Viral Video Polisi Buang Sampah di Jalan, Ini Penjelasannya!

Selasa, 16 Januari 2018 14:07 Penulis: Tyssa Madelina
Viral Video Polisi Buang Sampah di Jalan, Ini Penjelasannya!
Courtesy: Youtube

Kapanlagi Plus -

Beberapa waktu yang lalu ranah media sosial sempat dihebohkan dengan aksi seorang pemuda yang berani menindak tegas oknum polisi di tengah padatnya jalan. Pasalnya, sang oknum polisi diketahui telah membuang sampah sembarangan. Dengan berani, seorang pemuda mengambil sampah tersebut dan mengembalikannya ke dalam mobil polisi.

Belum diketahui secara pasti kapan dan dimana tepatnya lokasi kejadian tersebut. Namun, sebuah pengguna Instagram yang diduga adalah pemuda berambut gondrong tersebut akhirnya buka suara. Dalam sebuah aksi video yang ia unggah, pemuda bernama Sidoli Parjalang ini membeberkan kisah sebenarnya.

Ia menuturkan, kejadian tersebut sudah berlangsung lama, tepatnya tanggal 6 Agustus 2013. Ketika berada di kawasan Matraman, Jakarta, ia dan temannya hendak menuju ke sebuah toko buku. Namun secara tiba-tiba, di tengah kepadatan arus lalu lintas, ia melihat seorang oknum polisi yang dengan sengaja membuang gelas air mineral melalui jendela mobil dinasnya.

Aksinya sempat viral di kalangan pengguna media sosial. Courtesy: YoutubeAksinya sempat viral di kalangan pengguna media sosial. Courtesy: Youtube

Dengan tekad kuat, ia pun memberanikan diri untuk turun dari mobil dan menegur oknum polisi tersebut. Sembari mengembalikan kemasan air yang telah dibuang, ia pun berkata, "Pak, ini sampah air gelasnya, jangan buang sampah sembarangan, buang di tempat sampah saja," ujarnya saat itu.

Tanpa basa-basi lebih lanjut, ia pun beranjak pergi setelah mengembalikan gelas tersebut. Dalam rangkaian ceritanya, ia tidak menuturkan bagaimana ekspresi sang oknum polisi saat menerima sampah gelas air mineralnya kembali. Namun ia menuturkan sebuah pesan bijak yang patut direnungkan oleh generasi saat ini.

"Kalian juga bisa menegur kawan kalian bila buang sampah sembarangan, karena dampaknya sangat besar, seperti menyebabkan bencana ekologis (bencana karena ulah manusia), seperti bencana banjir. Bukan karena kita sok orang sempurna, tapi setialah pada praktek kecil, karena akan memberikan dampak besar bila dilakukan bersama," tulisnya.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI