Viral Video Deteksi Uang Palsu Gunakan BBM, Ini Kata Bank Indonesia

Jum'at, 10 Mei 2019 17:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Viral Video Deteksi Uang Palsu Gunakan BBM, Ini Kata Bank Indonesia
Viral Cek Uang Pakai Bensin © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Sebuah video viral tentang seorang petugas SPBU yang menggunakan BBM dalam mendeteksi sebuah uang yang diduga palsu. Lembaran uang nominal Rp 50 ribu disiram BBM sehingga diketahui sebagai uang palsu.

Uang tersebut berdasarkan pengakuan pengunggah videonya, mengaku baru diambil dari sebuah ATM. Tetapi saat mengisi di sebuah SPBU di Kediri, seorang petugas mencurigai salah satu uang pecahan Rp 50 ribuan tersebut.  

Tetapi ternyata uang yang disiram dalam video tersebut berupa dua lembaran yang disatukan. Sehingga saat disiram BBM, terbuka dan kembali menjadi dua lembar.

1. Penjelasan BI

Rini Mustikaningsih, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mengaku telah melihat video yang sedang viral tersebut. Namun ditegaskan bahwa yang berwenang memutuskan uang rupiah asli atau tidak asli adalah Bank Indonesia (BI). BI tidak pernah menyosialisasikan cara deteksi uang dengan cara menyiramkan BBM.

"Pertama yang berwenang memutuskan apakah uang rupiah yang diragukan keasliannya itu asli atau tidak asli adalah Bank Indonesia," kata Rini Mustikaningsih kepada Merdeka.com, Jumat (10/5).

Selama ini, BI melakukan deteksi uang palsu dengan langkah 3D yakni dilihat, diraba dan diterawang. Sosialisasi deteksi uang diragukan keasliannya itu dilakukan secara terus dan berkelanjutan.

"Selanjutnya BI sudah mensosialisasikan cara memperlakukan uang yaitu dengan 5J, yaitu jangan dilipat, jangan distaples, jangan ditulisi, jangan diremas dan jangan dibasahi," tegasnya.

"Nah salah satu memperlakukan uang adalah jangan dibasahi. Infonya ini disiram, sehingga sangat bertentangan dengan harapan dari BI," sambunya.

2. Peningkatan Temuan Uang Palsu

Sebelumnya Rini juga mengungkapkan, temuan uang palsu mengalami peningkatan setiap tahun dari 2017 sebanyak 5.385 lembar meningkat menjadi 7.827 lembar pada 2018. Sedangkan 2019 hingga Februari sudah mencapai 1.245 lembar.

BI memiliki prosedur yang disebut BI CAC atau Bank Indonesia Counterfeit Analysis Centre. Saat ditemukan uang yang diragukan keasliannya, secara online Bank Umum menginputkan data uang tersebut dalam sistem.

Setelah diinputkan, uang secara fisik yang diragukan keasliannya dibawa ke BI untuk dipastikan asli atau tidak. Saat menyerahkan, data-data yang di BI akan dicek dengan fisik uang tersebut.

3. Uang Baru Lebih Aman

Perlu diketahui, uang palsu sebanyak 7.827 lembar (2018) dengan rincian nominal pecahan Rp 100 ribu sebanyak 3.827 lembar, dengan rincian sebanyak 2.716 lembar emisi 2016 dan 1.111 lembar emisi 2014.

Uang palsu nominal Rp 50 ribu sebanyak 3.287 lembar dengan perincian 1.592 lembar jenis emisi 2016 dan 1.695 lembar emisi 2005. Sementara untuk nominal Rp 20 ribu sebanyak 75 lembar dengan perincian 38 lembar emisi 2004 dan 37 lembar emisi. Untuk nominal Rp 5 ribu sebanyak 18 lembar dengan perincian 9 lembar uang palsu emisi 2001 dan 9 lembar uang emisi 2016.

Uang emisi terbaru memiliki pengamanan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sehingga uang palsu untuk tahun emisi baru lebih susah dipalsu dan mudah dideteksi.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI