi unsur drama yang penting. Dialog merupakan percakapan antara tokoh atau pemain dalam sebuah pementasan drama.

6. Setting atau Latar
Setting atau Latar merupakan penggambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa yang melatarbelakangi cerita drama. Dengan setting atau latar yang kuat, drama akan tampak semakin meyakinkan dan memukau.

 

3. Unsur Ekstrinsik Drama

Selain unsur intrinsik, drama juga dipengaruhi oleh unsur-unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik barang kali tidak tampak dalam pementasan seperti unsur intrinsik, tapi unsur drama ini juga tak kalah pentingnya. Pasalnya unsur-unsur ekstrinsik inilah yang bisa jadi secara tidak langsung mempengaruhi cerita drama yang dipentaskan. Beberapa hal yang bisa menjadi unsur ekstrinsik di antaranya asal usul penulis, pendidikannya, agamanya, dan lain-lain.

 

4. Jenis-Jenis Drama

Seiring dengan perkembangannya, drama terdiri atas beberapa macam. Setiap jenis drama tersebut mempunyai karakteristiknya masing-masing. Berikut beberapa jenis-jenis drama.

1. Komedi
Komedi merupakan jenis drama yang jalan ceritanya bisa memancing kelucuan dan gelak tawa para penonton. Drama komedi biasanya dibuat dengan tujuan menghibur penonton.

2. Tragedi
Berkebalikan dengan komedi, tragedi merupakan jenis drama yang menggambarkan kesedihan.

3. Tragikomedi
Tragikomedi merupakan jenis drama yang terdapat unsur tragedi (kesedihan) dan komedi (kelucuan) di dalamnya. Jadi, selain menampilkan kisah sedih drama ini juga diselingi dengan candaan.

4. Opera
Opera merupakan jenis drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik. Jadi, selain menampilkan akting pemain pementasan drama opera juga memperlihatkan pertunjukan musik yang merdu.

5. Melodrama
Hampir mirip dengan opera, melodrama adalah jenis drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi musik. Namun dalam hal ini, musik berguna untuk membawa emosi penonton masuk ke dalam jalan cerita.

6. Sendratari
Berbeda dengan opera dan melodrama, sendratari justru menggabungkan antara seni drama dan seni tari. Pada jenis drama ini, tarian bisa berfungsi sebagai penguat ekspresi bahkan pengganti dialog.

7. Tablo
Tablo adalah drama yang lebih mengutamakan gerak-gerik para pemainnya. Karena lebih menonjolkan gerak-gerik, maka penonton harus menebak sendiri alur cerita yang disajikan melalui gerakan yang dibuat.

8. Farce
Farce adalah jenis drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan. Bedanya, guyonan pada farce biasanya lebih bersifat satir (menyindir) secara ringan.

Itulah di antaranya ulasan mengenai unsur-unsur drama berikut seluk-beluknya, Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI