Usung Tema ReHumanize, IdeaFest Ajak Masyarakat Kembangkan Ide untuk Masa Depan

Acara IdeaFest yang berlokasi di Jakarta International Convention Center (JICC). (c) Millematters

Kapanlagi.com - IdeaFest balik lagi di tahun 2026 untuk menggelar acara festival kreatif yang berlokasi di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Acara dihadiri lebih dari 500 pembicara dan 160 sesi di antaranya para creator, pelaku industri, entrepreneur, seniman, pemimpin, komunitas, dan anak-anak muda untuk saling bertukar pikiran dan opini serta membangun kolaborasi.

Di tahun 2026, IdeaFest mengusung tema "ReHumanize", tema ini bermaksud mengajak masyarakat dari berbagai generasi untuk tidak selalu bergantung kepada kecanggihan teknologi di masa sekarang yang semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.

IdeaFest juga memberikan sebuah pesan sederhana kepada audiens, "Ideas don't change the world. People do". Dengan pesan tersebut, Ideafest sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali merasakan, berempati, berimajinasi dan menciptakan sesuatu yang memiliki makna.

Tema ReHumanize bukan hanya sekedar nama, tetapi juga membangun ide untuk masa depan dan tetap bijak pada nilai-nilai kemanusiaan. IdeaFest punya situs resmi sebagai wadah kreativitas, empati, dan imajinasi manusia sebagai inti dari tema acara di tahun ini.

Melihat Dunia dari Perspektif Lain Manusia dari Sisi yang Memiliki Makna Lebih

Para audiens dan pengunjung menikmati Festival Kreatif IdeaFest 2026 di JICC, Senayan. (c) Millematters

Festival acara yang lekat dengan tema ReHumanize menjadikan acara ini dihadiri oleh ratusan pembicara dari berbagai ranah, diantaranya Agnes Rahajeng, Puteri Indonesia 2026; Boon Ken Wong dari Spotify Southeast Asia; David Dahan, Global Client Leader Unilever dan Nestlé; Herald van der Linde, author dan Asia strategist; serta Vikram Sinha dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Tidak lupa dari dunia hiburan, IdeaFest 2026 juga mengundang sutradara Kamila Andini, musisi dan penulis lagu Idgitaf, aktris Sherina Munaf, komika Pandji Pragiwaksono, serta penulis Tsana atau Rintik Sedu. Hadir pula Najwa Shihab, Eva Alicia, The Innovators Studio, hingga Tony Fernandes dari Capital A dan AirAsia.

Dengan memiliki latar belakang dan ranah industri yang berbeda menjadikan festival acara kreatif ini juga menghubungkan perspektif dari sisi bisnis yang nanti bertemu dengan kesenian, sisi lain teknologi juga bisa terhubung dengan budaya.

Sementara berbagai diskusi juga terjadi untuk menghadapi masa depan seperti hal yang diperlukan manusia untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

IdeaFest X Balik Lagi Sebagai Wadah untuk Kolaborasi Kreator

Segmen Spesial IdeaFest X, beri ruang untuk kreator untuk berkolaborasi dalam diskusi. (c) Millematters

Masih sama dengan tahun kemarin, IdeaFest X balik lagi sebagai wadah dan ruang untuk para kreator berkolaborasi bersama intellectual property, media, komunitas dan creative collective.

Bukan hanya sebagai diskusi tetapi juga berbagi ide dengan prinsipnya masing-masing, hasil yang didapatkan melalui workshop, live podcast, community experience, diskusi mendalam, meetup sampai special show.

Sejumlah kolaborator IdeaFest X tahun ini antara lain In Our Twenties, yang membawa "Kamu Tumbuh, Tapi ke Mana?"; HaloConnect by Haloka melalui "Building Brand With Purpose: Introduction to Brand Purpose Canvas® Framework"; Malaka Books dengan Malaka Books Thinking Club; Minutes of Manager melalui "Minutes Meetup Experience: The Power of We"; serta COMIKA sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi spesial IdeaFest X 2026.

Meskipun ide yang berasal dari masing-masing kreator berbeda justru diskusi tersebut terasa intimate, selain bersama kolaborator para audiens juga diajak untuk berdiskusi dan bertemu dengan komunitas baru serta memiliki pengalaman baru juga.

Lebih dari Sebuah Diskusi, Sharing Pengalaman Secara Langsung

Para pengunjung menikmati berbagai segmen dari festival kreatif IdeaFest 2026. (c) Millematters

Selain IdeaFest X, IdeaTalks dan IdeaTalks Big Stage juga hadir lebih dari sebuah ruang diskusi dari berbagai macam industri dan perspektif. Sementara Experiental Expo menjadi ruang para brand untuk beri pesan dan nilai lewat pengalaman langsung.

JKTGO Super Crazy Festival juga hadir dalam acara festival kreatif tersebut, 250 tenant sudah memenuhi JICC untuk para pengunjung yang tertarik di bidang kuliner, lifestyle dan kreativitas. Program Collection juga hadir dalam rangkaian acara.

Menuju puncak acara, koneksi antar pengunjung makin nyata lewat IdeaFriends Networking Night: CROSSOVER. Membuat para pengunjung jadi bercerita-cerita tentang pengalaman yang dialami untuk bertukar perspektif di bidang pekerjaan yang lain sekaligus menciptakan kolaborasi baru.

Tahun Ke-15 dan Manusia Tetap Jadi Pemeran Utama

Bagian lain dari acara, IdeaFriends Networking Night: CROSSOVER menguntungkan pengunjung untuk bertukar cerita. © Millematters

Setelah 15 tahun perjalanan IdeaFest tentu banyak yang berubah, mulai dari perubahan perilaku manusia dalam bekerja dan berkomunikasi sekaligus melihat langsung bagaimana perkembangan teknologi dan digital yang semakin cepat berlomba dengan ide kepintaran manusia di masa sekarang.

IdeaFest masih setia menjadi ruang untuk membuka percakapan tersebut sekaligus mempertemukan semua sudut pandang dari sisi lain manusia yang masih memiliki keberanian untuk mencoba hal baru.

Selama acara berlangsung, tema ReHumanize tidak dapat terlupakan bagaimana hubungan antarmanusia yang masih melekat sampai sekarang di tengah kecanggihan teknologi, lewat ratusan percakapan dan bertukar pengalaman dapat menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Acara ini juga didukung oleh Indosat Ooredoo Hutchison dan berkolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai Official Banking Partner, PERTAMINA (Persero), Google Gemini, dan Indofood melalui brand Indomie, Pop Mie, Indomilk dan Chitato Lite sebagai Official Sponsor, Aqua sebagai Official Mineral Water Partner, dan didukung juga oleh AI @Worklab by DANA sebagai Co-Sponsor.

Pesan sederhana IdeaFest akan masih selalu sama untuk tahun-tahun berikutnya yaitu "Ideas don’t change the world. People Do". Together, we ReHumanize.

Penulis: Hafiza Khosyi Kamilla

(kpl/wri)

Rekomendasi

Trending